ABK Indonesia Dibunuh di Kapal Tiongkok, Pemerintah Diminta Investigasi

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 10 Juli 2020
ABK Indonesia Dibunuh di Kapal Tiongkok, Pemerintah Diminta Investigasi

Salah satu kapal berbendera China yang di dalamnya terdapat satu ABK meninggal dunia, berhasil diamankan tim gabungan di perbatasan Indonesia-Singapura, Rabu (8/7). (ANTARA/HO)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Komisi I DPR mengapresiasi gerak cepat tim gabungan dari Polda Kepri, TNI AL, BIN Kepri, Bakamla, Bea Cukai dan KPLP yang telah mengamankan kapal ikan asing Lu Huang Yuan Yu 117, dan 118.

Kapal dengan bendera Tiongkok itu diduga telah melakukan penganiayaan yang mengakibatkan seorang anak buah kapal (ABK) asal Indonesia meninggal dunia.

Baca Juga

Bareskrim Gerebek Agen Penyalur ABK WNI yang Disiksa di Kapal Tiongkok

Anggota Komisi 1 DPR Muhammad Iqbal mengutuk keras penyalur tenaga kerja dan pemilik kapalnya atas kembali terjadinya tragedi meninggalnya ABK asal Indonesia.

"Padahal baru dua bulan lalu ditemukan meninggal 4 ABK asal Indonesia yang bekerja di kapal perusahaan Republik Rakyat Tiongkok (RRT)," kata Iqbal dalam keteranganya, Jumat (10/7).

Politikus dari Fraksi PPP ini mendorong pemerintah untuk melakukan penyelidikan terhadap tragedi meninggalnya ABK asal Indonesia di kapal China tersebut.

"Apa yang terjadi pada ABK di kapal China tersebut menambah daftar panjang duka ABK asal Indonesia yang bekerja di kapal-kapal asing," jelas Iqbal.

Anggota Komisi 1 DPR Muhammad Iqbal
Anggota Komisi 1 DPR Muhammad Iqbal. Foto: dpr.go.id

Ia menjelaskan, tragedi itu tidak bisa dibiarkan, harus ada evaluasi menyeluruh terhadap aturan tentang kepelautan. Selain itu, Iqbal meminta agar pemerintah mendata kembali semua pekerja migran kita di luar negeri, khususnya mereka yang bekerja di kapal.

"Pemerintah Indonesia juga perlu melakukan MoU (memorandum of understanding) dengan pemerintah negara lain untuk mengantisipasi agar kejadian itu tidak terulang," ungkap Iqbal.

Ia mendesak juga pemerintah untuk membantu agar hak santunan kematian korban dapat diterima oleh ahli waris atau keluarga almarhum sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 7 Tahun 2000 Tentang Kepelautan. Berdasarkan pasal 31 ayat 2 dijelaskan bahwa jika awak kapal meninggal dunia maka pengusaha angkutan perairan wajib membayar santunan.

"Hak-hak ABK asal Indonesia yang lain juga harus dipenuhi oleh perusahaan yang mempekerjakan mereka," tutup Iqbal.

Baca Juga

Bareskrim Selidiki Dugaan TPPO Pelarungan Jenazah ABK WNI ke Laut

Kisah pilu dialami oleh seorang ABK Indonesia yang meninggal dunia di kapal berbendera Tiongkok. ABK itu tewas diduga dianiaya. Kabar adanya ABK dibunuh di kapal asing itu mencuat sejak Rabu (8/7) kemarin. ABK itu diduga dibunuh di kapal asing di perairan Selat Malaka.

Direskrimum Polda Kepri Kombes Arie Dharmanto, membenarkan adanya informasi ABK Indonesia yang dibunuh. Anggota kepolisian pun langsung menuju kapal yang diduga menjadi lokasi pembunuhan ABK.

Diketahui, ABK Indonesia itu berasal dari Lampung. Kapal asing yang diketahui masih berada di perairan RI itu kemudian dibuntuti. Setelah ditemukan, polisi kemudian menggiring kapal tersebut ke Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhard mengatakan, kapal tersebut berlayar dari Argentina menuju Singapura. Dalam perjalanannya, pihak kepolisian mendapatkan informasi adanya WNI meninggal di kapal tersebut.

