Parenting

5 Langkah Membahagiakan Anak

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Jumat, 15 September 2023
5 Langkah Membahagiakan Anak

Orangtua wajib memenuhi kebutuhan emosional si kecil. (Foto: Pixabay/StockSnap)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ORANGTUA memiliki kewajiban penuh untuk menjamin segala kebutuhan dan kebahagiaan si kecil sejak lahir hingga menginjak usia dewasa.

Bahkan dari dalam kandungan pun anak memilik hak untuk mendapatkan nutrisi terbaik, rasa aman, dan nyaman sampai ia lahir ke dunia. Kata orang, memberikan anak rasa nyaman dan kebahagiaan penuh hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kondisi finansial tercukupi. Masa sih?

Menurut Time, ada satu hal penting selain memenuhi kebutuhan finansial anak yang justru masih sering diabaikan oleh orangtua, yaitu memenuhi kebutuhan emosional si kecil. "Anak-anak yang lebih bahagia kemungkinan besar akan menjadi orang dewasa yang sukses dan berprestasi," tulis time.com.

Saking sibuknya mencari nafkah, kebanyakan orangtua akhirnya mengabaikan perasaan anak. Orangtua pikir, memenuhi kebutuhan finansial seperti sekolah, sandang, dan pangan saja sudah cukup. Anak tidak berhak menuntut yang lain-lain, pikirnya.

Memang sih merawat anak hingga dewasa membutuhkan uang yang banyak, tapi jangan sampai orangtua lupa menjamin kebahagiaan anak melalui hal-hal di bawah ini.

Baca juga:

Orangtua, Jangan Sampai Lakukan Emotional Incest kepada Anak

kebahagiaan anak
Suami istri harus mesra di depan anak. (Foto: Pixabay/089photoshootings)

1. Menjadi Orangtua yang Bahagia

Menjadi orangtua yang tetap waras dan bahagia adalah kunci utama kebahagiaan anak. Apakah kamu tahu? Sejak dalam kandungan pun, si kecil bisa merasakan isi hati kedua orangtuanya.

Jika kamu selalu memperjuangan kebahagiaanmu, anakmu juga akan ikut merasa bahagia. Pentingnya komunikasi yang sehat serta kompaknya suami istri dalam membina rumah tangga secara langsung memberikan kebahagiaan dalam hati sang anak.

Meskipun suami istri pasti bertengkar mengenai satu dan dua hal, hindari bertengkar di depan anak apalagi meminta pembelaan.

2. Menjadi Pasangan Suami Istri yang Mesra

Kata siapa kompak soal finansial dan mendidik anak cukup untuk menjamin kebahagiaan anak? Poin kedua ini justru paling sering dilupakan orangtua.

Orangtua yang saling menyayangi dan mesra dapat berpengaruh bagi masa depan si kecil. Rasa cinta di dalam hati suami istri harus selau dipupuk karena pada akhirnya ketika anak sudah dewasa, kamu akan kembali berdua saja dengan pasangan.

Serupa kala dahulu baru memulai rumah tangga. Mesra di depan anak-anak bukan hanya akan membuat mereka bahagia, tetapi juga menjadi barometer mereka dalam mencari pasangan hidup kelak.

3. Membekali Anak dengan Optimisme dan Realisme

Banyak orangtua terlalu ambisius. Anaknya harus selalu mendapatkan ranking satu di kelas dan harus memenangkan berbagai lomba non-akademik sebagai sekadar pelengkap lemari penghargaan.

Ambisi ini seringkali tidak memikirkan minat apalagi potensi terpendam si kecil. Yang dipikirkan hanyalah agar orangtua bisa memamerkan anak-anaknya kepada orangtua lain.

Padahal salah satu hal paling penting sebagai bekal anak agar bisa hidup berjuang di tengah banyaknya saingan ketika sudah dewasa adalah pola pikir optimistis dan realistis.

Optimistis artinya membekali anak dengan buah pikir selama mereka berjuang, kesempatan emas akan selalu datang. Namun, hidup tetap harus realistis agar ketika gagal dan merasa kesempatan belum juga datang, anak akan berpikir bahwa memang belum waktunya saja ia mendapatkan kesempatan emas.

Jadi, ia harus tetap berjuang demi masa depannya dengan tenang dan tetap berpikir optimis serta realistis.

Baca juga:

The Lego Group Lampaui Rekor Pencapaian Industri Mainan

kebahagiaan anak
Membangun keluarga yang bahagia demi masa depan anak. (Foto: Pixabay/chillla70)

4. Membiarkan Anak Kenal Emosinya

Hayo ngaku ayah bunda… Siapa di sini yang sering banget melarang anaknya untuk rewel? Nangis dikit dimarahin. Rewel dikit diomelin. Ayah bunda… anak sejatinya merupakan kertas kosong yang perlu kita tulis dengan kata-kata indah.

