2300 Hewan Bakal Divaksin Rabies Pekan Depan

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 01 September 2021
2300 Hewan Bakal Divaksin Rabies Pekan Depan

Vaksin rabies untuk mencegah penyebaran rabies di Yogyakarta. (Foto: Unsplash/Glenn Han)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PEMERINTAH Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan akan mengadakan vaksinasi rabies mulai 6 September sampai 30 Oktober 2021. Tahun ini Pemkot menyasar 2.300 hewan meliputi anjing, kucing dan kera yang akan menerima vaksin.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Suyana menjelaskan vaksinasi rabies dilakukan secara rutin untuk mencegah penyakit rabies berkembang dan menjaga status bebas rabies di DIY.

Baca Juga:

Apakah Normal Jika Anjing Mengorok Saat Tidur?

anjing
Vaksinasi untuk hewan peliharaan bisa dilakukan di seluruh kelurahan Kota Yogyakarta. (Foto: Pexels/Pranidchakan Boonrom0

“DIY masuk dalam 26 provinsi di Indonesia yang sudah dinyatakan bebas rabies sejak 1997. Status ini harus dipertahankan dengan cara melakukan vaksinasi rabies secara rutin,” kata Suyana di Yogyakarta, Rabu (01/09)

Program vaksinasi rabies tersebut akan dilakukan di seluruh kelurahan di Kota Yogyakarta serta Poliklinik Hewan di Kota Yogyakarta, bahkan di klinik-klinik praktik dokter hewan swasta yang ada di kota tersebut. Pemilik hewan tidak akan dipungut biaya untuk memvaksinkan peliharannya.

Kegiatan vaksinasi di kelurahan dilaksanakan pada 6-24 September secara bergiliran, sedangkan vaksinasi di poliklinik dan klinik dokter hewan swasta dilakukan pada 6 September hingga 30 Oktober. Warga yang ingin mengakses program tersebut diminta mendaftar melalui nomor WhatsApp atau link pendaftaran di alamat https://bit.ly/vaksinrabiesjogja21.

"Bisa datang langsung ke Poliklinik Hewan Kota Yogyakarta. Hingga saat ini sudah ada 150 pendaftar,” katanya.

Baca Juga:

Mengenal Parvo, Virus Mematikan yang Mengintai Anjing Kesayanganmu

hewan
Kucing termasuk hewan yang harus divaksinasi rabies. (Foto: Pexels/Gustavo Fring)

Pemilik hewan wajib membawa KTP saat hendak memvaksin hewan peliharannya. Sementara pemilik yang bukan warga asli Yogyakarta, diminta membawa KTP atau surat keterangan domisili dari RW setempat.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sri Panggarti mengatakan hewan yang akan divaksinasi sebaiknya sudah diberi obat cacing minimal sepekan sebelumnya.

"Hewan juga harus dalam kondisi sehat, tidak sedang hamil atau menyusui, dan berusia minimal empat bulan," tutur Sri Panggarti.

Pada tahun lalu, hewan yang mengikuti vaksinasi rabies tercatat sebanyak 2.170 ekor yang terdiri atas 490 ekor anjing, 1.679 kucing, dan satu ekor kera. “Vaksinasi rabies sebaiknya diulang setiap satu tahun sekali,” katanya.

Sri menceritakan pihaknya pernah menerima laporan adanya kasus warga digigit. Korban berasal Kecamatan Mergangsan dan mendapat penanganan di pusat layanan kesehatan. Sedangkan anjing yang menggigit diketahui mati.

“Kami pun bergerak cepat, karena mencurigai anjing terkena rabies. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan bahkan autopsi, anjing dinyatakan negatif rabies dan meninggal mendadak karena sebab lain,”
katanya. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Baca Juga:

Aneh-Aneh Kebiasaan Anjing

#Kesehatan #Hewan #Vaksin Rabies
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan