10 Kekeliruan Pola Asuh Anak yang Kerap Dilakukan Orang Tua

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 26 Januari 2017
10 Kekeliruan Pola Asuh Anak yang Kerap Dilakukan Orang Tua

Pengasuhan anak. (Instagram/pepitodaycare)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Lingkungan keluarga menjadi modal utama pendidikan seorang anak. Di rumahlah seorang anak kali pertama mendapat pendidikan sebelum ia berinteraksi di luar hingga nantinya masuk sekolah.

Pola asuh orang tua juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Meskipun demikian, pola asuh orang tua tidak selamanya benar dalam ilmu pendidikan anak atau ilmu psikologi. Pendidikan di keluarga kerap dilakukan secara turun temurun sehingga dianggap benar.

Berikut merahputih.com rangkum 10 kekeliruan dalam pola asuh anak oleh orang tua disarikan dari berbagai sumber.

1. Menakuti anak

Menakuti anak ketika sedang nakal kerap dilakukan orang tua. Apalagi, orang tua kita mungkin pernah mengatakan tentang banyak setan atau dedemit agar kita berhenti menangis.

Menakut-nakuti anak sangat tidak diperbolehkan dalam pendidikan anak. Apalagi, apa yang ditakutkan hal-hal mistik yang bisa membuat anak trauma. Sebaliknya, orang tua mesti membuat sang anak menjadi pemberani bukan penakut.

Mengasuh anak. (Instagram/citralogy)
Mengasuh anak. (Instagram/citralogy)

2. Mengalihkan perhatian saat anak ingin sesuatu

Pengalihan perhatian anak ketika menangis atau merengek minta sesuatu sangat sering kita jumpai. Bahkan, kita sebagai orang tua atau kakak kerap melakukannya kepada adik atau keponakan. Misalnya, ketika seorang anak minta dibelikan permen, kita berusaha mengalihkan perhatian si anak dengan mengatakan, "ada mobil panjang di depan, ada kayu bengkok di kuburan, dan macam-macam." Alasannya, agar si anak teralihkan dan tak meneruskan apa yang dimintanya tadi.

Ketika seorang anak sedang menginginkan sesuatu maka ia sedang fokus. Sebaiknya bolet atau tidaknya menurut kita, jangan sampai dengan cara mengalihkan perhatiannya ke lain hal. Pengalihan perhtaian ini kerap dilakukan orang tua sebagai jalan pintas untuk menghentikan keinginannya, padahal urusan tentang apa yang difokuskan si anak belum selesai.

3. Membiarkan anak sering nonton tv

Mungkin ini salah satu contoh orang-orang tua masa kini setelah tv banyak dimiliki banyak keluarga di Indonesia. Saat radio masih populer di kalangan keluarga, mendengarkan radio biasa dilakukan bersama-sama anggota keluarga. Baiknya, nonton tv pun demikian dengan waktu yang sangat terbatas dan acara-acara tertentu.

Terlalu membiarkan anak sering nonton tv dapat berdampak buruk bagi perkembangan anak. Tidak semua hal dalam tayangan tv berisi hal positif. Bahkan pada dasarnya, program televisi bukan sebuah kenyataan yang layak jadi contoh untuk anak.

Ilustrasi. (Instagram/cicuqa_mungil)
Ilustrasi. (Instagram/cicuqa_mungil)

4. Selalu memarahi kakak

Orang tua yang sudah punya lebih dari satu anak tentu punya strategi sendiri untuk mendidiknya dalam rumah. Soal pertengkaran adik-kakak sepertinya orang tua sudah biasa bagaimana cara menyelesaikannya. Tapi jangan salah, ada juga kesalahan orang tua dalam memecahkan persoalan adik-kakak ini.

Salah satunya orang tua kerap mempersalahkan sang kakak kalau kalau sedang bersengketa dengan adinya. Padalah, hal itu belum tentu. Sebaiknya, orang tua mengetahui setiap duduk persoalan tanpa bertujuan mencari siapa yang salah.

5. Suka membandingkan

Kesalahan lain yang kerap dilakukan oleh orang tua yaitu suka membanding-bandingkan satu anak dengan anak yang lain. Perlakuan ini kerap dirasakan menyebalkan bahkan pada anak di bawah umur. Apalagi saat kita dewasa, sangat tidak nyaman dibanding-bandingkan bukan? Kita dibandingkan dengan orang yang lebih rapi, dibandingkan dengan yang lebih pintar, dibandingkan dengan orang lebih rajin.