Artinya, anak kecil belum bisa memahami perasaannya sendiri. Jadi, alih-alih langsung menghukum anak ketika tantrum, biarkan saja sejenak untuk ia bisa mengenal emosinya. Baru ketika anak sudah merasa tenang, tanyakan apa yang sebenarnya mengganggu hatinya.

Dengan begitu anak, akan tumbuh sebagai orang yang percaya diri dengan dirinya dan kondisi emosionalnya plus anak bisa mengontrol emosinya ketika berinteraksi dengan orang lain.

5. Menghabiskan Waktu Bicara dari Hati ke Hati

Materi memang sangat penting untuk menunjang pendidikan si kecil. Tak hanya itu, membesarkan anak memang harus punya banyak pemasukan agar gizi terpenuhi sehingga kesehatan terjamin.

Namun, apakah memenuhi kebutuhan finansialnya saja sudah cukup? Tentu saja tidak. Ayah bunda wajib hadir sebagai sosok orangtua yang sesungguhnya di dalam kehidupan anak.

Perbanyak sesi curhat setiap hari selepas bekerja dan sepulangnya anak dari sekolah atau tempat les. Habiskan akhir pekan dengan bercengkerama, bermain, atau sekadar wisata kuliner bersama anak. (Mar)

Baca juga:

Kenali Manfaat Nutrisi Esensial untuk Tumbuh Kembang si Kecil

#Anak-anak #Parenting #Ilmu Parenting
Bagikan
Ditulis Oleh

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.

Berita Terkait

Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Pramono Anung Dukung Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung kebijakan pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun yang mulai berlaku 28 Maret 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Maret 2026
Pramono Anung Dukung Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
Indonesia
Guru SD Jember Paksa 22 Siswa Telanjang, KPAI Kecam Keras Tindakan Merendahkan Martabat Anak
Menurut KPAI, tindakan melucuti pakaian siswa tidak bisa dibenarkan dengan alasan penegakan disiplin sekolah
Angga Yudha Pratama - Kamis, 12 Februari 2026
Guru SD Jember Paksa 22 Siswa Telanjang, KPAI Kecam Keras Tindakan Merendahkan Martabat Anak
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Fun
Liburan Keluarga Makin Seru, Nickelodeon Playtime Paw Patrol Hadir di Carstensz Mall Tangerang
Nickelodeon Playtime Paw Patrol resmi dibuka di Carstensz Mall, Tangerang. Hadir dengan konsep aman, bersih, dan edukatif untuk anak.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Januari 2026
Liburan Keluarga Makin Seru, Nickelodeon Playtime Paw Patrol Hadir di Carstensz Mall Tangerang
Indonesia
Kemenag Ingatkan Pentingnya Pencatatan Pernikahan, Lindungi Hak Perempuan dan Anak
Kementerian Agama mengungkapkan, bahwa pencatatan pernikahan sangat penting. Hal itu bisa melindungi perempuan dan anak-anak.
Soffi Amira - Selasa, 27 Januari 2026
Kemenag Ingatkan Pentingnya Pencatatan Pernikahan, Lindungi Hak Perempuan dan Anak
Lifestyle
Anak Demam 40 Derajat Masih Lari-Larian? Dokter RSUD Pasar Rebo Larang Buru-Buru Kasih Paracetamol
Fokus utama adalah mengawasi tanda dehidrasi dan pola napas anak
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
Anak Demam 40 Derajat Masih Lari-Larian? Dokter RSUD Pasar Rebo Larang Buru-Buru Kasih Paracetamol
Indonesia
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
70 anak di 19 provinsi kini terpapar konten kekerasan. Pemerintah pun akan menyiapkan aturan perlindungan di sekolah.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
Indonesia
Hidup Ditengah ‘Kepungan’ Gunung Sampah, Anak-Anak di Seputar TPA Bantar Gebang Didorong untuk Bermimpi dan Menjadikan Hidup Lebih Baik di Masa Depan
Yayasan Sekolah Alam Tunas Mulia dan Ranch Market memotivasi anak-anak TPA Bantar Gebang untuk bermimpi dan beraksi menuju masa depan yang lebih baik.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 15 November 2025
Hidup Ditengah ‘Kepungan’ Gunung Sampah, Anak-Anak di Seputar TPA Bantar Gebang Didorong untuk Bermimpi dan Menjadikan Hidup Lebih Baik di Masa Depan
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Bagikan