4 Keterampilan ini Dibutuhkan untuk Literasi Anak

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Rabu, 06 Oktober 2021
4 Keterampilan ini Dibutuhkan untuk Literasi Anak

Ajarkan anak literasi sejak dini. (Foto: Unsplash/Cmpare Fibre)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KETERAMPILAN literasi adalah kemampuan yang diperlukan anak untuk bisa membaca dan menulis sejak dini. Tidak hanya dengan metode pembelajaran di sekolah, mengasah keterampilan anak juga bisa dilakukan orang tua di rumah Terlebih di masa pandemi ini menjadi momen yang tepat bagi orang tua karena memiliki banyak waktu luang.

Mengutip laman Very Well Family, berikut empat literasi penting yang bisa dilakukan dengan cara mudah agar dapat dimengerti anak.

Baca juga:

Mengenal Literasi Tari Cokek di Tangerang

1. Kesadaran fonemik

4 Keterampilan Ini Dibutuhkan untuk Literasi Anak
Kemampuan untuk memahami bunyi bermakna dari bahasa yang didengar. (Foto: Unsplash/Edho Pratama)


Kesadaran fonemik adalah kemampuan untuk memahami bunyi bermakna dari bahasa yang didengar oleh anak , dan membuat kata-kata baru menggunakan cara yang berbeda.

Ini biasanya terjadi selama perkembangan anak berlangsung. Langkah ini menarik dilakukan untuk menguraikan bagian-bagian bahasa yang sebagian besar kita pelajari secara intuitif dengan mendengarkan orang tua kita.

Perlu dicatat bahwa kata-kata terdiri dari berbagai suara selain hanya konsonan dan vokal, termasuk digraf.

Digraf adalah dua konsonan yang terletak bersebelahan dalma sebuah kata yang melebur menjadi satu bunyi, misalnya ng, ny, sy,kh, sh. Saat anak mulai bermain dengan potongan-potongan kecil tersebut, itu menunjukkan bahwa mereka memiliki kesadaran fonemik.

2. Kesadaran cetak

4 Keterampilan Ini Dibutuhkan untuk Literasi Anak
Bahasa tulisan juga punya makna. (Foto: Unsplash/Aaron Burden)


Kesadaran cetak adalah komponen yang mengajarkan sistem fungsi cetak dan memberikan pemahaman bahwa tulisan berhubungan dengan bahasa lisan. Selayaknya bahasa lisan, bahasa tulisan juga merupakan alat komuniikasi dan mengandung pesan.

Pengenalan sistem fungsi cetak diperlukan agar anak memiliki kesadaran bahwa tulisan memiliki sistem, seperti membaca dari kiri ke kanan, tanda titik untuk berhenti, dan masih banyak lagi. Tanpa pemahaman ini, kecil kemungkinan anak untuk membaca tulisan.

Sebagian besar kesadaran cetak dimulai di rumah dan lingkungan sehari-hari anak, seperti kata-kata di rambu jalan, kotak sereal, dan sejenisnya.

3. Kosakata

4 Keterampilan Ini Dibutuhkan untuk Literasi Anak
Pahami kosakata. (Foto: Unsplash/Ben White)


Anak-anak yang belajar membaca biasanya memiliki dua jenis kosakata, yang merupakan kumpulan semua kata yang diketahui dan digunakan seseorang dalam percakapan.

Kata-kata dalam kosakata aktif adalah kata-kata yang dapat didefinisikan dan digunakan seseorang dalam konteksnya. Kata-kata dalam kosakata pasif adalah kata-kata yang diketahui seseorang, tetapi maknanya mungkin telah ia interpretasikan melalui konteks dan penggunaan oleh orang lain.

Baca juga:

Literasi Penting di Era Digital

4. Pemahaman membaca

4 Keterampilan Ini Dibutuhkan untuk Literasi Anak
Makna yang disampaikan dapat diterima. (Foto: Unsplash/Josh Applegate)


Jika anak dapat membaca dan memahami makna dari sesuatu yang dibacanya, ia dikatakan memiliki pemahaman bacaan. Lebih dari sekedar mampu membaca kata-kata, membaca pemahaman mencakup kemampuan untuk menarik kesimpulan dan mengidentifikasi pola dan petunjuk dalam sebuah teks.

Misalnya, jika seorang anak membaca tentang seseorang yang memutuskan untuk membawa payung, anak tersebut dapat menyimpulkan bahwa orang tersebut mengharapkan hujan, atau bahwa hujan dapat menjadi faktor dalam cerita tersebut. Membaca bukan hanya melihat kalimat tetapi juga memahami makna di balik itu. (and)

Baca juga:

Budaya Literasi Penting! Bagaimana Cara Membangun Budaya Literasi?

#Parenting #Lipsus Literasi Oktober #Literasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Indonesia
Industri Perbukuan Indonesia Sedang Menghadapi Persoalan Serius
RUU Sistem Perbukuan diperlukan karena industri perbukuan Indonesia sedang menghadapi persoalan serius.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 08 Agustus 2026
Industri Perbukuan Indonesia Sedang Menghadapi Persoalan Serius
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
Pemerintah Kirim 5,54 Juta Eksemplar Buku Bacaan Bermutu ke 24.609 Sekolah
Abdul Mu'ti juga menjelaskan pemerintah saat ini menjalankan tiga kebijakan literasi yang saling terintegrasi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Pemerintah Kirim 5,54 Juta Eksemplar Buku Bacaan Bermutu ke 24.609 Sekolah
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Indonesia
DPR Dukung Tambahan Anggaran Perpusnas Rp 357,77 Miliar, Literasi Dinilai Investasi Masa Depan Bangsa
Anggota Komisi X DPR RI dukung usulan tambahan anggaran Perpusnas Rp 357,77 miliar untuk perkuat layanan perpustakaan hingga pemerataan literasi daerah 3T.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
DPR Dukung Tambahan Anggaran Perpusnas Rp 357,77 Miliar, Literasi Dinilai Investasi Masa Depan Bangsa
Indonesia
Literasi dan Numerasi Sejak Dini Kunci Hadapi Era Modern
Anak-anak yang dekat dengan buku dinilai akan lebih berani bermimpi, mampu berpikir kritis, serta memiliki rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan zaman.
Dwi Astarini - Jumat, 29 Mei 2026
Literasi dan Numerasi Sejak Dini Kunci Hadapi Era Modern
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Bagikan