2 Raja Keraton Solo Gelar Grebeg Mulud, Gunungan Ludes saat Doa belum Selesai

Dwi AstariniDwi Astarini - 1 jam, 39 menit lalu
2 Raja Keraton Solo Gelar Grebeg Mulud, Gunungan Ludes saat Doa belum Selesai

Warga berebut gunungan Grebeg Gunungan Mulud Keraton Surakarta di Masjid Agung Keraton Solo, Rabu (26/8). (Foto: Merahputih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - DUA raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningkrat, PB XIV Hangabehi dan PB XIV Purbaya, menggelar kegiatan adat Grebeg Mulud atau peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Keraton Surakarta, Rabu (26/8).

Warga menyambut acara tersebut bahkan sudah berebut dua gunungan sepasang jaler dan estri sebelum dibacai doa oleh pemuka agama ulama Masjid Agung Keraton. Gunungan ludes dalam waktu sekitar 10 menit.

Grebeg Mulud dimulai dulu oleh kubu PB XIV Hangabehi atau Gusti Mangkubumi atau Paku Buwana XIV yang tiba di Masjid Agung Solo sekitar pukul 10.00 WIB.

Mereka membawa dua pasang gunungan yang berisi hasil bumi. Gunungan itu menjadi perhatian masyarakat maupun wisatawan. Para pengunjung telah memadati halaman Masjid Agung Solo.

Baca juga:

Grebeg Maulud Keraton Surakarta, Ribuan Warga Berebut 2 Gunungan


Gunungan diletakkan di halaman Masjid Agung Solo, sedangkan perwakilan keraton dan pengurus masjid berdoa untuk puncak acara sekaten tersebut. Warga yang antusias memperebutkan dua gunungan meskipun proses doa belum selesai. Gunungan habis dalam sekian detik. Pembagian gunungan berjalan tertib dibantu petugas gabungan dan abdi dalem.


Sementara itu, kelompok Sri Susuhunan Pakubuwono Empat Belas juga membawa dua pasang gunungan dari hasil bumi dari Keraton Solo ke Masjid Agung Solo. Gunungan itu didoakan bersama perwakilan Keraton dan pengurus Masjid Agung Solo sebelum dibagikan kepada warga maupun pengunjung.

Dua pasang gunungan dibagikan di halaman Masjid Agung Solo, sidanya di depan Kori Kamandungan. Pembagian gunungan berjalan tertib meskipun warga mengambil hasil bumi sebelum doa belum selesai.

“Saya dapat roti, sayur, dan intip dari gunungan untuk ngalap berkah. Istilahnya punya keyakinan,” kata warga Mulyani warga Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Subakir, 65, Rabu (26/8).


Subakir menjelaskan selalu mengikuti tradisi Hajaddalem Pareden Garebeg Mulud setiap tahun. Para pedagang juga sudah diatur sehingga tradisi sekaten lebih rapi atau tertata. “Saya ikut ambil gunungan tiap ada gunungan sekaten Keraton Solo,” katanya.


Penghulu Tafsir Anom di Keraton Kasunanan Solo Kanjeng Raden Tumenggung KH Muhammad Muhtarom menjelaskan Hajaddalem Pareden Garebeg Mulud merupakan acara puncak sekaten. “Garebeg Mulud merupakan wujud syukur Keraton Solo dan masyarakat dan abdi dalem dengan adanya kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan harapan masyarakat meneladani Nabi Muhammad,” ujar Muhtarom.

Masjid Agung Solo, kata dia, melayani dua internal Keraton Solo yang mengadakan Hajaddalem Pareden Garebeg Mulud. Tujuannya sama-sama untuk bersyukur kepada Tuhan.

