MERAHPUTIH.COM - KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat 923 sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) menerapkan pembelajaran dari rumah akibat gempa yang masih terjadi. Pemerintah menyiapkan 100 ruang kelas darurat yang akan mulai dipakai pekan depan.
"Sebanyak 923 satuan pendidikan melaporkan menerapkan belajar dari rumah, 171 pembelajaran daring, 35 sekolah belajar di kelas darurat, dan 30 sekolah masih tatap muka," kata Wamendikdasmen Atip Latipulhayat dalam konferensi pers di YouTube BNPB, Kamis (20/8).
Pihaknya juga telah menerbitkan panduan pembelajaran dalam situasi darurat. Ia mengatakan panduan itu memberikan fleksibilitas dalam moda dan materi pembelajaran.
"Kami juga mengharapkan kolaborasi dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat penyelenggaraan pendidikan dalam situasi darurat," ujarnya.
Baca juga:
Hari Keenam Pascagempa NTT, Polri Kerahkan Brimob hingga Starlink untuk Bantu Pengungsi
Atip mengatakan pihaknya juga menyalurkan sejumlah bantuan, di antaranya 4.500 bingkisan anak, paket sembako, 810 school kit, dan 400 family kit.
Saat ini, pihaknya tengah mendistribusikan 100 tenda yang akan digunakan sebagai ruang kelas darurat.
Tenda itu ditargetkan mulai digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar pada pekan depan.
"Penyiapan ruang kelas darurat bertahap untuk sekolah yang rusak berat. Saat ini kami sedang mendistribusikan 100 tenda ruang kelas yang diharapkan bisa mulai digunakan minggu depan untuk belajar anak," jelasnya.(knu)
Baca juga:
BNPB Pastikan Bantuan Pemerintah dan Presiden Prabowo Diterima Warga Terdampak Gempa NTT