17 Oktober Memperingati Hari Apa? Ini Catatan Penting yang Perlu Diketahui

ImanKImanK - Kamis, 16 Oktober 2025
17 Oktober Memperingati Hari Apa? Ini Catatan Penting yang Perlu Diketahui

Presiden RI, Prabowo Subianto lahir pada 17 Oktober 1951. Foto doc. Setpres

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - 17 Oktober memperingati hari apa? Yup, tanggal ini menyimpan banyak makna penting, baik dalam konteks nasional maupun internasional.

Di Indonesia, tanggal ini menjadi tonggak peringatan Hari Kebudayaan Nasional, sekaligus momen untuk mengenang peristiwa politik besar tahun 1952. Di tingkat global, dunia memperingati Hari Internasional untuk Pemberantasan Kemiskinan.

Lebih dari itu, 17 Oktober juga menjadi tanggal kelahiran dan wafat sejumlah tokoh penting dunia. Berikut ulasan lengkapnya

17 Oktober Memperingati Hari Apa

Baca juga:

15 Oktober Memperingati Hari Apa? Duh, Deretan Momen Ini Penting Banget!

1. Penetapan 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan Nasional

Mulai tahun 2025, pemerintah Indonesia menetapkan 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan Nasional. Penetapan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat identitas bangsa di tengah arus globalisasi dan modernisasi.

Dasar hukum penetapan ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 1951, yang juga mengukuhkan Garuda Pancasila sebagai lambang negara serta semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai filosofi kebhinekaan Indonesia.

Hari Kebudayaan Nasional menjadi momen penting untuk:

  • Mendorong pelestarian budaya lokal dan tradisi nusantara.

  • Menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya bangsa.

  • Menjadikan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan karakter nasional.

Peringatan ini diharapkan dapat membangkitkan semangat gotong royong dan toleransi, nilai-nilai luhur yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia sejak dulu.

2. Hari Internasional untuk Pemberantasan Kemiskinan

Tanggal yang sama, 17 Oktober, juga diperingati oleh komunitas internasional sebagai Hari Internasional untuk Pemberantasan Kemiskinan.

Inisiatif ini pertama kali dilakukan pada tahun 1987 di Paris, sebagai penghormatan terhadap para korban kemiskinan ekstrem.

Kemudian, pada tahun 1992, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mengakui tanggal ini sebagai ajakan global untuk melawan kemiskinan dan ketimpangan sosial.

Baca juga:

14 Oktober Memperingati Hari Apa? Ini Deretan Fakta dan Perayaan Dunia yang Jarang Diketahui!

Beberapa tujuan peringatan ini antara lain:

  • Meningkatkan kesadaran publik tentang kondisi kemiskinan di berbagai negara.

  • Mendorong pemerintah, LSM, dan individu untuk mengambil langkah konkret dalam menghapus kemiskinan.

  • Menekankan pentingnya hak asasi manusia dan keadilan sosial bagi seluruh umat manusia.

Peringatan ini menjadi cermin bahwa kemiskinan bukan hanya masalah ekonomi, tetapi juga persoalan moral, sosial, dan politik yang membutuhkan tindakan nyata.

3. Peristiwa 17 Oktober 1952: Ketegangan Sipil dan Militer

Di Indonesia, tanggal 17 Oktober juga dikenang sebagai bagian dari sejarah politik yang penting, yakni Peristiwa 17 Oktober 1952. Peristiwa ini menunjukkan ketegangan antara militer dan pemerintahan sipil pada masa awal kemerdekaan.

Beberapa poin penting dari peristiwa ini meliputi:

  • Ketidakpuasan militer terhadap kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPRS).

  • Penundaan pelaksanaan pemilu yang dianggap melemahkan legitimasi politik nasional.

  • Demonstrasi besar yang digerakkan oleh TNI, termasuk aksi simbolik pengarahan meriam ke arah Istana untuk menunjukkan sikap pro terhadap Presiden Soekarno.

Konflik ini dipimpin oleh Jenderal A.H. Nasution bersama tujuh panglima daerah. Meskipun tidak berujung pada kudeta, peristiwa ini menjadi titik awal ketegangan hubungan sipil-militer yang terus bergema dalam sejarah politik Indonesia.

17 Oktober Memperingati Hari Apa

Tokoh-Tokoh Terkenal yang Lahir pada 17 Oktober

Berikut beberapa tokoh penting dari berbagai belahan dunia yang lahir pada tanggal 17 Oktober:

Baca juga:

11 Oktober Memperingati Hari Apa? Ini Deretan Peringatan Menarik di Dunia dan Fakta Sejarahnya

  • Prabowo Subianto (1951): Presiden Indonesia yang menjabat sejak 2024.

  • Eminem (1972): Rapper dan penulis lagu asal Amerika Serikat yang dikenal luas di dunia musik hip hop.

  • Kimi Räikkönen (1979): Pembalap Formula 1 asal Finlandia yang pernah menjadi Juara Dunia.

  • Boy William (1991): Aktor dan presenter terkenal Indonesia yang juga aktif di dunia digital.

  • Eve Antoinette Ichwan (2003): Anggota grup idola JKT48, mewakili generasi muda dalam industri hiburan Indonesia.

  • Dmitry Pozharsky (1577): Pahlawan nasional Rusia yang berjasa dalam mengusir invasi asing.

  • Ahmed Shawqi (1868): Penyair Arab terkemuka yang dikenal sebagai "Pangeran Penyair".

