20 Poin Proposal Gencatan Senjata Gaza dari Trump Hanya Wakili Kepentingan AS dan Israel

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 01 Oktober 2025
20 Poin Proposal Gencatan Senjata Gaza dari Trump Hanya Wakili Kepentingan AS dan Israel

Presiden Donald Trump (Foto: Partai Republik AS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, merespons 20 poin proposal gencatan senjata di Gaza yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Israel. Proposal tersebut dinilai dibuat secara sepihak dan hanya mewakili kepentingan politik Amerika dan Israel.

Oleh mengatakan, proposal gencatan senjata itu dibuat oleh Amerika dan Israel tanpa melibatkan negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sehingga memunculkan keraguan luas mengenai efektivitas dan komitmennya.

Menurutnya, pengalaman selama ini menunjukkan bahwa Israel kerap mengingkari perjanjian yang telah disepakati, sehingga sulit untuk mempercayai proposal yang ditawarkan Trump. Proposal itu penuh dengan kepentingan politik Amerika dan Israel.

Baca juga:

Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu Sepakati Rencana Perdamaian Baru untuk Gaza

“Sulit untuk percaya pada proposal yang tidak disusun secara inklusif, terlebih jika hanya lahir dari kepentingan sepihak Amerika dan Israel. Rekam jejak Israel jelas, berulang kali mengingkari kesepakatan internasional,” tegasnya, Rabu (1/10).

Oleh menekankan, pemerintah Indonesia harus tetap konsisten pada garis politik luar negeri yang sudah diperjuangkan selama ini, yakni mendukung penuh perjuangan rakyat Palestina dan menegakkan solusi dua negara (two-state solution).

“Indonesia tidak boleh terjebak pada manuver sepihak yang justru mengaburkan substansi penyelesaian konflik. Kita harus terus menyuarakan penghentian genosida terhadap rakyat Palestina dan mendesak adanya gencatan senjata permanen, bukan sekadar kesepakatan sementara yang rawan dilanggar,” ujarnya.

Baca juga:

Presiden Prabowo Siap Kirim 20 Ribu Pasukan ke Gaza, DPR: Wujud Nyata Amanat Konstitusi

Dia juga mengajak negara-negara anggota PBB, khususnya di kawasan Asia dan dunia Islam, untuk memperkuat solidaritas dalam menekan Israel agar mematuhi hukum internasional.

“Tanpa tekanan internasional yang kuat, proposal sepihak hanya akan menjadi dokumen politik tanpa makna,” tambah politisi asal Dapil Jawa Barat XI itu.

Dengan sikap ini, Oleh Soleh berharap Indonesia terus mengambil peran aktif di kancah internasional sebagai suara moral dunia yang memperjuangkan kemerdekaan Palestina secara adil dan bermartabat. (Pon)

#Konflik Palestina #Jalur Gaza #Israel
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Dunia
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Hamas setiap hari selalu memberikan laporan pelanggaran yang dilakukan Israel ke negara mediator gencatan senjata Gaza.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 Desember 2025
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Indonesia
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
Denmark, Prancis, Yunani, Slovenia, dan Inggris mengecam kekerasan Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Desember 2025
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
Dunia
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait kasus kejahatan perang di Gaza
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Desember 2025
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Dunia
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Dewan Perdamaian tersebut merupakan komponen kunci dari kesepakatan gencatan senjata Trump untuk Jalur Gaza
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Desember 2025
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Indonesia
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
Penyerbuan ini dianggap melanggar Piagam PBB dan Resolusi Dewan Keamanan 2730 yang keluar 24 Mei 2024.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 09 Desember 2025
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
Dunia
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah
Membuka Rafah dua arah menjamin kebebasan bergerak warga Palestina di Gaza, serta memastikan tidak ada penduduk yang dipindah paksa.
Wisnu Cipto - Sabtu, 06 Desember 2025
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah
Dunia
Presiden Lebanon Utamakan Bahasa Negosiasi Ketimbang Perang Hadapi Israel
Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan pembahasan gencatan senjata dengan Israel akan dilanjutkan dalam pertemuan pada 19 Desember 2025.
Wisnu Cipto - Jumat, 05 Desember 2025
Presiden Lebanon Utamakan Bahasa Negosiasi Ketimbang Perang Hadapi Israel
Dunia
Disidang dalam Kasus Korupsi, Benjamin Netanyahu Minta Pengampunan dari Presiden Israel
Kantor Perdana Menteri mengatakan Netanyahu telah menyerahkan permintaan pengampunan kepada Departemen Hukum Kantor Presiden.
Dwi Astarini - Senin, 01 Desember 2025
 Disidang dalam Kasus Korupsi, Benjamin Netanyahu Minta Pengampunan dari Presiden Israel
Dunia
Israel 591 Kali Langgar Gencatan Senjata Sejak 10 Oktober, Tewaskan 357 Warga Palestina
Pemerintah Gaza melaporkan sebanyak 357 warga Palestina tewas dan 903 terluka dalam serangan Israel sejak gencatan senjata mulai berlaku 10 Oktober 2025.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Desember 2025
Israel 591 Kali Langgar Gencatan Senjata Sejak 10 Oktober, Tewaskan 357 Warga Palestina
Indonesia
20 Ribu TNI Dikirim ke Gaza: Jatah Terbesar AD 60%, 3.650 Personel dari AU
Tidak hanya personel, TNI AU juga siap menyediakan pesawat angkut Hercules C-130 untuk dikirim ke Gaza, sesuai perintah panglima TNI.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 November 2025
20 Ribu TNI Dikirim ke Gaza: Jatah Terbesar AD 60%, 3.650 Personel dari AU
Bagikan