Merahputih.com - Pengamat Intelijen dan Keamanan, Stanislaus Riyanta menduga, jika senjata yang digunakan ZA (25) untuk menyerang Mabes Polri bukan Airsoftgun, melainkan Airgun.
"Banyak beli online Rp 2-3 juta dapat. (Senjata) itu paling belinya online,” kata Stanislaus kepada wartawan, Rabu (31/3).
Baca Juga:
Polisi Datangi Rumah Wanita Terduga Teroris Penyerang Mabes Polr
Meski diduga berjenis Airgun, senjata itu bisa membuat seseorang tewas jika diletuskan dalam jarak dekat.
“Ketembak jarak dekat ya mati. Kalau kena kepala mati juga,” jelas dia.
Hanya saja, ia memilih untuk menunggu saja hasil investigasi dan uji balistik dari Polri. “Tapi belum dirilis sama Polri jenisnya apa,” jelas Stanislaus.
Kemudian, untuk kartu anggota yang diduga beberapa kalangan sebagai kartu Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) ternyata salah. Ia menyebut jika kartu tersebut adalah kartu klub saja.
“Bukan kartu Perbakin, itu kartu club, abal-abal. Nyetak sendiri yang jual (senpi),” jelasnya.
Penyerangan itu terjadi pada Rabu (2/4) sore. Awalnya, ZA masuk dari pintu belakang Mabes Polri dan sempat berbincang-bincang terlebih dahulu dengan petugas serta menanyakan lokasi kantor pos.
Setelah itu, ZA meninggalkan pos penjaga dan pergi ke arah pos siaga di dekat gerbang utama.
Baca Juga:
Orang Tua ZA, Pelaku Penyerangan di Mabes Polri Langsung Datangi RS Polri
Disanalah terjadi baku tembak antara ZA dan petugas hingga akhirnya dirinya tewas. Ia dipastikan beraksi seorang diri.
Rupanya ZA menulis surat wasiat untuk keluarganya. Dalam surat wasiat itu, Ia meminta maaf dan 'pamit' kepada keluarganya. (Knu)