“Diharapkan, Keraton Solo mendapatkan ketentraman, kembali kuncoro, menjadi pusat peradaban kembali, menjadi pusat tata nilai kembali. Keraton Solo menjadi pusat tata nilai kembali bisa membawa kebahagian bagi masyarakat,” pungkasnya.(Ismail/Jawa Tengah)

Baca juga:

Peringatan Maulid Nabi, Keraton Surakarta Tiadakan Tradisi Sekaten dan Grebeg Maulud










#Keraton Solo #Gerebeg Maulud # Sekaten
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tradisi
2 Raja Keraton Solo Gelar Grebeg Mulud, Gunungan Ludes saat Doa belum Selesai
Gunungan ludes dalam waktu sekitar 10 menit.
Dwi Astarini - 1 jam, 39 menit lalu
2 Raja Keraton Solo Gelar Grebeg Mulud, Gunungan Ludes saat Doa belum Selesai
Tradisi
Tradisi Sejak Kerajaan Demak, Keraton Solo Bunyikan Gamelan Sekaten Kyai Guntur Madu dan Guntur Sari
Dua gamelan sekaten tersebut dibunyikan sebagai tanda dimulainya acara adat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW atau Grebeg Mulud Keraton Surakarta.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Tradisi Sejak Kerajaan Demak, Keraton Solo Bunyikan Gamelan Sekaten Kyai Guntur Madu dan Guntur Sari
Indonesia
Nama SISKS Paku Buwono XIV Didaftarkan ke HaKI, Warga Solo Minta DJKI Tolak Permohonan
Surat keberatan telah dikirim kepada DJKI sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam proses pendaftaran merek.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Nama SISKS Paku Buwono XIV Didaftarkan ke HaKI, Warga Solo Minta DJKI Tolak Permohonan
Tradisi
2 Kubu Keraton Solo Gelar Kirab Pusaka Malam 1 Suro di 1 Rute, Jangan Sampai Ada Gesekan!
Kirab Pusaka Malam 1 Suro harus sesuai dhawuh dalem Raja dan mengimbau agar tidak terjadi gesekan antar kubu.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
2 Kubu Keraton Solo Gelar Kirab Pusaka Malam 1 Suro di 1 Rute, Jangan Sampai Ada Gesekan!
Tradisi
Tradisi Grebeg Besar Idul Adha: Gunungan di Masjid Agung Solo Raib dalam Hitungan Menit
Gunungan jaler melambangkan peran laki-laki sebagai pencari nafkah, sedangkan gunungan estri melambangkan perempuan yang mengelola hasil nafkah untuk kebutuhan keluarga.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Tradisi Grebeg Besar Idul Adha: Gunungan di Masjid Agung Solo Raib dalam Hitungan Menit
Indonesia
Datangi Keraton Solo, Fadli Zon Tegaskan Revitalisasi Sesuai Mandat Presiden
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menegaskan proses revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akan dilanjutkan secara bertahap
Frengky Aruan - Jumat, 27 Maret 2026
Datangi Keraton Solo, Fadli Zon Tegaskan Revitalisasi Sesuai Mandat Presiden
Indonesia
Kementerian Kebudayaan Lanjutkan Revitalisasi Keraton Solo, Sasar Keraton Kilen
Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jawa Tengah mengirimkan sejumlah petugas untuk memulai pendataan di Keraton Kilen.
Dwi Astarini - Rabu, 11 Maret 2026
Kementerian Kebudayaan Lanjutkan Revitalisasi Keraton Solo, Sasar Keraton Kilen
Indonesia
Kirab Hajat Ndalem Malam Selikuran, Tradisi Sambut Lailatulkadar
Tradisi Malam Selikuran telah ada sejak PB X untuk menyambut Lailatulkadar.
Dwi Astarini - Selasa, 10 Maret 2026
Kirab Hajat Ndalem Malam Selikuran, Tradisi Sambut Lailatulkadar
Indonesia
Pemkot Solo Setop Bayari Listrik Keraton Solo Rp19 Juta per Bulan, tak Ada Dana
Disbudpar membayar lima rekening listrik atas nama Keraton secara langsung ke Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Dwi Astarini - Selasa, 03 Maret 2026
Pemkot Solo Setop Bayari Listrik Keraton Solo Rp19 Juta per Bulan, tak Ada Dana
Indonesia
Abaikan Peringatan LDA, Purboyo Tetap Rekam KTP dengan Nama Sri Susuhunan Pakubuwono Empat Belas
Proses hukum yang masih berjalan tidak mengganggu proses penggantian nama Gusti Purboyo menjadi Sri Susuhuan Pakubuwono Empat Belas.
Dwi Astarini - Kamis, 12 Februari 2026
Abaikan Peringatan LDA, Purboyo Tetap Rekam KTP dengan Nama Sri Susuhunan Pakubuwono Empat Belas
Bagikan