304.602 Orang Daftar Jadi Panitia Pemilihan Kecamatan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 November 2022
304.602 Orang Daftar Jadi Panitia Pemilihan Kecamatan

KPU.(Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Proses tahapan rekrutmen calon panitia pemilihan kecamatan (PPK) Pemilu Serentak 2024 telah digelar sejak 20 November 2022. Di mana tahapan ditutup pada 29 November 2022.

Komisi Pemilihan Umum RI menyampaikan pelamar calon panitia pemilihan kecamatan atau PPK untuk Pemilihan Umum Serentak 2024 berjumlah 304.602 orang.

Baca Juga:

DKPP Terima 33 Pengaduan Dugaan Pelanggaran Etik Terkait Rekrutmen Penyelenggara Pemilu

"Sampai hari ini kami sudah mendata total seluruh Indonesia itu 304.602 pelamar dengan rincian 196.747 pelamar laki-laki atau 65 persen dari jumlah total pelamar," kata Anggota KPU RI Parsadaan Harahap di Tangerang Selatan, Banten, Selasa (29/11).

Parsadaan mengatakan, perempuan yang melamar sebagai calon PPK berjumlah 107.856 pelamar, atau sebesar 35 persen dari total pelamar se-Indonesia.

Ia mengatakan, pendaftaran telah ditutup 29 November di jam kerja tepatnya pukul 16.00 WIB di seluruh Indonesia.

"Secara otomatis, penerimaan pendaftaran melalui sistem Siakba otomatis tertutup terkunci terkait dengan proses pendaftaran untuk anggota badan adhoc PPK," ucapnya.

Ia mengatakan, tahapan pendaftaran baru awal dari proses rekrutmen calon PPK. Para pendaftar selanjutnya akan mengikuti proses tahapan verifikasi berkas kelengkapan dan keabsahan yang telah disampaikan saat mendaftar melalui Siakba maupun penyampaian berkas pendaftaran manual.

"Nah kemudian setelah itu dilakukan proses ujian tertulis berbasis komputer, ini akan kami lakukan pada 6 Desember 2022, setelah itu proses wawancara dengan sebelum kami umumkan ke publik sebagai bagian dari uji publik," kata dia.

Ia mengungkapkan, pengumuman ke publik nantinya diharapkan dapat mendapatkan masukan dan informasi terhadap para calon PPK yang mendaftar, sehingga mereka yang terpilih menjadi badan adhoc benar-benar orang-orang yang berkompeten, berintegritas, tidak pernah menjadi anggota partai politik maupun tim sukses.

"Yang masuk nanti diharapkan orang orang yang dengan rekam jejak yang baik, integritas yang baik juga," ujarnya. (*)

Baca Juga:

Wapres Ingatkan Pemilu 2024 Tidak Koyak Persatuan

#Pemilu #KPU
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Lula da Silva Menangkan Masa Jabatan Presiden Brasil ke-4
Kemenangan tersebut memberi Lula masa jabatan presiden keempat yang tidak berurutan, setelah menang pada 2002, 2006, dan 2022.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Oktober 2026
Lula da Silva Menangkan Masa Jabatan Presiden Brasil ke-4
Indonesia
KPU Jelaskan Proses Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024
KPU akhirnya menjelaskan proses verifikasi syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
KPU Jelaskan Proses Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024
Indonesia
Penjelasan Detail KPU Soal Verifikasi Ijazah Gibran Saat Pencalonan Pilpres
KPU bertanggung jawab melakukan verifikasi dokumen persyaratan calon, sedangkan penilaian dan penyetaraan pendidikan luar negeri merupakan kewenangan kementerian
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Penjelasan Detail KPU Soal Verifikasi Ijazah Gibran Saat Pencalonan Pilpres
Indonesia
Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Sampai di Meja MK, Putusan Dibacakan Malam Ini
MK akan membacakan putusan gugatan terkait syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka pada Selasa (6/10) pukul 20.00 WIB.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Sampai di Meja MK, Putusan Dibacakan Malam Ini
Indonesia
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Isu-isu strategis yang akan dibahas itu menjadi dasar bagi panja untuk mengundang pihak-pihak terkait guna menyampaikan saran dan masukannya terhadap sistem Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Dunia
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Calon presiden Flavio Bolsonari memperoleh suara 47,23 persen. Kemudian, Lula da Silva memperoleh suara 44,93 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Indonesia
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Sistem tersebut menarik karena partai politik memiliki peran dalam menentukan calon yang memperoleh mandat rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Bagikan