Punya Rumah di Cibubur, Kenapa Djarot Pilih Ngontrak?
Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat. (ANTARA/Sigid Kurniawan)
MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mulai bergegas meninggalkan rumah dinasnya di kawasan Taman Suropati, Menteng Jakarta Pusat, Jumat (13/10).
Rencananya, seusai masa jabatannya, Djarot akan tinggal bersama keluarga di rumah kontrakan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
"Sudah beres-beres, rencananya Sabtu ini pindah ke kontrakan di Kemang, Jakarta Selatan," ujarnya kepada awak media, Jumat (13/10).
Djarot mengatakan, alasan keluarga mengontrak rumah agar anak-anak lebih dekat dengan sekolah. Padahal, Djarot sendiri memiliki rumah pribadi di Cibubur Jakarta Timur.
"Agar anak-anak lebih dekat ke sekolah," ujarnya.
Diketahui, Jumat (13/10) Gubernur Djarot mulai merapikan dan mengemas seluruh berkas dan perabot rumah untuk dipindahkan.
Djarot akan menempati rumah barunya usai masa jabatannya selesai Minggu (15/10) mendatang.
Djarot akan digantikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Anies-Sandi. Dan, prosesi pelantikan keduanya akan digelar di Istana Negara, Senin (16/10) mendatang. (Fdi)
Baca juga berita terkait Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dalam artikel berikut: Setelah Tak Menjabat, Djarot Akan Tinggal di Rumah Kontrakan
Bagikan
Berita Terkait
Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Jakarta, Gubernur Pramono Perpanjang PJJ dan WFH hingga 1 Februari 2026
Gubernur DKI Optimistis Bank Jakarta IPO Tahun Depan, Ini Strategi Besarnya
Jalan Gatot Subroto Rusak, Pramono: Akan Diperbaiki Setelah 27 Januari
Pemprov DKI Mulai Bongkar 109 Tiang Monorel Terbengkalai di Rasuna Said
Pramono Anung Resmikan Waduk Batu Licin di Cipayung, Perkuat Pengendalian Banjir
Hadiri Haul ke-85 M.H. Thamrin, Pramono Anung Tegaskan Komitmen Jaga Nilai Perjuangan
PAM Jaya Bangun Gedung Sentra Pelayanan, Gubernur Pramono: Fondasi Layanan Air Jakarta Kian Kuat
Gubernur Pramono Dorong Percepatan MRT Jakarta hingga Kota Tua, Ditargetkan Beroperasi 2029
Pramono Anung Dorong PAM Jaya IPO 2027, Saham Publik Maksimal 30 Persen
Presiden Prabowo Ungkap Dukungan untuk Gubernur DKI Jakarta, Pramono: kalau sudah Jadi Gubernur enggak Ada Urusan Kepartaian