"Bahwa kapal ini berlayar dari Argentina, karena kita mendapatkan informasi bahwa dalam kapal tersebut ada salah satu warga Indonesia meninggal dunia. Makanya ketika melewati perairan di perbatasan Pulau Nipah, kita lakukan penggiringan untuk masuk dalam perairan Batu Cula (Kepri)," kata Harry.

Polda Kepri telah mengamankan kapal berbendera China yang di dalamnya terdapat ABK WNI meninggal dunia. ABK tersebut telah dievakuasi ke RS Bhayangkara.

Harry menjelaskan, sebelum dilakukan evakuasi dan pemeriksaan, pihaknya lebih dulu melakukan rapid test terhadap awak kapal. Dia mengatakan seluruh awak kapal diharuskan mengikuti rapid test.

Kapolda Kepri Irjen Aris Budiman menilai ada dugaan ABK Indonesia dianiaya hingga meninggal dunia.

"Informasi awal yang diterima ada seorang warga negara kita diduga dianiayai hingga meninggal dunia. Seperti pengalaman sebelumnya, sebagian besar tenaga kerja kita yang bekerja di kapal ikan asing itu diperlakukan secara tidak manusiawi," kata Irjen Aris Budiman.

Polda Kepri menerjunkan tim gabungan untuk menginvestigasi adanya dugaan kasus perdagangan orang di Lu Huang Yuan Yu 117 dan 118. Dimana, perekrutan 22 Warga Negara Indonesia (WNI) di kapal asing berbendera China tersebut disinyalir dilakukan oleh PT Mandiri Tunggal Bahari yang sebelumnya juga terlibat dalam sejumlah kasus perdagangan orang. (Pradanna Putra Tampi/Soni Namura/Feny Aprianti)
Polda Kepri menerjunkan tim gabungan untuk menginvestigasi adanya dugaan kasus perdagangan orang di Lu Huang Yuan Yu 117 dan 118. Dimana, perekrutan 22 Warga Negara Indonesia (WNI) di kapal asing berbendera China tersebut disinyalir dilakukan oleh PT Mandiri Tunggal Bahari yang sebelumnya juga terlibat dalam sejumlah kasus perdagangan orang.
(Pradanna Putra Tampi/Soni Namura/Feny Aprianti)

Aris menerangkan, kapal asing itu bisa masuk ke perarian Indonesia akibat dokumen yang sengaja dipalsukan.

"Kapal lainnya sebagai saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Dan warga negara kita juga yang menyampaikan informasi bahwa di kapal tersebut ada mayat. Kuat dugaan kami bahwa yang bekerja di kapal tersebut merupakan korban trafficking (perdagangan manusia) yang dipekerjakan secara paksa di atas kapal ikan tersebut," tegas Aris.

Sementara itu, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama (Laksma) TNI Indarto Budiarto menduga WNI yang tewas itu dianiaya lebih dulu di atas kapal ikan asing berbendera China. Diduga ABK WNI tersebut tewas sejak akhir Juni lalu.

"Penyebab kematian diduga karena tindakan kekerasan," ujar Indarto.

Jasad korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk diautopsi. Kapal tersebut telah dibawa ke Dermaga Lanal Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga

BPIP Duga Terjadi Pelanggaran HAM Terhadap ABK WNI di Kapal Tiongkok

"Dari hasil pemeriksaan di atas kapal tersebut bahwa benar ada seorang mayat ABK WNI atas nama HA yang diperkirakan sudah meninggal sejak hari Senin tangga 29 Juni 2020, penyebab kematian diduga karena tindakan kekerasan," kata Indarto. (Knu)

