5 Sisi Negatif Terlalu Memikirkan Orang Lain

Pradia EggiPradia Eggi - Minggu, 21 Januari 2024
5 Sisi Negatif Terlalu Memikirkan Orang Lain

Terlalu memikirkan orang lain akan menjadikan lupa untuk mencintai diri sendiri. Foto: Markus Winkler

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Memperhatikan dan memikirkan orang lain adalah sifat empati yang sangat dihargai dalam hubungan sosial. Melansir Personality and Social Psychology Bulletin, terlalu memikirkan orang lain hingga melewatkan batas dapat membawa dampak negatif terhadap kesejahteraan pribadi. Berikut adalah beberapa sisi negatif yang perlu diwaspadai:

1. Ketidakseimbangan Emosional

Terlalu fokus pada kebutuhan dan perasaan orang lain dapat menyebabkan ketidakseimbangan emosional. Orang cenderung mengabaikan kebutuhan dan perasaannya sendiri, yang dapat mengakibatkan stres, kelelahan, dan penurunan kesehatan mental.

Baca Juga: Apple Watch Kini Bisa Cek Kesehatan Mental Penggunanya

2. Kecemasan Berlebihan

Memikirkan terlalu banyak tentang apa yang orang lain pikirkan dapat memicu kecemasan berlebihan. Takut tidak bisa memenuhi harapan orang lain atau khawatir tentang penilaian mereka dapat merugikan kesejahteraan mental.

3. Ketidakmampuan Menetapkan Batas

Orang yang terlalu memikirkan orang lain cenderung kesulitan menetapkan batas yang sehat. Mereka mungkin merasa sulit untuk mengatakan tidak, bahkan ketika itu merugikan kepentingan pribadi mereka.

Baca Juga: Seni Bantu Perbaiki Kesehatan Mental

4. Hilangnya Identitas Pribadi

Terlalu merespons kebutuhan orang lain bisa menyebabkan hilangnya identitas pribadi. Fokus yang berlebihan pada kebahagiaan orang lain sering kali mengaburkan pemahaman terhadap keinginan dan tujuan pribadi.

5. Stres dan Kepenatan

Mengkhawatirkan keadaan dan perasaan orang lain secara terus-menerus dapat menyebabkan stres dan kepenatan. Ini dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental.

Meskipun empati adalah kualitas yang berharga, menjaga keseimbangan antara peduli terhadap orang lain dan merawat diri sendiri adalah kunci untuk mencapai kesejahteraan yang seimbang.

#Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

Pradia Eggi

Berita Terkait

Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Indonesia
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Tercatat, ada sekitar 20 juta rakyat Indonesia didiagnosis mengalami gangguan kesehatan mental dari data pemeriksaan kesehatan jiwa gratis yang dilakukan.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Dunia
Ibu Negara Prancis Brigitte Macron Disebut Kena Gangguan Kecemasan karena Dituduh sebagai Laki-Laki
Sepuluh terdakwa menyebarkan apa yang oleh jaksa digambarkan sebagai ‘komentar jahat’ mengenai gender dan seksualitas Brigitte.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Oktober 2025
  Ibu Negara Prancis Brigitte Macron Disebut Kena Gangguan Kecemasan karena Dituduh sebagai Laki-Laki
Fun
Self-Care Menjadi Ruang Ekspresi dan Refleksi bagi Perempuan, Penting untuk Jaga Kesehatan Mental
Merawat diri tidak lagi sekadar urusan penampilan fisik, tetapi juga menjadi sarana penting untuk menjaga kesehatan mental dan keseimbangan emosional.
Dwi Astarini - Senin, 13 Oktober 2025
Self-Care Menjadi Ruang Ekspresi dan Refleksi bagi Perempuan, Penting untuk Jaga Kesehatan Mental
Lifestyle
The Everyday Escape, 15 Menit Bergerak untuk Tingkatkan Suasana Hati
Hanya dengan 15 menit 9 detik gerakan sederhana setiap hari, partisipan mengalami peningkatan suasana hati 21 persen lebih tinggi jika dibandingkan ikut wellness retreat.
Dwi Astarini - Senin, 13 Oktober 2025
The Everyday Escape, 15 Menit Bergerak untuk Tingkatkan Suasana Hati
Indonesia
Smart Posyandu Difokuskan untuk Kesehatan Jiwa Ibu setelah Melahirkan
Posyandu Ramah Kesehatan Jiwa diperkuat untuk mewujudkan generasi yang sehat fisik dan mental.
Dwi Astarini - Senin, 06 Oktober 2025
Smart Posyandu Difokuskan untuk Kesehatan Jiwa Ibu setelah Melahirkan
Lifestyle
Kecemasan dan Stres Perburuk Kondisi Kulit dan Rambut
Stres dapat bermanifestasi pada gangguan di permukaan kulit.
Dwi Astarini - Kamis, 04 September 2025
Kecemasan dan Stres Perburuk Kondisi Kulit dan Rambut
Fun
Menyembuhkan Luka Batin lewat Kuas dan Warna: Pelarian Artscape Hadirkan Ruang Aman untuk Gen Z Hadapi Stres
Pelarian Artscape hadir sebagai pelampiasan yang sehat dan penuh makna.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 04 Agustus 2025
Menyembuhkan Luka Batin lewat Kuas dan Warna: Pelarian Artscape Hadirkan Ruang Aman untuk Gen Z Hadapi Stres
Bagikan