AJI: Puisi Esai Tonggak Baru Sastra Indonesia

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Rabu, 31 Januari 2018
AJI: Puisi Esai Tonggak Baru Sastra Indonesia

Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pendiri Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Satrio Arismunandar menyebut, angkatan puisi esai sebagai tonggak baru sastra Indonesia yang berbeda dengan angkatan sastra sebelumnya.

"Angkatan puisi esai ingin mengembalikan puisi kepada masyarakat dan yang bukan penyair boleh ambil bagian," kata Satrio seperti dilansir Antara, Selasa (30/1).

Satrio menyadari bukan penyair, melainkan telah menulis buku soal korupsi dalam bentuk puisi esai, seperti halnya seorang dosen, aktivis, atau peneliti yang sudah menulis maupun membuat buku dalam bentuk puisi esai.

Menurut Satrio, kontroversi kemunculan puisi esai pada bulan Januari 2018 akan terus berlanjut yang dipicu momentum penerbitan 34 buku puisi esai dari 34 provinsi seluruh Indonesia.

Karya puisi esai dari seluruh provinai itu ditulis 170 penyair, penulis, aktivis, peneliti, dan jurnalis dari Aceh hingga Papua.

Penerbitan kelahiran angkatan baru puisi esai di Indonesia itu memunculkan pro dan kontra dari sejumlah penyair dan sastrawan.

Beberapa sastrawan membuat petisi penolakan terhadap program "Penulisan Buku Puisi Esai Nasional" yang digagas Denny Januar Ali (Denny J.A.).

Berdasarkan informasi petisi penolakan itu telah didukung 549 orang dengan alasan program puisi esai tersebut telah membuat "penggelapan sejarah, pembodohan, pengeliruan definisi ilmiah dan segala praktik manipulatif lain dalam kesusastraan Indonesia".

Namun, Satrio menyatakan seseorang bebas berkarya dan mengklaim pada era demokrasi sehingga masyarakat yang menilai. (*)

#Puisi Esai #Puisi #Aliansi Jurnalis Independen
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Denny JA Kembali Pimpin SATUPENA, Ada Target Besar: Bangun Komunitas Penulis hingga 100 Tahun
Denny JA kembali terpilih sebagai Ketua Umum SATUPENA periode 2026–2031 secara aklamasi. Ia mendorong pembentukan dana abadi untuk penulis.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Denny JA Kembali Pimpin SATUPENA, Ada Target Besar: Bangun Komunitas Penulis hingga 100 Tahun
Indonesia
Kejagung Resmi Tahan Febrie Adriansyah, Sebut Kasusnya Kriminalisasi
AJI mendesak Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta maaf usai menyebut wartawan sebagai Londo Ireng.
Soffi Amira - Sabtu, 25 Juli 2026
Kejagung Resmi Tahan Febrie Adriansyah, Sebut Kasusnya Kriminalisasi
Berita
Denny JA Ukir Sejarah, Buku Puisi Esainya Diterjemahkan 35 Bahasa usai Raih BRICS Award 2025
Denny JA baru saja mencetak sejarah. Buku puisi esainya kini diterjemahkan ke dalam 35 bahasa.
Soffi Amira - Senin, 13 Juli 2026
Denny JA Ukir Sejarah, Buku Puisi Esainya Diterjemahkan 35 Bahasa usai Raih BRICS Award 2025
ShowBiz
Sunyiruri dan Figura Renata Rilis EP 'Menyanyikan Usman Arrumy', Satukan Musik dan Sastra
Sunyiruri dan Figura Renata resmi merilis EP kolaboratif 'Menyanyikan Usman Arrumy'. Menginterpretasikan puisi-puisi Usman Arrumy di lima lagu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Sunyiruri dan Figura Renata Rilis EP 'Menyanyikan Usman Arrumy', Satukan Musik dan Sastra
ShowBiz
Puisi Jadi Musik, Sunyiruri dan Figura Renata Hidupkan Karya Usman Arrumy
Skena musik Indonesia kembali menghadirkan proyek unik yang menyatukan dunia sastra dan musik.
Wisnu Cipto - Minggu, 19 April 2026
Puisi Jadi Musik, Sunyiruri dan Figura Renata Hidupkan Karya Usman Arrumy
Indonesia
AJI dan ELSAM Tolak Pemberian Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto: Diktator dan Pelanggar HAM!
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan ELSAM menolak tegas usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto. Mereka menilai Soeharto tidak layak karena rekam jejak pelanggaran HAM dan praktik korupsi selama Orde Baru.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 08 November 2025
AJI dan ELSAM Tolak Pemberian Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto: Diktator dan Pelanggar HAM!
Indonesia
Dewan Pers, AJI, IJTI dan Iwakum Kecam Pencabutan Akses Liputan Karena Bertanya ke Prabowo Soal Keracunan MBG
Pasal 4 Undang Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, menyatakan bahwa "pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 28 September 2025
Dewan Pers, AJI, IJTI dan Iwakum Kecam Pencabutan Akses Liputan Karena Bertanya ke Prabowo Soal Keracunan MBG
Indonesia
Iwakum Ajukan Judicial Review, Ketua AJI: Penting Ingatkan Negara soal Kewajiban Lindungi Jurnalis
Ketua AJI, Nany Afrida mengatakan, langkah Iwakum yang mengajukan judical review soal UU Pers, merupakan upaya positif.
Soffi Amira - Minggu, 07 September 2025
Iwakum Ajukan Judicial Review, Ketua AJI: Penting Ingatkan Negara soal Kewajiban Lindungi Jurnalis
Indonesia
Pekerja Media Terkena PHK secara Tiba-tiba, Tanpa Kompensasi, Pesangon, AJI Desak Kemenaker Aktif
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, ada ratusan pekerja media yang terkena PHK dalam beberapa bulan terakhir dan kebanyakan tidak mendapat pemenuhan hak sesuai dengan aturan.
Frengky Aruan - Kamis, 05 Juni 2025
Pekerja Media Terkena PHK secara Tiba-tiba, Tanpa Kompensasi, Pesangon, AJI Desak Kemenaker Aktif
Demi Dukung 'Festival Tahunan Puisi Esai', Denny JA Hibahkan Dana Abadi
Dukung Festival Tahunan Puisi Esai, Denny JA hibahkan dana abadi. Dana itu juga bisa mendanai Festival Puisi Esai hingga 50 tahun.
Soffi Amira - Rabu, 20 November 2024
Demi Dukung 'Festival Tahunan Puisi Esai', Denny JA Hibahkan Dana Abadi
Bagikan