24 Pekerja Dibunuh di Hari Pertama, Begini Kronologi Pembantaian KKB di Distrik Yall Papua
Ilustrasi (Pixabay)
Merahputih.com - Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Mustofa Kamal membenarkan puluhan pekerja jalan dan jembatan Trans Papua jadi korban penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua pada Minggu, (2/12).
“31 orang (korban). Itu info dan laporan yang kami dapat,” kata Kamal, senin (3/12).
Kamal merinci, dari total 31 orang yang jadi korban penyerangan, dilaporkan sebanyak 24 orang dibunuh hari pertama. Lalu delapan orang sempat menyelamatkan diri ke rumah anggota DPRD. Namun tujuh dari delapan orang yang menyelamatkan diri ke rumah salah satu anggota DPRD ikut dibunuh, sementara satu orang lainnya berhasil menyelamatkan diri.
"Satu orang dilaporkan melarikan diri dan hingga saat ini belum ditemukan. Besok (hari ini) saya akan ke TKP," sambung kamal dikutip Jawapos.com.
Kejadian pembantaian itu terjadi pada Minggu (2/12) dan baru diketahui Senin (3/12) sore.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, KKB itu mengamuk lalu membantai para pekerja karena merasa marah saat ada beberapa pekerja tengah memergoki para KKB melangsungkan upacara HUT OPM 1 Desember. Upacara itu berlangsung tak jauh dari para pekerja tengah bekerja. Nah, ternyata para pekerja itu ada yang mengabadikan gambar lewat ponsel ketika para KKB tengah melangsungkan upacara OPM.
Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Infanteri Dax Sianturi mengaku informasi pembantaian tersebut baru diterima senin (3/12) sore. Dax juga tak bisa langsung menerjunkan pasukannya ke lokasi kejadian.
"Dalam situasi malam hari dan medan yang berat, tidak ideal untuk mengerahkan pasukan," jelas Dax.
Ketua I DPRD Kabupaten Nduga Alimin Gwijangge saat dikonfirmasi memastikan bahwa pelaku pembantaian kepada para pekerja bukanlah masyarakat sekitar pembangunan proyek. “Bukan masyarakat pelakunya tapi kelompok bersenjata pimpinan Yania Kogoya,”ujar dia.
Para pekerja yang jadi korban KKB itu merupakan pekerja PT Istaka Karya. Di distrik Yall, PT Istaka Karya memperkerjakan kurang lebih 24 orang.
Joko, Salah satu staf logistik PT Istaka mengatakan hingga kini staf Istaka yang ada di Wamena masih melakukan komunikasi dengan pihak lapangan di Camp Distrik Yall melalui telepon satelit. Namun, para karyawan Istaka di Distrik Yall Kabupaten Nduga dengan staf Istaka di Wamena putus komunikasi. Para karyawan Istaka di Distrik Yall sudah tidak bisa dihubungi.
Menurut Joko, Pihak PT Istak di Wamena saat ini belum mendapatkan informasi akurat terkait dengan karyawannya di Distrik Yall. (*)
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire Diduga Akibat Gangguan Mesin
[HOAKS atau FAKTA]: Donald Trump Pindahkan 1 Juta Orang Israel ke Papua, Prabowo Sudah Oke
Freeport McMoRan Berencana Ajukan Perpanjangan Izin Tambang Usai Rampungkan Pembangunan Smelter
Gempa M 5,5 Maluku Tengah Getarannya Terasa Hingga Papua
Serangan Terhadap Warga Sipil Terjadi Jelang Natal di Yahukimo, Polisi Duga Pelaku KKB
Desak Negara Hadir Selamatkan Pendidikan 700 Ribu Anak Papua
Kejar Swasembada Energi, Prabowo Minta Papua Tanam Sawit hingga Singkong
Anggaran Makan Begizi Gratis di Papua Rp 25 Triliun, Lebih Mahal Dibandingkan Jawa
Presiden Larang Dana Otsus Papua Digunakan Buat Perjalanan Luar Negeri
Prabowo Ingatkan Kepala Daerah Papua tak Gunakan Dana Otsus untuk Jalan-Jalan