4.000 Personel TNI-Polri Dikerahkan Jelang Kunjungan Jokowi ke Papua

Mula AkmalMula Akmal - Minggu, 21 Juli 2024
4.000 Personel TNI-Polri Dikerahkan Jelang Kunjungan Jokowi ke Papua

Arsip-Apel bersama anggota TNI dan Polri. Foto: Dok Setkab

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - TNI dan Polri menggelar apel pasukan dalam rangka pengamanan kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Papua untuk menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (HAN).

Presiden Joko Widodo akan membuka acara puncak peringatan HAN ke-40 yang dipusatkan di Istora Papua Bangkit, Kabupaten Jayapura, Selasa 23 Juli 2024.

Danrem 172/Praja Wira Yakti Brigjen TNI Dedi Hardono di Jayapura, Minggu, mengatakan personel yang disiapkan untuk pengamanan presiden bersama Ibu Negara Iriana Jokowi sebanyak 4.000 orang.

"Pengamanan akan dilakukan di sejumlah titik mulia dari Bandara Sentani hingga ke tempat acara," katanya.

Baca juga:

Ribka Tjiptaning Ajak Warga Desak Jokowi Tetapkan Kudatuli Masuk Pelanggaran HAM Berat

Menurut Hardono, pengamanan presiden bersama ibu negara kali ini harus dikawal dengan penuh rasa tanggung jawab sehingga seluruh rangkaian kegiatan perayaan HAN 2024 dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

"Pesan kami kepada semua personel agar dalam menjalankan tugas juga harus profesional dan integritas," ujarnya.

Dia menjelaskan selain itu harus disiplin dan penuh dedikasi yang tinggi dan menjadi landasan setiap personel dalam melakukan tugas pengamanan.

"Kemudian kewaspadaan dan kesiapsiagaan terutama dari unsur intelijen agar menjalankan tugas dengan baik sehingga dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya lagi.

Baca juga:

Orang Dekat Prabowo Masuk Kabinet Jokowi Jelang Pensiun, Gibran Sebut Transisi Bisa Cepat

Dia menambahkan seluruh personel dapat memahami dan tanggap terhadap perkembangan situasi di masing-masing sektor. (*)

#Joko Widodo #Presiden Joko Widodo #Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Mula Akmal

Jurnalis, editor, dan periset dengan pengalaman lebih dari satu dekade di bidang politik, hukum, pertahanan, keamanan nasional, dan ruang digital. Menempuh magister Peperangan Asimetris di Universitas Pertahanan RI, dengan fokus pada perang kognitif, keamanan siber, perang narasi, dan konflik nonkonvensional.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Penasaran soal arah politik mantan presiden kita? Jokowi akhirnya pamer KTA dan ngasih bukti resmi gabung PSI. Simak cerita lengkap soal nomor uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan