Merahputih.com - Mudik Lebaran 1447 Hijriah menjadi momen yang paling dinanti masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman. Namun menjaga keamanan rumah selama ditinggal kosong tetap menjadi prioritas utama.
Mengingat tingginya mobilitas warga saat libur nasional, rumah yang ditinggalkan tanpa penghuni sering kali menjadi incaran empuk komplotan pelaku kriminal.
Baca juga:
Pemudik Diminta Atur Waktu Keberangkatan Jelang Lebaran, Hindari Terjebak Kemacetan
Oleh karena itu, diperlukan persiapan matang agar momen silaturahmi tidak terganggu oleh berita buruk mengenai kondisi hunian.
Sebagai langkah antisipasi untuk mengawasi rumah tetap aman, ada beberapa cara yang bisa diterapkan selama bepergian. Simak penjelasan berikut ini:
1. Kunci ganda akses keluar masuk rumah
Biasanya penjahat selalu memantau situasi calon korbannya. Jika rumah yang jauh dari aktivitas keramaian kerap menjadi target empuk mereka.
Komplotan penjahat seperti ini bekerja sistematis. Mengamati dan beraksi. Salah satu hal yabg dilihat adalah bagaimana situasi jendela dan pintu calon korban.
Jika pintu dan jendela rumah memikiki cela atau rapuh, maka aksi pencurian akan semakin mudah. Maka disarankan tuan rumah untuk menggunakan kunci ganda dengan baik.
Peeriksa kembali bagian rumah yang rentan menjadi akses masuk, seperti pintu belakang atau jendela yang mudah dijangkau dari luar.
2. Jangan posting apapun soal mudik di sosial media
Rasa antusias untuk bertemu keluarga besar di kampung halaman memang selalu menarik. Sampai rasanya ingin membrri tahu info perjalanan ini.
Tapi jangan salah, terlalu berbagi rencana perjalanan mudik justru dimanfaatkan komplotan penjahat untuk mentargetkan aksi pencurian.
Sedikit informasi saja di sosial media bisa langsung memberikan banyaj "clue" tentang situasi dan kondisi rumah mu yang akan ditinggal lama.
3. Minta bantuan tetangga yang bisa dipercaya
Terkadang perlu juga minta tolong kepada tetangga atau kerabat yang bisa dipercaya memantau situasi rumah selama ditinggal mudik. Jika tidak nyaman orang lain mrnginap di rumah, tawarkan cukup satu atau dua kali sehari memantau rumah.
Jika masih tidak nyaman, kalian bisa menyewa jasa keamanan pihak ketiga selama perjalanan mudik supaya rumah benar-benar aman.
4. Cabut berbagai sumber listrik
Selama mudik beberapa peralatan listrim yang tidak dipakai baiknya dicabut. Hal ini berguna mencegah bocornya anggaran listrik dan mencegah adanya konslet arus listrik yang memicu musibah kebakaran.
Gunakan beberapa listrik yang khususnya berguna untuk penerangan.
Baca juga:
Ribuan Pengendara Ojol Ikuti Mudik Gratis GoMudik 2026 dari Terminal Pulo Gebang
5. Gunakan CCTV
Teknologi CCTV zaman sekarang sudah sangat modren. Jarak jauh bukan lagi masalah selama CCTV terhubung ke internet. Dengan hasil rekaman CCTV kita bisa melaporkan kronologis hal-hal buruk yang terjadi sebagai barang buktinya.
6. Lampu otomatis atau timer jika memungkinkan
Lampu yang menyala pada waktu tertentu dapat memberikan kesan bahwa rumah masih dihuni sehingga dapat mengurangi risiko kejahatan.
Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk tidak meninggalkan barang berharga dalam jumlah besar di rumah. Apabila memungkinkan, simpan barang berharga di tempat yang lebih aman atau gunakan brankas. (Tka)