Sebaiknya orang tua tak melakukan hal membanding-bandingkan ini. Perlakuan ini sama saja dengan lebih mengunggulkan anak lain dibandingkan anak lainnya. Sebaiknya, orang tua fokus pada kelebihan dan kekurangan masing-masing untuk memperbaikinya.

Pengasuhan anak. (Instagram/pepitodaycare)
Pengasuhan anak. (Instagram/pepitodaycare)

6. Menghukum fisik

Bagaimana pun nakalnya seorang anak, sebaiknya tidak menghukum secara fisik. Hukuman fisik ini tidak berhubungan dengan apakah hukuman itu menyakitkan atau tidak, tapi kontak fisiklah yang menjadi acuannya.

Dalam pola asuh modern, hukuman fisik bukanlah sebuah pilihan pendidikan di rumah. Hal yang paling dikhawatirkan dari hukuman fisik menyebabkan bekas luka yang dapat bertahan hingga ia dewasa.

7. Marah berlebihan

Marah berlebihan ini lebih pada memarah secara verbal dengan kasar. Meski tak secara fisik, beberapa orang tua yang sedang marah kerap tersulut untuk mengatakan hal-hal kasar kepada anak.

Orang tua sebaiknya menahan diri saat mengatahui sang anak melakukan kesalahan. Kesalahan meski sekecil apapun apabila mood orang tua tak sedang baik bisa menimbulkan amarah besar, hukuman fisik atau kata-kata kasar bisa saja keluar.

Pengasuhan anak. (Instagram/pepitodaycare)
Pengasuhan anak. (Instagram/pepitodaycare)

8. Berbohong

Berbohong kerap tak disadari dilakukan meski dalam hal-hal sepele. Istilah dalam pendidikan anak "berbohong kecil". Misalnya, ketika seorang anak meminta oleh-oleh saat kita datang, kita mengatakan, "tokonya tutup, karena sudah malam," atau alasan-alasan lain yang dibuat-buat.

Sebaiknya orang tua menganggap bahwa seorang anak adalah tempat untuk berkata jujur, perkataan sejujur-jujurnya. Artinya meski si anak tak tahu bahwa apa yang kita katakan jujur atau tidak, tapi si anak seiring waktu akan mengetahui pola-pola perilaku buruk dari orang tuanya.

Ilustrasi. (Instagram/pepitodaycare)
Ilustrasi. (Instagram/pepitodaycare)

9. Berbicara dalam bahasa yang tak normal

Orang tua kerap mengajak anaknya yang belum fasih berbahasa dengan bahasa "anak kecil," untuk mengimbangi maksudnya. Misalnya saja, orang tua mengatakan kata makan dengan "mamam", minum dengan "mimi". Padahal kata-kata itu bisa saja bukan diucapkan dengan aslinya?

Meski ketika sudah besar, seorang anak akan berlajar kembali bahasa, tapi sebaiknya orang tua sejak dini mengajarkan ujaran bahasa yang tepat. Hal tersebut sebagai cara berkomunikasi yang baik antara orang tua dan anak.

10. Selalu memenuhi permintaan anak karena menangis

Kebiasaan lain orang tua yang sebaiknya tak dilakukan lainnya yaitu memberikan sesuatu karena si anak menangis. Biasanya, orang tua bersifat iba atau kasihan karena melihat anak terus menangis karena menginginkan sesuatu dan tak berhenti hingga mendapatkanya.

Banyak orang tua akhirnya lulu terhadap tangisan anak. Misalnya, seorang anak ingin membeli es tapi dilarang. Karena terus menangis, es itu akhirnya diberikan juga kepada si anak. Sebaiknya, orang tua memberikan atau menolak suatu permintaan seorang anak karena alasan sesuatu, bukan karena anak itu menangis atau tidak. Jika pun menangis, orang tua tetap berpegang teguh bahwa yang boleh itu boleh, yang tidak boleh tetap tidak boleh.

Pengasuhan anak. (Instagram/pepitodaycare)
Pengasuhan anak. (Instagram/pepitodaycare)

Orang tua memang selalu memberikan segala hal terbaik untuk buah hatinya. Namun kadang-kadang, ada beberapa kebiasaan yang menurut ilmu pendidikan anak kurang baik atau bahkan tidak baik. Sebagai orang tua atau kakak, yuk kita perbaiki pola asuh kita terhadap anak-anak.

