5 Fakta Penembakan Pemilik Mobil Rental Oleh Aparat

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Sabtu, 04 Januari 2025
5 Fakta Penembakan Pemilik Mobil Rental Oleh Aparat

Ilustrasi (ANTARA/HO)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Meninggalnya pemilik rental mobil di kawasan Tol Tangerang menambah catatan kasus kriminal yang menyeret aparat keamanan.

Disebut dalang penembakan merupakan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) aktif. Lantas seperti apakah fakta-fakta kasus ini?

Dalam video singkat yang tersebar luas di berbagai platform sosial media, terjadinya kasus penembakan di kawasan sekitar rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak.

Beberapa pria menyatroni sekelompok pria lainnya untuk mengambil alih mobil rental miliknya.

Dalam video terlihat sempat ada aksi tarik menarik dan upaya pengamanan. Namun saat proses membawa salah satu terduga penyewa terdengar lepasnya suara tembakan beberapa kali.

Sampai akhirnya kondisi chaos, dua orang menjadi korban pengeroyokan dan penembakan. Satu korban tergeletak dekat mobil sedangkan satu korban lainnya terkapar tidak berdaya di dalam minimarket.

Kerabat korban yang turut ikut dalam pengamanan mobil rental milik mereka langsung mendekati korban yang terlihat sudah tak sadarkan diri. Lalu memanggil korban agar tetap sadarkan diri.

"Ayah, ayah," ucap salah satu ke pria yang merupakan anak korban.

Dari hasil penyelidikan, nyatanya upaya penggelapan rental mobil tersebut melibatkan oknum TNI. Simak fakta-fakta seputar kasus penembakan bos rental mobil yang tengah viral:

1. Pelaku TNI berjumlah 4 orang

Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkapkan total pelaku yang diamankan tas kasus penembakam bos rental berjumlah empat orang prajurit.

2. Pelaku diamankan

4 Prajurit TNI pelaku pembunuhan diamankan di Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal)

3. Nama korban

Dalam tragedi itu, dua korban tertembak. Satu korban, Ilyas Abdurrahman berusia 48 tahun kondisinya tewas. Lalu R berusia 59 mengalami luka tembak di bagian tangan.

4. Tujuh Saksi diperiksa

Seperti yang diketahui bahwa saksi saat kejadian, rest area cukup dalam kondisi ramai. Makanya orang-orang yang berada di lokasi kejadian dijadikan saksi. Adapun jumlah saksi sebanyak 7 orang.

5. Tiga orang saksi adalah kerabat korban

Sebanyak tujuh tersangka diperiksa. Terbsgi empat orang yang berada di TKP dan tiga orang dari keluarga pemilik rental yang ikut saat kejadian. (Tka)

#Penembakan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Tidak ada Korban WNI, KJRI Beberkan Kronologis Aksi Penembakan di Islamic Center of San Diego
Motif penembakan masih diselidiki, namun Kepolisian San Diego menduga insiden ini berkaitan dengan serangan kebencian terhadap komunitas Muslim.
Wisnu Cipto - Selasa, 19 Mei 2026
Tidak ada Korban WNI, KJRI Beberkan Kronologis Aksi Penembakan di Islamic Center of San Diego
Indonesia
Penembakan di Islamic Center San Diego Tewaskan 5 Orang, KJRI Pastikan tidak Ada Korban WNI
Islamic Center San Diego sendiri dikenal sebagai salah satu pusat komunitas Muslim terbesar dari berbagai negara yang tengah menetap di California.
Wisnu Cipto - Selasa, 19 Mei 2026
Penembakan di Islamic Center San Diego Tewaskan 5 Orang, KJRI Pastikan tidak Ada Korban WNI
Dunia
Penembakan Trump di Washington Hilton, Hotel Tempat Reagan Ditembak 45 Tahun Silam
Hotel Washington Hilton merupakan tempat Presiden Ronald Reagan pernah ditembak 45 tahun silam.
Wisnu Cipto - Senin, 27 April 2026
Penembakan Trump di Washington Hilton, Hotel Tempat Reagan Ditembak 45 Tahun Silam
Indonesia
Bukan Incar Trump, Pelaku Penembakan Saat Makan Malam Sasar Pejabat AS
Insiden terjadi di hotel Washington Hilton dan memicu evakuasi Trump, Ibu Negara Melania Trump, Wakil Presiden JD Vance, serta sejumlah pejabat senior lainnya.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Bukan Incar Trump, Pelaku Penembakan Saat Makan Malam Sasar Pejabat AS
Dunia
Guru California 31 Tahun Tersangka Penembakan di Acara Trump Disidang Hari Ini
Insiden penembakan itu terjadi saat acara gala White House Correspondents’ Association di Hotel Washington Hilton, Sabtu (25/4) malam waktu setempat.
Wisnu Cipto - Senin, 27 April 2026
Guru California 31 Tahun Tersangka Penembakan di Acara Trump Disidang Hari Ini
Indonesia
Polda Jateng Akui Mantan Polisi Penembak Siswa SMKN 4 Semarang Positif Pakai Narkoba
Terpidana kasus penembakan yang menewaskan siswa SMKN 4 Semarang berinisial GRO itu dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Polda Jateng Akui Mantan Polisi Penembak Siswa SMKN 4 Semarang Positif Pakai Narkoba
Dunia
Soal Insiden di Papua Tengah, Komisi I DPR Dorong Investigasi Gabungan
Komisi I DPR mendesak investigasi insiden baku tembak yang menewaskan 15 warga sipil di Papua Tengah.
Soffi Amira - Jumat, 24 April 2026
Soal Insiden di Papua Tengah, Komisi I DPR Dorong Investigasi Gabungan
Indonesia
Penembakan Anak di Papua, Menteri Pigai: Rakyat Sudah Tahu Siapa Pelakunya
Menteri Natalius Pigai memastikan anak-anak yang menjadi korban penembakan itu telah mendapatkan perawatan intensif dari pihak medis.
Wisnu Cipto - Senin, 20 April 2026
Penembakan Anak di Papua, Menteri Pigai: Rakyat Sudah Tahu Siapa Pelakunya
Dunia
Turkiye Berduka, 2 Penembakan di Sekolah Jadi Alarm Keamanan bagi Anak-Anak
Ada dua serangan dalam waktu yang sangat singkat, keduanya terjadi di kota dengan tingkat pendapatan lebih rendah.
Dwi Astarini - Jumat, 17 April 2026
 Turkiye Berduka, 2 Penembakan di Sekolah Jadi Alarm Keamanan bagi Anak-Anak
Indonesia
Dua Siswa Jadi Korban Peluru Nyasar, DPR Desak TNI Lakukan Audit Investigasi
Langkah ini penting untuk memastikan transparansi serta akuntabilitas dalam penanganan kasus.
Dwi Astarini - Kamis, 16 April 2026
Dua Siswa Jadi Korban Peluru Nyasar, DPR Desak TNI Lakukan Audit Investigasi
Bagikan