Merahputih.com - Aroma bensin menyengat beradu dengan udara panas menjadi pembuka ritual tahunan paling emosional bagi jutaan orang.
Mudik Lebaran 2026 menjanjikan hangat pelukan keluarga di ujung aspal, namun perjalanan panjang sering kali berubah menjadi medan tempur bagi perut.
Bagi pemilik tubuh sensitif, goyangan bus atau rem mendadak mobil pribadi sanggup mengubah suka riang menjadi drama mabuk perjalanan melelahkan.
Baca juga:
Pemudik Beruntung Ini Pimpin Barisan One Way Nasional 2026, Serasa Jadi Pejabat Dikawal Polisi
Pemicu Mual dan Gangguan Kenyamanan
Rasa mual, pusing, hingga keinginan muntah kerap muncul mendadak saat kendaraan melaju menembus jalur mudik.
Kondisi fisik ini timbul akibat ketidakseimbangan sinyal antara mata dan telinga bagian dalam dalam menangkap gerak kendaraan.
Gangguan tersebut tentu merusak momen kebersamaan serta kenyamanan selama menempuh perjalanan menuju kampung halaman.
Strategi Jitu Menjaga Kebugaran Tubuh
Persiapan matang menjadi kunci utama agar tubuh tetap bugar hingga tujuan tanpa gangguan pencernaan. Menghindari makan terlalu kenyang sebelum berangkat serta memastikan sirkulasi udara dalam kendaraan tetap terjaga membantu mengurangi risiko pening.
Pemilihan posisi duduk tepat, seperti kursi depan mobil atau area tengah bus, terbukti meminimalisir guncangan penyebab mual.

Istirahat cukup di rest area setiap empat jam sekali menjadi langkah wajib guna menyegarkan kembali sistem saraf. Dengan penanganan tepat, perjalanan panjang nan melelahkan akan tertutup dengan senyum cerah saat menginjakkan kaki di tanah kelahiran.
Agar perjalanan tetap nyaman, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengatasi mabuk perjalanan. Berikut tips mudah yang bisa dicoba:
1. Jangan duduk di belakang
Posisi duduk ternyata berpengaruh besar terhadap risiko mabuk perjalanan. Duduk dj belakang kendaraan seperti mobil memicu kondisi mabuk yang lebih parah, karena guncangannya kerap lebih terasa.
Selain itu jangan duduk di kursi yang menghadap ke samping atau belakang dapat memperparah rasa pusing.
Karena itu, usahakan duduk menghadap ke depan agar tubuh lebih mudah beradaptasi dengan pergerakan kendaraan.
2. Istirahatkan mata atau tidur sejenak
Menutup mata dan beristirahat bisa membantu meredakan gejala mabuk perjalanan. Jika memungkinkan, cobalah untuk tidur sejenak agar tubuh lebih rileks.
Mengatur napas secara perlahan juga dapat membantu mengurangi rasa mual.
3. Konsumsi obat anti mabuk
Jika sering mengalami mabuk perjalanan, mengonsumsi obat khusus bisa menjadi solusi. Obat biasanya diminum satu hingga dua jam sebelum perjalanan.
Namun, perlu diperhatikan bahwa beberapa jenis obat dapat menyebabkan kantuk, sehingga tidak disarankan bagi pengemudi.

4. Hindari membaca atau bermain ponsel
Fokus pada buku atau layar ponsel saat kendaraan bergerak dapat memicu rasa pusing. Hal ini terjadi karena ketidakseimbangan antara penglihatan dan gerakan tubuh.
Sebaiknya alihkan pandangan ke luar atau pejamkan mata untuk mengurangi gejala.
5. Hirup udara segar
Udara dalam kendaraan yang pengap bisa memperburuk rasa mual. Membuka jendela sejenak untuk mendapatkan udara segar dapat membantu tubuh terasa lebih nyaman dan mengurangi pusing. (Tka)