Akibat Pandemi COVID-19, APBD DKI Alami Kontraksi 46 Persen

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 22 Oktober 2020
Akibat Pandemi COVID-19, APBD DKI Alami Kontraksi 46 Persen

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik. (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2020 mengalami penurunan dari Rp87,9 triliun menjadi sebesar Rp57 triliun akibat pandemi COVID-19. Anggaran tersebut terkontraksi 46 persen dari sebelumnya yang telah ditetapkan yaitu sebesar Rp 87,9 triliun.

Angka itu diketahui setelah Legislatif dan Eksekutif menggelar pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 di Grand Cempaka Resort Puncak, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (21/10) kemarin.

"Tahun 2020 ini sebesar APBD nya 57 Triliun. APBD P nya dari 87,9 jadi sekarang APBD-nya sisa 57 T," ujar Wakil Ketua DPRD DKI, M Taufik saat dikonfirmasi, Kamis (22/10).

Baca Juga

KPK Garap Eks Pejabat Pemprov DKI Terkait Kasus Korupsi Fiktif Waskita Karya

Mengacu pada tahun-tahun sebelumnya, pembahasan APBD-P dilakukan pada periode September-Oktober sebelum tahun anggaran berakhir. Namun tahun ini pembahasan tersebut terbilang molor.

Taufik menjelaskan alasan APBD-P DKI molor dibahas lantaran adanya masa pandemi COVID-19. Karenanya, APBD-P tersebut baru bisa dilaksanakan pada November mendatang.

"Iya. Ini kan karena COVID-19. Tapi soal kebut mengebut tidak ada. Jadwal kita sesuai. Enggak dikebut. Sesuai jadwal saja," jelas dia.

Politikus Gerindra menuturkan, dalam pembahasan APBD-P nanti pihaknya akan membahas terkait alokasi pemberian pinjaman dana Pemilihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah pusat yaitu sebesar Rp3,2 triliun.

Lanjut Taufik, dana PEN umumnya dialokasikan untuk proyek dan program Pemprov di tahun 2020 yang sempat terhenti karena Covid-19 di berbagai sektor.

"Kan ini kita hanya ada uang. Kita dapat pinjaman PEN. dari situ kita dalami. Tahun ini kita dapat Rp3,2 T. Itu akan dipakai untuk 6 kegiatan. Ada infrastruktur kebudayaan. Proyek-proyek yang ditetapkan di 2020 lalu karena Covid-19 dia berhenti. Itu dibiayai dengan PEN ini," jelas dia.

Baca Juga

DPRD Dukung Anies Bongkar Rumah Pinggir Sungai Atasi Banjir

"Ada Jakarta International Stadium, normalisasi kali dan pelebaran kali, pembebasan lahan untuk kali. Ada underpass dan flyover. Contoh Lenteng Agung, Tanjung Barat. Udah 90 persen lebih jalan lalu stop. Itu dibiayai PEN. Underpass Senen juga," sambungnya. (Asp)

#APBD DKI #DPRD DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Serapan Belanja APBD DKI 2026 Baru 54,39 Persen, Perangkat Daerah Diminta Gercep Selesaikan Kegiatan
Perangkat daerah diminta mempercepat penyelesaian kegiatan agar realisasi anggaran tidak menumpuk pada November dan Desember.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Serapan Belanja APBD DKI 2026 Baru 54,39 Persen, Perangkat Daerah Diminta Gercep Selesaikan Kegiatan
Indonesia
Kekurangan Gaji 10 Bulan PJLP DKI Jakarta Janji Dibayarkan Akhir Oktober
Persoalan tersebut bermula ketika pembahasan APBD 2026 dilakukan pada 2025. Saat itu, besaran UMP Jakarta 2026 belum ditetapkan
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Kekurangan Gaji 10 Bulan PJLP DKI Jakarta Janji Dibayarkan Akhir Oktober
Indonesia
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Usul tersebut bukan untuk menambah jumlah anggota DPRD dari 106 menjadi 180–220 kursi, melainkan untuk memastikan 106 saat ini tetap dapat dipertahankan.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Indonesia
Pemprov DKI Ajukan Dana Cadangan Daerah, Antisipasi Bayar Obligasi Daerah Jatuh Tempo
Jakarta mengajukan pembentukan dana cadangan daerah untuk memperkuat kapasitas fiskal sekaligus menjamin ketersediaan anggaran pembangunan Ibu Kota.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Pemprov DKI Ajukan Dana Cadangan Daerah, Antisipasi Bayar Obligasi Daerah Jatuh Tempo
Indonesia
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
DPRD DKI Jakarta meminta pengelolaan data desil dikembalikan kepada Pemprov DKI setelah perubahan pemeringkatan berdampak pada bansos dan KJP.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
Indonesia
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek akan disesuaikan mulai 1 Januari 2027. DPRD DKI masih mengkaji besaran tarif baru.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Indonesia
Perubahan APBD DKI 2026 Disepakati Rp79,56 Triliun, Layanan Dasar Tetap Dijaga
DPRD DKI dan TAPD menyepakati Perubahan APBD 2026 sebesar Rp 79,56 triliun. Layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan bansos tetap dijaga.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Perubahan APBD DKI 2026 Disepakati Rp79,56 Triliun, Layanan Dasar Tetap Dijaga
Indonesia
Pedagang Tradisional Jakarta Kesulitan Hadapi E-Commerce, DPRD Minta DPPKUKM dan Pasar Jaya Berkolaborasi
DPRD DKI menyoroti kesulitan pedagang tradisional Jakarta bersaing dengan e-commerce dan meminta DPPKUKM serta Pasar Jaya berkolaborasi.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Pedagang Tradisional Jakarta Kesulitan Hadapi E-Commerce, DPRD Minta DPPKUKM dan Pasar Jaya Berkolaborasi
Indonesia
Pramono: Pembangunan LRT Manggarai-Dukuh Atas Dimulai Paling Lambat Januari 2027
Gubernur DKI Pramono Anung menargetkan pembangunan LRT Manggarai-Dukuh Atas dimulai Januari 2027 dan rampung pada Agustus 2028.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Pramono: Pembangunan LRT Manggarai-Dukuh Atas Dimulai Paling Lambat Januari 2027
Indonesia
DPRD DKI Jakarta Usul Pengembangan Desalinasi Olah Air Laut Jadi Air Bersih, Hadapi Kekeringan
Di Kepulauan Seribu sudah ada desalinasi, mengubah air laut jadi air bersih, air tawar.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
DPRD DKI Jakarta Usul Pengembangan Desalinasi Olah Air Laut Jadi Air Bersih, Hadapi Kekeringan
Bagikan