2 Mantan Petinggi GAM Temui Jokowi di Istana, Mau Tagih Utang?
Presiden Jokowi. Foto: Setkab
MerahPutih.com - Dua Petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Malik Mahmud dan Muzakir Manaf menyambangi Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (13/2). Kedatangan keduanya untuk menemui Presiden Joko Widodo guna membahas soal utang negara atas perdamaian yang terjadi di Aceh.
Diketahui, pemerintah Indonesia dan GAM telah meneken MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005 dalam menyelesaikan konflik di Serambi Mekah.
Baca Juga
Jaksa KPK Tuntut Gubernur Aceh Nonaktif Irwandi Yusuf 10 Tahun Penjara
"Kami beri masukkan kepada beliau bahwa perdamaian Aceh sudah berlalu 15 tahun. Ada beberapa poin di MoU yang belum selesai. Kami harap supaya pemerintah selesaikan semuanya supaya berjalan dengan baik," kata Malik usai bertemu Jokowi.
Malik menjelaskan utang yang belum diselesaikan dalam MoU tersebut. Di antaranya pemberian tanah terhadap bekas anggota GAM, Pemerintahan Daerah Aceh, ekonomi dan soal investasi.
"Ini yang harus saya minta supaya diperhatikan bersama bagaimana untuk selesaikan semuanya," ujar dia.
Baca Juga
Pengamat: Isu Referendum Aceh Hanyalah Ilusi dan Pepesan Kosong
Malik merasa apa yang disampaikannya kepada pemerintah diterima Presiden Jokowi dengan baik. Bahkan, kata dia, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko ditunjuk untuk mempelajari dan mencari solusi terbaik.
"Beliau ini, Pak Moeldoko, ada di sini. Saya dengar tadi diinstruksikan supaya kami pelajari. Nanti kami akan duduk bersama, mungkin tiga bulan sekali untuk menyelesaikan apa yang harus diselesaikan," jelas dia.
Sementara itu, Moeldoko mengatakan bahwa Presiden Jokowi ingin ada perubahan signifikan dalam hal pembangunan di Aceh. Sebab, menurut Moeldoko, pembangunan yang masif akan memancing investor untuk percaya kepada wilayah Serambi Mekah itu.
"Ini berkaitan dengan persepsi yang telah terbangun oleh para investor bahwa situasi di Aceh begini-begini dan seterusnya. Padahal sesungguhnya Aceh aman-aman saja," ujarnya.
Baca Juga
Menyoal Lahan Prabowo Dikelola Kombatan, Eks Panglima GAM Sebut Dahnil dan Sandiaga Dusta
Moeldoko juga ingin melihat aturan-aturan lokal di Aceh. Sebab, Moeldoko menangkap Presiden Jokowi menginginkan adanya perubahan regulasi agar memancing pertumbuhan di Aceh.
"Presiden menunjuk KSP untuk menangani berbagai isu-isu ini dalam tiga bulan ke depan sudah ada formula-formula yang bisa menjadi solusi," kata dia. (Pon)
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Panglima TNI Perintahkan Tangkap Provokator Pengibaran Bendera GAM
TNI Pastikan Pembubaran Massa Bawa Bendera GAM di Lhokseumawe Sesuai Aturan
Bubarkan Aksi Massa Pembawa Bendera GAM di Aceh, TNI: Simbol Itu Bertentangan dengan Kedaulatan NKRI
Ada Insiden Bentrok TNI dan Warga Diduga Karena Bendera GAM, Semua Diminta Tahan Diri
Pengamat Tegaskan Pengibaran Bendera GAM di Aceh Bukan Kebebasan Pendapat, Tapi Pelanggaran Hukum Nyata
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Bendera GAM Diminta Tidak Dipasang Saat Peringati 20 Tahun Perjanjian Helsinki, Gubernur: Sabar Suatu Saat Pasti Berkibar
Cerita Ajudan Saat Jokowi Pemulihan Sekaligus Liburan di Bali Bersama Semua Cucu
Anggota Watimpres Era Presiden Jokowi, Djan Faridz Jalani Pemeriksan KPK
Pulang ke Solo, Jokowi Akan Dilibatkan dalam Kegiatan Kampung oleh Pengurus RT/RW Setempat