102 SLB di Indonesia Laksanakan Senam Anak Indonesia Hebat

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Januari 2025
102 SLB di Indonesia Laksanakan Senam Anak Indonesia Hebat

Ilustrasi - Pelatihan olahraga senam untuk anak berkebutuhan khusus. (Foto: Dok. Persani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat terdapat 2.047 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Indonesia yang melaksanakan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) di hari pertama masuk semester genap tahun ajaran 2024/2025, Senin (6/1).

Dari 2.047 sekolah yang gelar SAIH, ada lebih dari 2.000 satuan pendidikan SMK dan SLB menggelar SAIH. Lalu, ada 699 sekolah di antaranya merupakan SMK pelaksana program Gerakan Sekolah Sehat (GSS).

Sementara itu, sisanya merupakan SMK-SMK binaan dari tujuh Balai/Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi, yang merupakan unit pelaksana teknis (UPT) di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, yang ada di tujuh wilayah di Indonesia. Hal itu diketahui dari situs resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Baca juga:

Cabor Senam Buktikan Mampu Berprestasi di Tengah Keterbatasan

Selain SMK, implementasi SAIH juga sudah mulai diselenggarakan di 102 SLB. Dengan arahan guru, para siswa berkebutuhan khusus antusias untuk mengikuti senam dengan durasi yang relatif singkat tersebut.

SMK NU Alhidayah Kudus, Jawa Tengah menjadi salah satu SMK yang mulai mengimplementasikan Senam Anak Indonesia Hebat.

Pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat di sekolah tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen), Abdul Mu’ti.

Selain SMK, sekolah lain yang melaksanakan Senam Anak Indonesia Hebat adalah SLBN 10 Jakarta. Di sekolah ini, sekitar 200-an peserta didik dengan berbagai latar belakang kekhususan seperti tunagrahita, tunarungu, dan sebagai begitu antusias mengikuti setiap gerakan yang dipandu oleh dua orang guru olahraga sekolah.

Baca juga:

Pramono Anung Ingin Bangun SLB di Jakarta Utara

Rencananya, Senam Anak Indonesia Hebat ini akan menjadi agenda rutin yang dilakukan di SLBN 10 Jakarta setiap dua kali dalam seminggu.

Senam anak sehat Indonesia sendiri mulai diperkenalkan Kemendikdasmen bersamaan dengan Peluncuran Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat merupakan wujud nyata dari komitmen Kemendikdasmen dalam mengembangkan sistem pendidikan nasional yang berorientasi pada penguatan karakter bangsa.

Senam Anak Indonesia Hebat ini sendiri dirancang untuk meningkatkan kebugaran anak-anak Indonesia. (Asp)

#Senam #Anak Sekolah #Kemendikdasmen
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
Komisi X DPR Dukung 150 Ribu Beasiswa Guru, Usul Kuota Ditambah dan Seleksi Dipermudah
Wakil Ketua Komisi X DPR RI mendukung program 150 ribu beasiswa D4 dan S1 untuk guru. DPR juga mengusulkan penambahan kuota serta penyederhanaan proses seleksi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Komisi X DPR Dukung 150 Ribu Beasiswa Guru, Usul Kuota Ditambah dan Seleksi Dipermudah
Indonesia
Rata-Rata Matematika TKA SMA Rendah, Solusi Kemendikdasmen Pangkas Jumlah Soal Ujian di 2026
Untuk TKA SMA tahun ajaran baru nanti, Kemendikdasmen memutuskan akan mengurangi jumlah soal matematika dalam pelaksanaan ujian berdasarkan hasil evaluasi tim kementerian.
Wisnu Cipto - Rabu, 27 Mei 2026
Rata-Rata Matematika TKA SMA Rendah, Solusi Kemendikdasmen Pangkas Jumlah Soal Ujian di 2026
Indonesia
Bukan Lagi Wewenang Daerah, Pengangkatan dan Distribusi Guru Diusulkan Dilakukan Pemerintah Pusat
Selain itu, agar pengangkatan guru, pamong belajar, penilik, dan pengawas sekolah dilakukan pemerintah pusat.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
Bukan Lagi Wewenang Daerah, Pengangkatan dan Distribusi Guru Diusulkan Dilakukan Pemerintah Pusat
Indonesia
TKA SD-SMP 2026 Diumumkan Selasa 26 Mei Besok, Siswa Tidak Bisa Cek Hasil Mandiri
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Rahmawati menegaskan hasil TKA 2026 untuk jenjang SD dan SMP tidak bisa diakses langsung siswa secara mandiri, hanya bisa dilakukan pihak sekolah.
Wisnu Cipto - Senin, 25 Mei 2026
TKA SD-SMP 2026 Diumumkan Selasa 26 Mei Besok, Siswa Tidak Bisa Cek Hasil Mandiri
Indonesia
Gim Daring Tingkatkan Paparan Ekstremisme, Anak Juga Jadi Antisosial
Pemerintah menguatkan pendidikan karakter anak di lingkungan sekolah melalui gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 22 Mei 2026
Gim Daring Tingkatkan Paparan Ekstremisme, Anak Juga Jadi Antisosial
Indonesia
Bobot TKA di SPMB 2026 Tiap Daerah Beda Antara 30-80%, Pusat Tak Masalah Asal Adil
Kemendikdasmen menegaskan perbedaan bobot Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam jalur prestasi SPMB 2026 di tiap daerah tetap adil.
Wisnu Cipto - Kamis, 21 Mei 2026
Bobot TKA di SPMB 2026 Tiap Daerah Beda Antara 30-80%, Pusat Tak Masalah Asal Adil
Indonesia
Cegah Jual-Beli Kursi SPMB 2026, Kuota Siswa Baru di Portal Dapodik Dikunci
Kemendikdasmen telah menyiapkan tiga langkah pengawasan agar penerimaan murid baru 2026 berjalan transparan.
Wisnu Cipto - Kamis, 21 Mei 2026
Cegah Jual-Beli Kursi SPMB 2026, Kuota Siswa Baru di Portal Dapodik Dikunci
Indonesia
Ubah Aturan, Kemendikdasmen Perbolehkan Anak di Bawah 7 Tahun Masuk SD
Masalah ini, juga masuk dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
Ubah Aturan, Kemendikdasmen Perbolehkan Anak di Bawah 7 Tahun Masuk SD
Indonesia
Mata Pelajaran Buat Tes Kemampuan Akademik Ditambah Tahun 2027, Soal Daerah Belum
menyiapkan framework pengembangan soal TKA untuk mata pelajaran IPA dan Bahasa Inggris secara bertahap.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 19 Mei 2026
Mata Pelajaran Buat Tes Kemampuan Akademik Ditambah Tahun 2027, Soal Daerah Belum
Indonesia
SE Guru Non-ASN Tuai Polemik, DPR Minta Abdul Mu’ti Beri Penjelasan
Komisi X DPR RI akan memanggil Mendikdasmen Abdul Mu’ti terkait polemik guru non-ASN usai terbitnya SE Nomor 7 Tahun 2026 yang memicu keresahan tenaga pendidik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 11 Mei 2026
SE Guru Non-ASN Tuai Polemik, DPR Minta Abdul Mu’ti Beri Penjelasan
Bagikan