MerahPutih.com - Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 mdpl, tercatat mengalami lima kali erupsi disertai tiga kali luncuran awan panas guguran (APG) pada Jumat. Jarak luncur awan panas mencapai 2.500–3.000 meter ke arah tenggara, tepatnya Besuk Kobokan.
Erupsi pertama terjadi pukul 07.42 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 1.000 meter. “Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, Jumat (13/2).
Baca juga:
Awan Panas Semeru 5 KM ke Arah Besuk Kobokan, Area Bahaya Diperluas Hingga 17 KM
Erupsi Kedua Paling Tinggi
Erupsi kedua merupakan yang terparah, terjadi pada pukul 10.56 WIB disertai APG dengan jarak luncur 3.000 meter. Erupsi ketiga terjadi pukul 12.46 WIB dengan kolom abu setinggi 1.000 meter.
Sedangkan erupsi keempat pukul 14.22 WIB menghasilkan APG sejauh 2.500 meter. Erupsi kelima pukul 14.31 WIB kembali disertai awan panas dengan jarak luncur 2.500 meter.
"Erupsi berupa awan panas kembali terjadi saat erupsi kelima dengan jarak luncur sekitar 2.500 meter ke arah tenggara atau Besuk Kobokan,” imbuh Sigit.
Baca juga:
BMKG Kirim Sinyal Bahaya, Pendakian Semeru Ditutup Tanpa Batas Waktu yang Jelas
Daerah Besuk Kobokan Area Bahaya
Status vulkanik Semeru masih Siaga (Level III). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak, serta menjauhi sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak.
Warga juga diminta waspada potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan. “Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak,” tandas Sigit, dikutip Antara.
Gunung Semeru merupakan gunung api paling aktif di Jawa Timur, dengan rata-rata erupsi harian sejak 2020. BNPB mencatat, sepanjang 2025 terjadi lebih dari 1.500 bencana hidrometeorologi di Indonesia, termasuk erupsi gunung api. (*)