Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Kesehatan

5 Trik Atasi Pilek si Kecil saat Berlibur

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 29 Desember 2022
5 Trik Atasi Pilek si Kecil saat Berlibur

Jangan panik, atasi pilek si kecil saat berlibur dengan 5 tips mudah. (foto: pexels-gustavo-fring)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BERLIBUR di musim hujan seperti sekarang ini bisa amat menantang. Terutama jika kamu bepergian bersama anak-anak. Cuaca dingin dan virus bisa memicu pilek pada anak.

Saat si kecil terserang pilek di tengah liburan, orangtua pasti cemas. Demi membuat liburan si kecil maksimal tanpa lama-lama terganggu pilek, orangtua bisa menerapkan lima trik sederhana dari Hellosehat berikut.

BACA JUGA:

Berwisata Berombongan Bakal Jadi Tren 2023

1. Posisikan kepala lebih tinggi saat tidur

kids flu
Posisikan kepala lebih tinggi daripada anggota tubuh lainnya. (foto: pexels/cottonbro)

Kondisi pilek dengan ingus memenuhi rongga hidung membuat si kecil kesulitan bernapas. Tak jarang, hal itu membuat si kecil sulit tidur.

Nah, agar si kecil bisa tidur nyaman tanpa gangguan pilek, posisikanlah kepalanya lebih tinggi daripada bagian tubuh yang lain.

Dengan begitu, anak bisa bernapas lebih lega saat pilek. Napas yang lega membuat si kecil bisa tidur lebih nyenyak. Tidur nan cukup membuat si kecil lekas terbebas dari pilek.

2. Mencukupi kebutuhan cairan

Kecukupan asupan carian saat pilek harus diperhatikan. Orangtua perlu meningkatkan asupan cairan si kecil sebagai cara mengatasi pilek.

Bagi orangtua yang membawa bayi di bawah enam bulan, pastikan memberikan ASI dengan teratur dan cukup. Ketika liburan, ASI merupakan pilihan asupan nutrisi terbaik bagi si buah hati karena makanan atau minuman yang dibeli di luar belum terjamin kebersihannya.

BACA JUGA:

Berkendara Aman di Jalan Tol di Musim Liburan

3. Keluarkan ingus

Jika terlalu banyak dan memenuhi hidung, ingus membuat si kecil sulit bernapas. Oleh karena itu, kamu perlu memantaunya secara berkala.

Anak yang sudah lebih besar sudah bisa mengeluarkan ingus sendiri. Orangtua cukup membantu menutup hidung si kecil dengan tisu kala mengeluarkan ingus.

Namun, untuk bayi, gunakan bantuan alat penyedot khusus untuk membuang lendir berlebih.

kids drink
Cukupkan kebutuhan cairan. (foto: pexels-rodnae-productions)

4. Tepuk lembut punggung si kecil

Selain mengeluarkan ingus untuk melegakan jalan napas si kecil, orangtua juga bisa memberikan tepukan lembut di punggung.

Tepukan lembut di punggung si kecil bisa membantu lendir yang menyumbat keluar dari dalam hidung. Ini merupakan cara alami mengatasi pilek pada anak-anak.

Selain itu, tepukan lembut di punggung juga membantu si kecil agar lebih mudah batuk jika pilek disertai dengan batuk berdahak.

Baringkan si kecil di atas paha dengan posisi tengkurap dan tepuk punggungnya secara perlahan. Untuk anak yang sudah berusia lebih dari satu tahun, kamu bisa membantu menepuknya saat ia duduk di pangkuan.

5. Pakai balsam bayi dan anak

Produk balsam untuk anak dan bayi saat ini bisa ditemukan dengan mudah. Balsam bayi dan anak bisa menjadi alternatif solusi untuk membantu meredakan gejala batuk dan pilek, serta menghangatkan badan si kecil dengan praktis saat liburan.

Untuk membantu melegakan pernapasan si kecil, kamu bisa pilih balsam bayi dan anak dengan bahan alami, seperti eucalyptol (eucalyptus oil) dan chamomile.

Penelitian terbitan Advances In Experimental Medicine And Biology mengungkap eucalyptol merupakan bahan alami yang menjanjikan untuk mengobati batuk dan pilek. Eucalyptol telah terbukti memiliki efek anti-inflamasi (antiperadangan) dan antioksidan.

Sementara itu, penelitian berjudul Chamomile: A Herbal Medicine of the Past with Bright Future menyebut ekstrak chamomile bisa membantu meredakan gejala batuk dan pilek.

Balurkan balsam bayi dan anak 2-4 kali sehari pada bagian dada, punggung, dan sekitar bahu hingga leher anak. Setelah itu, baringkan si kecul hingga terlelap pada suasana yang nyaman.(*)

BACA JUGA:

Kerusakan-Kerusakan yang Muncul pada Rumah Selama Musim Hujan

#Kesehatan #Parenting #Liburan #Tips Liburan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Pemeriksaan sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, karies gigi atau gigi berlubang menjadi keluhan terbanyak, disusul anemia pada remaja putri dan hipertensi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Fun
Liburan Sekolah ke Singapura? Jelajahi Dunia CRYBABY di Singapore Oceanarium hingga 30 Agustus 2026
Singapore Oceanarium menghadirkan pengalaman CRYBABY Cry Me an Ocean hingga 30 Agustus 2026. Nikmati 11 zona foto, instalasi interaktif, dan edukasi kehidupan laut untuk keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 Juli 2026
Liburan Sekolah ke Singapura? Jelajahi Dunia CRYBABY di Singapore Oceanarium hingga 30 Agustus 2026
Indonesia
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Kemenkes juga tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur seperti gedung, tetapi fasilitas Kesehatan juga perlu untuk dibantu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Bagikan