Kesehatan Mental

3 Kata yang Kerap Diucapkan Orang yang Ingin Bunuh Diri

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 10 September 2020
3 Kata yang Kerap Diucapkan Orang yang Ingin Bunuh Diri

Tiga kata ini akan diucapkan oleh mereka yang ingin bunuh diri (Sumber: Pexels/Kat Jayne)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETIAP orang tentu pernah merasa lelah, putus asa dan sakit luar biasa. Namun, dibutuhkan jiwa yang kuat untuk bisa bertahan dan bangkit. Meski banyak yang bisa kembali optimistis, mereka dengan riwayat penyakit mental seperti depresi cenderung memiliki gagasan untuk bunuh diri.

Mereka yang sudah sampai pada gagasan bunuh diri terbagi menjadi dua tahapan. Pertama, pemikiran bunuh diri sementara. Di tahapan ini, mereka hanya baru tebersit ide untuk bunuh diri. Psikolog dan Suicidologist Indonesia, Benny Prawira M.Psi menjelaskan mereka yang masih di fase ini memiliki harapan hidup yang cukup tinggi apabila merasa masih ada alasan hidup, tidak punya akses ke metode bunuh diri, dan tidak berani atas rasa sakit.

BACA JUGA:

Waspadai Copycat Suicide, Bunuh Diri Dipicu Figur Publik Dunia

Jika tidak juga mendapat penanganan, maka akan berkembang ke fase kedua. "Mereka mulai menarik diri dari pergaulan, mengabaikan kesehatan diri dan mencari metode mati," urainya.

Lebih lanjut Benny mencontohkan beberapa upaya mengabaikan kesehatan diri misalnya merokok, mengonsumsi alkohol hingga kebut-kebutan. "Kalau yang memang punya kebiasaan merokok atau minum alkohol sebelumnya biasanya akan menaikkan dosisnya berkali-kali lipat," jelasnya.

woman
Orang yang ingin bunuh diri akan mencari metode bunuh diri tertentu. (Sumber: Pexels/Engin Akyurt)

Pun jika mereka muncul di sosial media, mereka terlihat mengekspresikan kekecewaannya dan penyesalannya hidup di dunia ini. Ucapan seperti 'saya ingin mati', 'saya tidak ingin dilahirkan', hingga ucapan pesimis lainnya kerap kali muncul di sosial media miliknya. "Kalau ada teman atau kerabat yang seperti ini tolong ya jangan dirundung atau berpikir dia caper. Segera tawarkan bantuan," saran Benny.

sad\
Sikap pesimistis kerap ditunjukkan mereka yang ingin bunuh diri (Sumber: Pexels/Pixabay)

Puncaknya, orang dengan keinginan bulat untuk bunuh diri akan mengucapkan tiga kata; terima kasih, minta maaf dan selamat tinggal. "Beberapa ada yang membuat reuni agar bisa menyampaikan tiga kalimat tersebut secara langsung. Ada pula yang membuat perwasiatan," ujarnya. Perwasiatan tersebut misalnya jika mereka punya hewan peliharaan atau anak yang begitu disayang akan dititipkan ke orang kepercayaannya. (Avia)

*Depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.

BACA JUGA:

7 Langkah Bijak Jauhkan Pikiran Bunuh Diri

#Bunuh Diri #Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Kronologis detik-detik pria berinisial AYA (31) asal Bekasi yang tewas jatuh dari lantai 3 Pondok Indah Mall (PIM) 2, akhirnya dibuka ke publik.
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Maret 2026
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Indonesia
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Seorang pria meninggal dunia usai melompat dari lantai 3 salah satu mall di Jakarta Selatan, Minggu (8/3) siang.
Frengky Aruan - Minggu, 08 Maret 2026
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Indonesia
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Wakapolri menyoroti tragedi anak bunuh diri di NTT. Ia pun meminta negara bisa hadir lebih cepat.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Indonesia
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, merasa gagal usai seorang anak bunuh diri karena tak mampu bersekolah.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Bagikan