  • André Villas-Boas (1977): Pelatih sepak bola asal Portugal yang pernah melatih klub-klub besar Eropa.

Tokoh Dunia yang Wafat pada 17 Oktober

Tanggal ini juga menjadi hari wafat bagi sejumlah tokoh besar yang meninggalkan jejak dalam sejarah:

  • Frederic Chopin (1849): Komposer dan pianis jenius asal Polandia yang dikenal karena karya-karya romantiknya.

Baca juga:

6 Oktober Memperingati Hari Apa? Simak Deretan Sejarahnya!

  • Muhammad Yamin (1962): Tokoh nasional Indonesia, sastrawan, dan salah satu perumus dasar negara.

  • Pu Yi (1967): Kaisar terakhir dari Dinasti Qing, sekaligus simbol berakhirnya kekaisaran Tiongkok.

  • Usman dan Harun (1968): Dua anggota KKO (Korps Komando Operasi TNI AL) yang dihukum mati di Singapura dan kemudian diangkat sebagai pahlawan nasional Indonesia.

  • Herman Johannes (1992): Ilmuwan, pejuang kemerdekaan, dan Rektor UGM yang dihormati dalam dunia pendidikan.

#Peristiwa #Sejarah #Oktober 2025 #Presiden Prabowo Subianto #Ulang Tahun
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
306 Hotspot Terdeteksi di Riau, Prabowo Tak Mau Tunggu Jadi Kebakaran: Sumur Bor Diminta Segera Dibangun
Prabowo Subianto memerintahkan pembangunan 306 sumur bor di sekitar hotspot Riau untuk mencegah titik panas berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
306 Hotspot Terdeteksi di Riau, Prabowo Tak Mau Tunggu Jadi Kebakaran: Sumur Bor Diminta Segera Dibangun
Indonesia
Prabowo Beri Peringatan Keras soal Karhutla: Korporasi Terlibat Pembakaran, Izinnya Dicabut
Presiden Prabowo Subianto meminta aparat mengusut korporasi yang terlibat pembakaran lahan dan menegaskan izin perusahaan dapat dicabut.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Prabowo Beri Peringatan Keras soal Karhutla: Korporasi Terlibat Pembakaran, Izinnya Dicabut
Indonesia
Terbang ke Kalimantan, Prabowo Instruksikan Penanganan Cepat Bencana Kebakaran Hutan
Prabowo sudah mengintruksikan dan membagi pejabat utama TNI-Polri untuk turun langsung bersama-sama Pemerintah daerah dan warga setempat
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 Agustus 2026
Terbang ke Kalimantan, Prabowo Instruksikan Penanganan Cepat Bencana Kebakaran Hutan
Indonesia
Prabowo Akan Terbang ke Flores NTT, Tinjau Korban Gempa
Presiden Prabowo Subianto direncanakan mengunjungi lokasi gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur.
Yusuf Abdillah - Rabu, 19 Agustus 2026
Prabowo Akan Terbang ke Flores NTT, Tinjau Korban Gempa
Indonesia
Prabowo Ajak Doakan Pahlawan dan Korban Bencana NTT saat Upacara HUT ke-81 RI
Prabowo mengajak peserta upacara HUT ke-81 RI mendoakan para pahlawan dan warga terdampak bencana di Sumatera, NTT, dan wilayah lainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 17 Agustus 2026
Prabowo Ajak Doakan Pahlawan dan Korban Bencana NTT saat Upacara HUT ke-81 RI
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Cetak Uang Baru untuk Dukung Asta Cita Prabowo
BI memastikan tidak ada pencetakan uang baru untuk mendanai program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita.
Frengky Aruan - Sabtu, 15 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Cetak Uang Baru untuk Dukung Asta Cita Prabowo
Indonesia
Prabowo Siapkan Pusat Finansial Internasional di Jakarta dan Bali, Transaksi Kekayaan Indonesia Ditargetkan Berlangsung di Dalam Negeri
Prabowo mengumumkan lokasi awal Indonesia Financial Center atau PFII di Jakarta dan Bali. PFII akan menjadi pusat keuangan dan investasi berstandar dunia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Siapkan Pusat Finansial Internasional di Jakarta dan Bali, Transaksi Kekayaan Indonesia Ditargetkan Berlangsung di Dalam Negeri
Indonesia
Prabowo Kenalkan DDMF, Siapkan Dana Kedaulatan untuk Giant Sea Wall hingga Mobil Nasional
Prabowo mengenalkan DDMF sebagai dana kedaulatan untuk membiayai proyek strategis jangka panjang, termasuk Giant Sea Wall hingga mobil nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Kenalkan DDMF, Siapkan Dana Kedaulatan untuk Giant Sea Wall hingga Mobil Nasional
Indonesia
RAPBN 2027: Pemerintah Patok Harga Minyak USD 75 per Barel, Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari
Pemerintah mematok asumsi harga minyak mentah Indonesia USD75 per barel dalam RAPBN 2027. Lifting minyak ditargetkan 610 ribu barel per hari.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
RAPBN 2027: Pemerintah Patok Harga Minyak USD 75 per Barel, Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari
Indonesia
Prabowo Siapkan 30 GW PLTS Gantikan PLTD, Negara Bisa Hemat Rp 73,9 Triliun
Prabowo menargetkan pembangunan 30 GW PLTS tahun ini untuk menggantikan 13 GW PLTD, terutama di pulau terpencil dan daerah perdesaan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Siapkan 30 GW PLTS Gantikan PLTD, Negara Bisa Hemat Rp 73,9 Triliun
Bagikan