Abu Vulkanis Letusan Sinabung Sampai Aceh
Material vulkanik disertai awan panas meluncur dari puncak Gunung Sinabung di Karo, Sumatera Utara, Kamis (25/6). Data Badan Geologi luncuran awan panas guguran kubah lava sejauh 4 km ke arah Tenggara
MerahPutih.com - Abu vulkanik dari letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, telah sampai di Aceh. Sinabung kembali meletus Jumat (6/4) petang kemarin, pukul 16.07 WIB
"Debu vulkanik terbawa angin ke wilayah Aceh dini hari tadi sekitar pukul 1.30 WIB," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Blang Bintang, Zakaria Ahmad, di Aceh Besar, Sabtu (7/4).
Menurut Zakaria, letusan Sinabung kemarin melepaskan material setinggi 5.000 meter ke udara mengikuti arah angin ke Tenggara-Timur, dan Selatan-Tenggara.
Letusan kali ini melontarkan awan panas sejauh 3.500 meter, dan disertai abu vulkanik dengan material piroklastik bertekanan kuat berwarna abu-abu gelap.
Zakaria mengatakan letusan Sinabung ke wilayah di Aceh diperkirakan masih terjadi akibat terbawa angin pada siang hari sekitar pukul 13.30 WIB.
Terdapat empat kabupaten/kota di provinsi paling ujung Utara di Sumatera tersebut yang terdampak, yakni Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Subulussalam, dan Aceh Selatan.
"Namun kita belum dapat laporan dari BPBD (Badan Penangulangan Bencana Daerah) setempat. Terutama dampak dari debu vulkanik Sinabung," kata dia, dilansir Antara.
Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung mengingatkan, agar masyarakat setempat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer.
Kepala Pemantau Gunung Api Sinabung, Armen Putra, mengingatkan, potensi bahaya lahar dari gunung berapi khususnya bagi masyarakat yang tinggal di dekat aliran sungai berhulu ke Gunung Sinabung.
BNPB telah bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), seperti Sumatera Utara, dan Karo sudah membangun beberapa tempat relokasi di sekitar kaki Gunung Sinabung.
Hingga akhir Maret 2018, tercatat sudah terdapat 30 tempat relokasi yang menampung warga Kabupaten Karo yang mengungsi dari desa masing-masing.
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
10 Ribu Mahasiswa Dikerahkan Pulihkan Dampak Banjir Sumatera, Terbanyak ke Aceh Tamiang
Siswa Aceh Utara Belajar di Lumpur, DPR Desak Bantuan Perabotan
Kebakaran Gambut Aceh Makin Parah, BPBD Sulit Atasi Tiupan Angin
“Hati Bertali”, Lagu Bumiy yang Merangkul Duka dan Harapan di Tengah Bencana
TNI Bersihkan 19 Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
Jembatan Bailey Kutablang Aceh Kini Dijaga 24 Jam, Gara-Gara Ini!
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan Ribuan Warga di Aceh Masih Mengungsi Setelah 2 Bulan Lalu di Terjang Banjir
Baleg DPR Dorong Konsideran UU Pemerintahan Aceh tak Dihapus dalam Revisi
Akses Air Bersih Warga Aceh Dikebut, Pemerintah Tambah 57 Titik Sumur Bor