Aktivitas Gunung Merapi Tak Berkaitan dengan Erupsi Semeru
Gunung Merapi mengalami guguran awan panas. (MP/BPPTKG).
MerahPutih.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memastikan meningkatnya aktivitas Gunung Merapi tidak ada kaitannya dengan erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan aktivitas peningkatan aktivitas Gunung Merapi teramati ada 17 kali guguran lava pijar, dengan jarak luncur maksimal 2.000 m ke arah barat daya, enam kali hembusan.
Baca Juga
Masih Level III, Kubah Lava Barat Daya Gunung Merapi Turun 2 Meter
"Peningkatan aktivitas ini tidak berkaitan dengan erupsi Gunung Semeru. Aktivitas vulkanik gunung Merapi hingga kini masih cukup tinggi," Hanik, Selasa (14/12).
Kubah lava Merapi bagian barat daya, kata dia, gunung ini juga terpantau terus mengalami pertumbuhan, meski tidak signifikan. Kondisi itu berbeda dibanding tahun 2010 lalu.
"Pertumbuhan kubah lava setiap hari bisa mencapai 20.000 meter kubik dan sanggup melontarkan material 200 juta meter kubik," ucap dia.
Ia menyebut, luncuran awan panas yang sering meluncur, mengurangi penumpukan material di atas gunung. Namun dipastikan, semenjak Semeru mengalami erupsi, aktivitas Merapi masih tergolong fluktuatif.
"Semeru dan Merapi itu tidak ada hubungan. Seumpama rumah, ada dapur magma sendiri-sendiri," kata dia.
Baca Juga
Terancam Banjir Lahar Merapi, Pemkab Sleman Tetapkan Status Tanggap Darurat
Ia menegaskan untuk sesar aktif sendiri jika diruntut Gempa Jogja bisa sampai ke Jawa Timur. Untuk saat ini,status Merapi setingkat di atas Semeru.
"Semeru kan Waspada, tapi Merapi level III Siaga, sejak 5 Oktober 2020,” kata dia.
Petugas Pengamat Pos Pengamatan Gunung Merapi Suraji mengatakan kendati pertumbuhan kubah lava belum signifikan, kesiapsiagaan tetap harus dilakukan. Misalnya, magma yang bisa saja tiba-tiba naik ke permukaan dan menghancurkan kubah di bagian atas.
“Kami saat ini fokus mengamati semua data dari Gunung Merapi. Seperti terjadinya vulkanik dangkal dan vulkanik dalam, guguran, hembusan. Termasuk deformasi atau perubahan bentuk gunung," pungkas dia. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga
Pemkab Sleman Buat Tanggul di Lereng Merapi Antisipasi Kesulitan Air Bersih
Bagikan
Berita Terkait
Hari Ini Gunung Semeru 6 Kali Erupsi, Ini Rinciannya
Awan Panas Semeru 5 KM ke Arah Besuk Kobokan, Area Bahaya Diperluas Hingga 17 KM
Semeru Mengamuk Minggu Malam, Kolom Abu Raksasa Selimuti Langit Jatim
Gunung Semeru Erupsi Sore Ini, Awan Panas Meluncur 5 Kilometer ke Arah Besuk Kobokan
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Pendaki Asal Sleman Hilang di Gunung Merapi, Padahal Sudah Ada Larangan Naik
Permukiman Warga Tidak Terdampak Banjir Lahar Hujan Gunung Semeru
Alarm dari Puncak Abadi Para Dewa! Gunung Semeru Enam Kali Erupsi Sejak Semalam, Tinggi Letusan Capai 1,2 Km
Gunung Merapi Status Siaga Level III, 7 Pendaki Ilegal Diamankan Polisi