#Kapal Laut
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
57 Korban KM Virgo Transport 8 Masih Hilang, 63 Penyelam Dikerahkan Dalam Pencarian
Pada operasi SAR hari ke-18, ia menyebut unsur laut diperkuat 11 kapal, unsur udara tiga helikopter, dan unsur darat menyiapkan 42 unit ambulans yang siap melaksanakan tugas
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
57 Korban KM Virgo Transport 8 Masih Hilang, 63 Penyelam Dikerahkan Dalam Pencarian
Indonesia
Tragedi KM Virgo Transport Makin Misterius, Data BRIN Tunjukkan Ombak Laut Bersahabat
BRIN merilis analisis ilmiah hilangnya KM Virgo Transport di Laut Jawa. Tinggi gelombang bukan kategori ekstrem hanya 1,5 m. Simak temuan selengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Tragedi KM Virgo Transport Makin Misterius, Data BRIN Tunjukkan Ombak Laut Bersahabat
Indonesia
5 ABK Kapal Virgo Transport 8 Selamat Berkat Berpegangan ker Tabung LPG Kosong
Selama berada di laut, Akmal menghadapi gelombang besar yang membuat dirinya bersama empat ABK lainnya terus berusaha mempertahankan pegangan sampai pertolongan tiba.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
5 ABK Kapal Virgo Transport 8 Selamat Berkat Berpegangan ker Tabung LPG Kosong
Indonesia
Menhub Bantah Kelebihan Muatan KMP Virgo Transport 8
Kapal Roro Penumpang KMP Virgo Transport 8 dengan bendera Indonesia berukuran 8.540 GT itu dinakhodai oleh Nakhoda Arief Yunianto serta dioperasikan oleh PT Virgo Karya Shipping.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
Menhub Bantah Kelebihan Muatan KMP Virgo Transport 8
Indonesia
Tragedi Tampomas II hingga KM Virgo 8, Alarm Nyata di Balik Mitos Kuburan Kapal 'Segitiga Bermuda' Masalembo
Masalembo telah lama menjadi momok pelayaran di Indonesia. Perairan antara Laut Jawa, Selat Makassar, dan Laut Flores itu kerap disebut-sebut segitiga bermuda-nya Indonesia.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Tragedi Tampomas II hingga KM Virgo 8, Alarm Nyata di Balik Mitos Kuburan Kapal 'Segitiga Bermuda' Masalembo
Indonesia
KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Lombok Barat, 33 Penumpang Dievakuasi
KMP Putri Yasmin terbakar di Perairan Lombok Barat, pada Rabu (12/8) dini hari WITA. Penumpang berhasil dievakuasi.
Soffi Amira - Rabu, 12 Agustus 2026
KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Lombok Barat, 33 Penumpang Dievakuasi
Indonesia
KNKT Kesulitan Investigasi Penyebab Kapal Mutiara Sentosa Jika Bangkai Kapal Tidak Ditemukan
Jika bangkai kapal berada di dasar laut, investigasi harus dilakukan pada kedalaman sekitar 50 meter sehingga membutuhkan perencanaan dan dukungan teknis yang memadai.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
KNKT Kesulitan Investigasi Penyebab Kapal Mutiara Sentosa Jika Bangkai Kapal Tidak Ditemukan
Indonesia
DPR Minta KNKT Telusuri Kelayakan Kapal dan Validitas Manifes Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2
KNKT harus memeriksa seluruh aspek keselamatan kapal, mulai dari kondisi teknis, kelengkapan alat keselamatan, hingga prosedur keberangkatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
DPR Minta KNKT Telusuri Kelayakan Kapal dan Validitas Manifes Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2
Indonesia
Korban Meninggal Kapal Mutiara Sentosa 2 Didominasi Sesak Napas dan Tenggelam
identifikasi dilakukan terhadap lima kantong jenazah yang diterima Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya sejak Minggu (2/8) hingga Senin.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Korban Meninggal Kapal Mutiara Sentosa 2 Didominasi Sesak Napas dan Tenggelam
Indonesia
Kapal Pertamina Selamatkan 17 Penumpang Kapal Mutiara Sentosa Yang Terbakar di Perairan Utara Sumenep
Pertamina Patra Niaga turut menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut serta berharap seluruh korban yang masih dalam proses pencarian dapat segera ditemukan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Kapal Pertamina Selamatkan  17 Penumpang Kapal Mutiara Sentosa Yang Terbakar di Perairan Utara Sumenep
Bagikan