Kesehatan

6 Kebiasan Sehat Ini dapat Bantu Cegah Tuberkulosis

P Suryo RP Suryo R - Sabtu, 27 Maret 2021
6 Kebiasan Sehat Ini dapat Bantu Cegah Tuberkulosis

Menjaga kesehatan tubuh untuk menghindari dari TBS. (Foto: Pexels/Burst)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI tengah pandemi ini, penyakit yang menjadi sorotan utama adalah COVID-19. Padahal, masih banyak penyakit lain yang perlu mendapat perhatian, salah satunya adalah tuberkulosis. Penyakit yang juga menyerang paru- paru ini banyak terjadi di Indonesia dengan jumlah mencapai lebih dari 560.000 kasus menurut Data Global TB Report 20201.

Lebih lanjut, pada tahun 2030, Indonesia memiliki target untuk bebas dari Tuberkulosis. Oleh karena itu, gaya hidup sehat menjadi salah satu kebiasaan yang dapat dilakukan masyarakat Indonesia agar dapat terhindar dari penyakit menular ini.

Baca Juga:

Tips Membedakan Rasa Sedih Biasa dan Gangguan Mental

sehat
Jumlah kasus tuberkolosis di Indonesia mencapai lebih dari 560.000. (Foto: 123RF/lightwise)

Dokter Konsulen Medis Laboratorium Klinik Pramita dr. Asyahidatul Muchlis ah Fitriana menyatakan, “Menjalani hidup sehat sangat penting dilakukan, apalagi di era pandemi saat ini, karena dapat memberikan banyak sekali manfaat bagi kita semua."

"Salah satu manfaat kebiasaan hidup sehat, yaitu meningkatkan kualitas kesehatan dan produktivitas diri. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk hidup sehat, mulai dari hal yang sederhana, seperti minum air putih hingga
berolahraga tiap hari,” tambah dr. Asyahidatul dalam rilis peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia yang jatuh pada tanggal 24 Maret lalu.

Berikut adalah hal yang dapat kamu lakukan untuk menciptakan kebiasaan sehat menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia:

Baca Juga:

Pola Hidup Sehat Ampuh Cegah Gagal Ginjal

1. Melakukan aktivitas fisik

sehat
Berolahraga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. (Foto: Pexels/Vanessa Garcia)


Meskipun di rumah saja, aktivitas fisik sebaiknya tetap dilakukan secara rutin agar dapat meningkatkan daya tahan dan sistem kekebalan tubuh. Aktivitas fisik dapat dilakukan dengan cara yang sederhana, seperti jalan kaki atau sembari membersihkan rumah. Tidak hanya untuk kesehatan fisik, olahraga juga dapat membantu mengurangi s tres dan mengendalikan kecemasan.

2. Mengonsumsi sayur dan buah

sayur
Selalu mengonsumsi sayur dan bauh. (Foto: Pexels/Oleg Magni)


Sayur dan buah penting untuk menjaga metabolisme di dalam tubuh. Kandungan yang terdapat di dalam buah dan sayur dapat membantu tubuh untuk mencegah banyak penyakit masuk ke dalam tubuh. Setiap orang disarankan mengonsumsi buah dan sayur sesuai dengan kebutuhan tubuh. Kamu bisa konsultasi ke dokter spesialis gizi untuk mengetahui pors i yang tepat untuk tubuhmu.

3. Tidak merokok

sehat
Berhenti merokok menjadi langkah penting untuk memulai hidup sehat. (Foto: 123RF/Shao-Chun Wang)


Dampak negatif untuk kesehatan dari merokok bisa dirasakan baik oleh perokok aktif maupun perokok pasif. Rokok mengandung zat yg bersifat toksik bagi organ tubuh (paru-paru, ginjal, liver, otak, dan organ lain). Rokok juga bisa memperparah penyakit yang sudah ada, atau meningkatkan risiko terkena penyakit (terutama penyakit saluran nafas). Terdapat juga hubungan merokok dengan penyakit Tuberkulosis paru, di antaranya sebagai berikut:
? Merokok meningkatkan risiko terinfeksi TB paru
? Merokok ≥ 15 bungkus per tahun, berisiko lebih tinggi untuk terinfeksi TB paru
? Rokok juga dapat memperparah infeksi paru akibat tuberculosis
? Tidak hanya perokok aktif, perokok pasif juga meningkatkan risiko terinfeksi tuberculosis

Baca juga:

Main Catur Dapat Usir Stres

4. Tidak mengonsumsi minuman beralkohol

sehat
Bukan hanya TBC yang mengintai tapi juga hati. (Foto: Pexels/ELEVATE)


Banyak risiko yang mungkin terjadi jika mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Beberapa penyakit yang mungkin terjadi adalah hepatitis, perlemakan hati, kanker, anemia, dan tuberkulosis.

5. Menjaga kebersihan lingkungan

sehat
Lingkungan bersih dan sehat meningkatkan kesehatan. (Foto: Pexels/mentatdgt)


Faktor eksternal yang memengaruhi kesehatan tubuh adalah lingkungan kita. Jika lingkungan sehat, maka berbagai macam sumber penyakit tidak akan mudah datang ke dalam tubuh. Membersihkan lingkungan juga dapat menjadi salah satu cara untuk tetap aktif bergerak.

6. Melakukan cek kesehatan berkala

sehat
Pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui dan mencegah penyakit. (Foto: Pexels/Pixabay)


Cek kesehatan atau Medical Check Up (MCU) merupakan langkah preventif yang sangat direkomendasikan untuk mengetahui penyakit yang diderita dan mencegah terjadinya kemungkinan komplikasi untuk beberapa penyakit. Bila kita mengetahui penyakit yang diderita sejak awal, pengobatan yang dilakukan di kemudian hari akan lebih ringan. (aru)

Baca Juga:

Daylight Saving Time Sebabkan Defisit Waktu Istirahat

#Tuberkulosis #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan