Penembakan Charlie Kirk, Polisi Gelar Perburuan Intensif terhadap Tersangka

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 11 September 2025
Penembakan Charlie Kirk, Polisi Gelar Perburuan Intensif terhadap Tersangka

Charlie Kirk Ditembak di Leher. (Youtube)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PERBURUAN pelaku penembakan Charlie Kirk dimulai. Polisi bersenjata lengkap terus memburu seorang tersangka dalam penembakan fatal terhadap aktivis konservatif berpengaruh tersebut saat acara ramai di Utah Valley University. Kampus tetap dalam kondisi lockdown, sedangkan polisi menyisir area untuk mencari pelaku penembakan. Penembak melepaskan satu tembakan yang mengenai leher Kirk ketika ia sedang berbicara di acara mahasiswa terbuka.

Pria berusia 31 tahun itu ialah pendiri Turning Point USA, sebuah kelompok yang menyebarkan gagasan konservatif di kampus-kampus Amerika sejak ia masih remaja. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Kirk sebagai seorang patriot dan mengatakan kematiannya ialah momen kelam bagi Amerika. Dalam sebuah unggahan video, Trump mengatakan ia dipenuhi duka dan amarah atas pembunuhan keji terhadap Charlie Kirk.

Pejabat mengatakan hanya enam polisi yang bertugas menjaga keamanan acara yang dihadiri setidaknya 3.000 orang di lapangan terbuka. Pengamanan itu ditambah dengan petugas keamanan swasta yang disewa Kirk.

Tidak ada orang lain yang tertembak dalam acara tersebut, dan video memperlihatkan mahasiswa berlarian menyelamatkan diri ketika suara tembakan terdengar pada pukul 12.20 waktu setempat. Pejabat, pada Rabu (10/9) memberikan pernyataan yang bertentangan soal apakah tersangka, yang mengenakan pakaian serbahitam dan diyakini menembak dari atap gedung terdekat, telah ditangkap. Polisi mengonfirmasi dua orang telah ditahan untuk diinterogasi, tetapi dibebaskan setelah ditemukan tidak ada kaitan dengan penembakan ini.

Baca juga:

Geger, Influencer Pendukung Trump Charlie Kirk Ditembak di Leher, Timbulkan Kepanikan



Seorang pria, George Zinn, dibebaskan setelah didakwa menghalangi proses hukum. Sementara itu, tersangka lainnya dibebaskan tanpa dakwaan. “Penyelidikan dan perburuan pelaku penembakan masih berlangsung,” kata Departemen Keamanan Publik Utah dalam pernyataan Rabu (10/9) malam, dikutip BBC.

Mereka mengatakan insiden itu diyakini sebagai serangan yang ditargetkan. “Pelaku diyakini melepaskan tembakan dari atap gedung ke arah lokasi acara publik di halaman mahasiswa,” tambah mereka.

Beberapa jam setelah penembakan, orang-orang berkumpul di sekitar kampus yang ditutup, berharap bisa mengambil kendaraan dan barang-barang yang mereka tinggalkan saat melarikan diri. Polisi berjaga ketat di area sekitar, melarang siapa pun masuk ke kampus karena pencarian pelaku semakin intensif.

Para legislator dari seluruh AS menyuarakan kemarahan atas penembakan itu dan mengecam kekerasan yang menyertainya. Dalam pesan video dari Oval Office yang dibagikan Trump di media sosial, ia memuji Kirk sebagai seorang patriot yang mendedikasikan hidupnya untuk debat terbuka dan negara yang sangat ia cintai.

Ia menyebut Kirk sebagai teladan kebenaran dan kebebasan dan menuding kematiannya disebabkan kekerasan politik sayap kiri radikal. Trump juga berjanji untuk menemukan setiap orang yang berkontribusi pada kekejaman ini maupun kekerasan politik lainnya. Trump memerintahkan bendera di semua gedung federal dikibarkan setengah tiang.

Serangan ini mengejutkan warga Amerika, dan memicu pernyataan dari seluruh mantan presiden AS yang masih hidup, serta para pemimpin dunia termasuk PM Inggris Keir Starmer, para pemimpin Argentina, Italia, Kanada, serta Israel.(dwi)

Baca juga:

Profil Charlie Kirk, Politisi AS yang Ditembak hingga Tewas saat Berpidato di Utah

#Amerika Serikat #Penembakan #Charlie Kirk
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jaga Kedaulatan Budaya lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia
Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan Amerika Serikat.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Jaga Kedaulatan Budaya lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia
Indonesia
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat
Penggunaan kekuatan udara saja kemungkinan tidak akan mampu memaksa Teheran memenuhi tuntutan Amerika Serikat
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat
Dunia
12 Juta Permohonan Visa Tertunda, AS Disebut Sengaja Perlambat Layanan
Laporan tersebut menambahkan bahwa pejabat AS mengaitkan lambatnya proses imigrasi tersebut disebabkan oleh prosedur peninjauan permohonan yang lebih ketat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
12 Juta Permohonan Visa Tertunda, AS Disebut Sengaja Perlambat Layanan
Indonesia
Asosiasi Pelayaran Internasional Tolak Biaya Lewati Selat Hormuz
Asosiasi-asosiasi tersebut memperingatkan bahwa penerapan kebijakan semacam itu dapat menjadi preseden bagi langkah serupa di jalur pelayaran internasional lainnya
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Asosiasi Pelayaran Internasional Tolak Biaya Lewati Selat Hormuz
Dunia
Trump Tutup 5 Konsulat AS di 4 Negara, Termasuk Indonesia
Presiden AS Donald Trump menutup lima misi diplomatik, termasuk Konsulat AS di Medan, Indonesia.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Trump Tutup 5 Konsulat AS di 4 Negara, Termasuk Indonesia
Dunia
Trump Pastikan Amerikan Serikat Kenakan Biaya Melintas Selat Hormuz, Bukan Iran
"Saya tidak akan membiarkan mereka mengenakan biaya. Jika ada pihak yang akan mengenakan biaya, kami yang akan melakukannya," kata Trump.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
Trump Pastikan Amerikan Serikat Kenakan Biaya Melintas Selat Hormuz, Bukan Iran
Indonesia
Setelah Blokade Selat Hormuz, AS dan Israel Berencana Terapkan Blokade Darat ke Iran
Blokade darat disebut menjadi salah satu dari sejumlah opsi yang sedang dipertimbangkan Washington dan Tel Aviv untuk menekan Iran agar kembali ke meja perundingan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Setelah Blokade Selat Hormuz, AS dan Israel Berencana Terapkan Blokade Darat ke Iran
Indonesia
AS Serang Iran Habis-Habisan, DPR: Indonesia Harus Serukan Gencatan Senjata
Militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada Rabu malam waktu Amerika atau Kamis (30/7) dini hari waktu Teheran.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AS Serang Iran Habis-Habisan, DPR: Indonesia Harus Serukan Gencatan Senjata
Dunia
AS Siapkan Sanksi Baru Buat Rusia dan Iran, Bakal Kenakan Tarif Bea 500 Persen
Pemungutan suara tersebut merupakan tahap prosedural kedua terkait RUU tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
AS Siapkan Sanksi Baru Buat Rusia dan Iran, Bakal Kenakan Tarif Bea 500 Persen
Indonesia
AS Kerahkan 20 Kapal ke Timur Tengah Buat Operasi Militer dan Blokade Selat Hormuz
AS dan Iran sebenarnya telah menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengupayakan berakhirnya konflik sejak 28 Februari namun berakhir tanpa tindak lanjut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
AS Kerahkan 20 Kapal ke Timur Tengah Buat Operasi Militer dan Blokade Selat Hormuz
Bagikan