Pemilu 2019

Akademisi UGM Nilai Hoaks Sengaja Disebar Untuk Mendelegitimasi KPU

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 25 April 2019
 Akademisi UGM Nilai Hoaks Sengaja Disebar Untuk Mendelegitimasi KPU

Dosen DPP Fisipol UGM, Sigit Pamungkas (Foto: ugm.ac.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) Fisipol UGM mengungkapkan sejumlah informasi hoaks sengaja disebarkan di sosial media untuk mendelegitimasi penyelenggara pemilu.

Temuan ini berdasarkan hasil analisis big data tentang isu-isu kepercayaan di sosial media yang dibuat oleh DPP Fisipol UGM.

Dosen DPP Fisipol UGM, Sigit Pamungkas menjelaskan riset dilakukan dalam rentang waktu 22 Maret hingga 1 April 2019 di sosial media Twitter dan Facebook. Hasilnya mengungkapkan ada 6.945 percakapan di Twitter tentang komisi pemilihan umum KPU.

Saat telusuri di atas 50 persen perbincangan tersebut lebih banyak mengungkapkan ketidakpercayaan terhadap KPU.

Sigit Pamungkas berbicara dalam dialog Kompastv terkait hoaks pemilu
Sigit Pamungkas (kiri) berbicara dalam dialog KompasTV terkait sebaran hoaks Pemilu (Foto: youtube/kompastv)

"Polanya memviralkan informasi ga benar. Ada juga berita yang dimodifikasi dan setting yang disebarkan,"ujar Sigit melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Rabu (24/4)).

Ia menjelaskan cara penyebarannya yakni dengan memposting informasi dari sumber anonim di Twitter atau Facebook. Kemudian menyebarkan link sosial media tersebut ke WhatsApp agar viral.

Tujuannya membuat masyarakat meragukan kinerja penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu. Serta ada yang tidak beres selama proses penyelenggaraan pemilu.

"Sasarannya semua lapisan masyarakat. Tidak ada spesifikasi usia atau target audiens tertentu," kata dia.

Hasil penelitian juga mendeteksi percakapan yang mendelegitimasi KPU paling banyak berada di Jawa Barat. Jumlah percakapan tersebut sebanyak 465 cuitan. Disusul Provinsi DKI Jakarta dengan jumlah 352 cuitan.

Temuan lainnya adalah penyebar isu hoax tersebut sebagian besar dilakukan oleh akun-akun robot. Selama beraksi menyebarkan berita bohong, akun robot mematikan setting lokasi agar tidak mudah dilacak.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

#Pemilu 2019 #Komisi Pemilihan Umum #UGM #Penyebar Hoaks
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Puluhan Api Misterius Muncul di Sleman, Tim UGM Hingga BRIN Turun ke TKP
Fenomena api misterius lebih dari 90 kali muncul di Sleman. Pemkab tunggu hasil kajian tim UGM, BRIN, dan BPPTKG untuk tentukan langkah darurat.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juni 2026
Puluhan Api Misterius Muncul di Sleman, Tim UGM Hingga BRIN Turun ke TKP
Indonesia
Hoaks Kejahatan di Jakarta Viral, Diskominfotik Didesak Patroli Siber
warga untuk bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menyaring konten-konten yang dikonsumsi sebelum dibagikan di akunnya masing-masing.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Hoaks Kejahatan di Jakarta Viral, Diskominfotik Didesak Patroli Siber
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Sebut MBG Membebani APBN
Tidak ditemukan informasi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim
Angga Yudha Pratama - Selasa, 02 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Sebut MBG Membebani APBN
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Diam Diam Lunasi Utang Kereta Cepat
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri klaim dengan memasukkan kata kunci “Prabowo lunasi utang proyek Whoosh” ke mesin pencari Google.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
 [HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Diam Diam Lunasi Utang Kereta Cepat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dinobatkan Jadi Alumni Terbaik UGM
Beredar informasi yang menyebut Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dinobatkan sebagai lulusan terbaik UGM. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 27 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dinobatkan Jadi Alumni Terbaik UGM
Indonesia
Pasbata Nilai Tuduhan Terhadap Seskab Tidak Masuk Akal, Hanya Fitnah Personal
David juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Pasbata Nilai Tuduhan Terhadap Seskab Tidak Masuk Akal, Hanya Fitnah Personal
Indonesia
Jokowi Digugat Lagi di PN Solo, Kali Ini Penggugatan Sesama Alumnus Kehutanan UGM
Presiden ke-7 Joko Widodo kembali digugat di PN Surakarta terkait dugaan ijazah UGM. Gugatan diajukan alumnus Kehutanan UGM.
Wisnu Cipto - Selasa, 05 Mei 2026
Jokowi Digugat Lagi di PN Solo, Kali Ini Penggugatan Sesama Alumnus Kehutanan UGM
Indonesia
Komdigi Sebut Video Fitnah terhadap Prabowo Hoaks, Peringatkan Ancaman Hukum
Komdigi menegaskan video berisi fitnah terhadap Prabowo Subianto adalah hoaks dan mengandung ujaran kebencian. Penyebarnya terancam UU ITE.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 01 Mei 2026
Komdigi Sebut Video Fitnah terhadap Prabowo Hoaks, Peringatkan Ancaman Hukum
Indonesia
Nama Uya Kuya Dicatut soal Dapur MBG, Polda Metro Jaya Lakukan Penyelidikan
Uya Kuya terserat dalam isu hoaks dapur MBG. Kabar itu mencuat usai beredarnya unggahan di media sosial.
Soffi Amira - Senin, 20 April 2026
Nama Uya Kuya Dicatut soal Dapur MBG, Polda Metro Jaya Lakukan Penyelidikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Ingin Naikkan Harga Token Listrik Biar Warga Hemat
Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi resmi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim “Bahlil dorong PLN naikkan harga token listrik”.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 April 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Ingin Naikkan Harga Token Listrik Biar Warga Hemat
Bagikan