Kesehatan

4 Cara Mengembalikan Indra Penciuman

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Selasa, 27 Juli 2021
4 Cara Mengembalikan Indra Penciuman

COVID-19 menjadi salah satu penyebab anosmia. (Foto: Unsplash/Richard Ecsedi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SALAH satu gejala yang dialami saat terpapar COVID-19 ialah anosmia atau kehilangan kemampuan indra penciuman. Mereka yang merasakannya akan 'kesal’ karena tidak bisa menciuman aroma hingga merasakan makanan.

Pada penderita pilek, anosmia umumnya akan hilang saa hawa dingin mereda. Sementara itu, mereka yang terpapar COVID-19, anosmia akan bertahan sedikit lebih lama dan dapat diatasi dengan beberapa cara berikut.

Baca juga:

COVID-19 Bisa Sebabkan Gejala Anosmia, Apa Itu?

1. Latihan penciuman

4 Cara Mengembalikan Indra Penciuman
Mencium bunga mawar. (Foto: Unsplash/Andi Rieger)


Latihan penciuman dilakukan dengan mengandalkan ingatan tentang aroma untuk mengaktifkan kembali saraf-saraf penciuman. Latihan ini melibatkan penciuman berulang dari beberapa aroma, seperti lemon, mawar, cengkeh, dan kayu putih.

Mengutip laman Alodokter, masing-masing aroma dihirup dalam-dalam selama 15 sampai 29 detik. Saat menghirupnya, cobalah untuk mengingat kembali seperti apa aroma dari bahan-bahan tersebut. membayangkan aroma pada suatu objek diduga dapat melatih ujung saraf indra penciuman. Lakukan cara ini selama dua sampai tiga kali sehari setidaknya selama tiga bulan.

2. Konsumsi teh jahe

4 Cara Mengembalikan Indra Penciuman
Membuat teh jahe dengan mudah di rumah. (Foto: Unsplash Julia Topp)


Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah dengan cara mengonsumsi teh jahe yang memiliki aroma khas dan menyengat. Selain itu, minum jahe saat hidung tersumbat dapat meredakan peradangan pada saluran pernapasan sekaligus mengurangi pembentukan lendir yang menyumbat saluran hidung.

Cara membuat teh jahe cukup mudah, yakni dengan menyeduh satu sendok makan jahe mentah yang telah diiris dan ditumbuk ke dalam dua cangkir air panas selama sekitar 15 menit.

3. Irigasi hidung

4 Cara Mengembalikan Indra Penciuman
Menggunakan larutan garam. (Foto: Unsplash/Marina Vitale)


Jika anosmia disebabkan oleh infeksi atau alergi, kamu bisa mencoba metode irigasi hidung untuk mengembalikan indra penciuman. Caranya dengan menggunakan larutan garam yang dapat dibeli secara bebas di apotek atau membuatnya sendiri dengan mencampur sendok teh garam dan setengah sendok teh soda kue dalam satu acngkir air matang.

Selanjutnya masukkan larutan air garam ke dalam botol semprot atau botol irigasi. Untuk membersihkan bagian dalam hidung, coba miringkan kepala ke salah satu sisi tubuh. semprotkan larutan garam ke dalam salah satu lubang hidung secara perlahan ke arah yang berlawanan dengan sisi miring kepala.

Biarkan larutan air garam mengalir keluar dari lubang hidung lainnya atau mulut.

Baca juga:

Setelah Terkena COVID-19, Kemampuan Indra Penciuman Bisa Hilang Hingga 5 Bulan

4. Konsumsi obat-obatan tertentu

4 Cara Mengembalikan Indra Penciuman
Mengonsumsi obat-obatan tertentu dari dokter. (Foto: Unsplash/Myriam Zilles)


Kamu bisa mengonsumsi obat-obatan seperti Dekongestan, Antihistamin, semprotan hidung steroid, dan Antibiotik. Penelitian menunjukkan bahwa latihan penciuman yang diserta dengan semprotan hidung steroid, berupa budesonide, dapat meningkatkan kemampuan penciuman. (and)

Baca juga:

Jalani Isoma Sejak 12 Juli, Gibran Akan Kembali Tes COVID-19 Pekan Ini

#Kesehatan #COVID-19
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan