Parenting

Orangtua Abai akan Anak, ini 4 Dampak Fatalnya

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Senin, 01 Maret 2021
Orangtua Abai akan Anak, ini 4 Dampak Fatalnya

kurangnya perhatian dari orangtua bisa berdampak buruk bagi anak (foto: pixabay/mojpa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TERKADANG urusan pekerjaan bisa membuat orangtua seakan tak punya waktu untuk sang buah hati. Tidak sedikit orangtua yang menggunakan bekerja sebagai alasan untuk tak memerhatikan anak.

Padahal, kurangnya perhatian serta kasih sayang pada anak bisa berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak bila dibiarkan berlarut-larut.

Baca Juga:

Saran Ahli Gizi Agar Anak Gemar Makan Sayur

Seperti yang dilansir Alodokter, ada sejumlah dampak negatif dari kurangnya perhatian orang tua pada anak. Bahkan dampaknya cendrung berakibat fatal untuk tumbuh kembang anak.

Anak bisa terkena gangguan mental seperti depresi, stres hingga kecemasan (foto: pixabay/mandyme77)

Dampak negatif yang pertama yakni gangguan mental. Biasanya, anak yang kurang perhatian dari orang tua, mempunyai kadar serotonin lebih rendah. Padahal, serotonin merupakan hormon yang dibutuhkan untuk memperbaiki suasana hati.

Kemudian, anak cenderung lebih mudah marah dan merasa tertekan lantaran kadar hormon kortisolnya cendrung menigkat. Hingga akhirnya kondisi tersebut bisa membuat sang anak lebih berisiko mengalami gangguan mental. Seperti halnya stres, depresi hingga gangguan kecemasan.

Dampak negatif kedua yakni anak bisa mengalami krisis kepercayaan diri. Kurangnya perhatian orang tua membuat anak mengalami krisis kepercayaan diri, serta menganggap dirinya kurang berharga dibanding teman-teman yang lain.

Kondisi tersebut, bisa dialami anak apabila orang tua tak meluangkan waktu bersama sang anak, tidak memberikan apresiasi terhadap pencapaiannya, serta kurang mengetahui kemampuan sangat anak.

Baca Juga:

Literasi Digital Bantu Anak Lebih Mandiri

Bila sudah demikian, maka anak akan merasa tidak disayangi, tidak diakui dan tidak diperhatikan. Hal tersebut bisa membuat sang anak minder dan tidak percaya diri saat ingin melakukan sesuatu.

Dampak negatif ketiga yakni gangguan perilaku. Kurangnya perhatian orang tua bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada anak. Dalam hal ini yang dimaksud ialah suka mencuri, membuat onar hingga melakukan tindakan bullying. Hal negatif tersebut dilakukan anak untuk mendapat perhatian dari orang tua dan orang di sekitarnya.

Kurangnya perhatian orangtua bisa membuat anak suka mencuri, berbuat onar hingga melakukan tindakan bullying (foto: pixabay/qimono)

Dampak negatif keempat ialah perkembangan kognitif anak tidak optimal. Kurangnya perhatian orangtua dalam bentuk sentuhan seperti halnya pelukan, kecupan dan belaian, akan membantu perkembangan kognitif anak.

Karena itu, bila stimulasi tersebut kurang, maka akan menyebabkan anak mengalami masalah intelektual. Seperti halnya masalah akademis atau keterlambatan dalam berbicara.

Melihat sederet dampak negatif di atas, kurangnnya perhatian orang tua pada anak bukan hal yang bisa dianggap enteng. Karena, bila tak secepatnya di atas, maka kondisi tersebut akan berpengaruh pada kehidupan anak hingga dewasa, bahkan hingga dia berkeluarga. (Ryn)

Baca Juga:

TK Internasional Kipina, Tawarkan Salah Satu Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia

#Parenting #Ilmu Parenting #Gaya Hidup #Anak #Anak-anak #Kesalahan Orangtua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Angka Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen
Upaya pencegahan dan penanganan perkawinan anak perlu terus diperkuat.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
Angka Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen
Lifestyle
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Iis R. Soelaeman mendorong dukungan pemerintah bagi anak dengan cerebral palsy melalui akses terapi, kesehatan, pendidikan inklusif, dan fasilitas aksesibel.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Lifestyle
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
World Cerebral Palsy Day 2026 jadi momentum untuk memperkuat dukungan bagi anak dengan CP. Tekankan potensi anak dan pentingnya support system bagi keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
Lifestyle
30 Tahun Erajaya Group, Berkembang dan Bertransformasi untuk Selalu Relevan
Perubahan preferensi konsumen menjadi kompas utama kami dalam melangkah dan mengembangkan bisnis Erajaya.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Oktober 2026
  30 Tahun Erajaya Group, Berkembang dan Bertransformasi untuk Selalu Relevan
Lifestyle
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Dengan membawa tema Garden of Kindness: Where Creativity Grows on You, Karya Raya menegaskan pertumbuhan bukan hanya tentang banyaknya karya yang dihasilkan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Indonesia
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Sebelumnya tersangka juga berniat menjual anak pertamanya R p15 juta. Tetapi batal dan saat ini bayi telah berusia sekitar satu tahun
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Lifestyle
Begini Pentingnya Komunitas Wellness Bagi Perempuan, Bangun Percaya Diri
Veronica Tan menyoroti pentingnya tersedianya ruang bagi masyarakat, terutama perempuan, untuk aktif menjaga kesehatan sekaligus membangun komunitas yang saling menguatkan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Begini Pentingnya Komunitas Wellness Bagi Perempuan, Bangun Percaya Diri
Bagikan