Merahputih.com juga mengulas sedikit tentang pengasuhan anak dari Kak Seto berikut ini Kak Seto: Kalangan Atas Juga Bisa Keliru Asuh Anak

#Kelalaian Orang Tua #Pola Asuh Anak #Anak-anak
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Fun
Liburan Keluarga Makin Seru, Nickelodeon Playtime Paw Patrol Hadir di Carstensz Mall Tangerang
Nickelodeon Playtime Paw Patrol resmi dibuka di Carstensz Mall, Tangerang. Hadir dengan konsep aman, bersih, dan edukatif untuk anak.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Januari 2026
Liburan Keluarga Makin Seru, Nickelodeon Playtime Paw Patrol Hadir di Carstensz Mall Tangerang
Indonesia
Kemenag Ingatkan Pentingnya Pencatatan Pernikahan, Lindungi Hak Perempuan dan Anak
Kementerian Agama mengungkapkan, bahwa pencatatan pernikahan sangat penting. Hal itu bisa melindungi perempuan dan anak-anak.
Soffi Amira - Selasa, 27 Januari 2026
Kemenag Ingatkan Pentingnya Pencatatan Pernikahan, Lindungi Hak Perempuan dan Anak
Lifestyle
Anak Demam 40 Derajat Masih Lari-Larian? Dokter RSUD Pasar Rebo Larang Buru-Buru Kasih Paracetamol
Fokus utama adalah mengawasi tanda dehidrasi dan pola napas anak
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
Anak Demam 40 Derajat Masih Lari-Larian? Dokter RSUD Pasar Rebo Larang Buru-Buru Kasih Paracetamol
Indonesia
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
70 anak di 19 provinsi kini terpapar konten kekerasan. Pemerintah pun akan menyiapkan aturan perlindungan di sekolah.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
Indonesia
Hidup Ditengah ‘Kepungan’ Gunung Sampah, Anak-Anak di Seputar TPA Bantar Gebang Didorong untuk Bermimpi dan Menjadikan Hidup Lebih Baik di Masa Depan
Yayasan Sekolah Alam Tunas Mulia dan Ranch Market memotivasi anak-anak TPA Bantar Gebang untuk bermimpi dan beraksi menuju masa depan yang lebih baik.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 15 November 2025
Hidup Ditengah ‘Kepungan’ Gunung Sampah, Anak-Anak di Seputar TPA Bantar Gebang Didorong untuk Bermimpi dan Menjadikan Hidup Lebih Baik di Masa Depan
Fun
Bahaya Screen Time Terlalu Lama Bagi Anak, Dari Cemas hingga Agresif
Studi dari American Psychological Association temukan bahwa screen time berlebihan berkaitan dengan kecemasan, depresi, dan agresi pada anak-anak. Konten dan dukungan emosional juga berperan penting.
Hendaru Tri Hanggoro - Rabu, 11 Juni 2025
Bahaya Screen Time Terlalu Lama Bagi Anak, Dari Cemas hingga Agresif
Lifestyle
Bahaya Gawai Mengintai Si Kecil, Dokter Peringatkan Dampak Buruknya pada Kebiasaan Makan dan Tumbuh Kembang!
Nimaz lebih mengutamakan kebiasaan makan bersama di meja makan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 03 Juni 2025
Bahaya Gawai Mengintai Si Kecil, Dokter Peringatkan Dampak Buruknya pada Kebiasaan Makan dan Tumbuh Kembang!
Lifestyle
IDAI Ungkap Manfaat Diet Tinggi Protein-Lemak untuk Atasi Peradangan dan Penyakit Degeneratif
Piprim juga menganjurkan diet ini untuk anak sehat guna meminimalkan asupan karbohidrat berlebih yang menjadi cikal bakal berbagai penyakit modern
Angga Yudha Pratama - Kamis, 29 Mei 2025
IDAI Ungkap Manfaat Diet Tinggi Protein-Lemak untuk Atasi Peradangan dan Penyakit Degeneratif
Indonesia
Pembakaran 13 Rumah karena Game, DPR Minta Kebijakan Ruang Digital Anak Diperkuat
Tragedi ini sebagai sinyal yang menunjukkan lemahnya perlindungan terhadap anak dari terpaan konten digital destruktif.
Angga Yudha Pratama - Jumat, 09 Mei 2025
Pembakaran 13 Rumah karena Game, DPR Minta Kebijakan Ruang Digital Anak Diperkuat
Berita Foto
Kolaborasi Cow Play Cow Moo Bersama Carstensz Mall Tebarkan Semangat Berbagi
Anak-anak dari Panti Asuhan PYI Yatim dan Zakat Graha Raya berain wahana Paw Patrol Adventure Bay Bounce, Cartensz Mall, Gading Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (10/4/2025).
Didik Setiawan - Kamis, 10 April 2025
Kolaborasi Cow Play Cow Moo Bersama Carstensz Mall Tebarkan Semangat Berbagi
Bagikan