MerahPutih.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 tercatat mencapai 5,11 persen secara tahunan. Namun di balik capaian tersebut, persoalan penyerapan tenaga kerja lulusan perguruan tinggi masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2025 menunjukkan sekitar 1,01 juta lulusan perguruan tinggi belum terserap dunia kerja. Angka ini merupakan bagian dari total 7,28 juta pengangguran nasional, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,76 persen.
Fenomena ini menunjukkan adanya ketidaksinkronan antara kurikulum akademik dengan kebutuhan industri, yang kerap disebut sebagai mismatch pendidikan dan pasar kerja.
Persoalan tersebut diperkirakan dapat semakin kompleks di tengah dinamika geopolitik global. Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dinilai berpotensi menimbulkan guncangan ekonomi yang berdampak pada perlambatan penciptaan lapangan kerja formal, termasuk di Indonesia.
Situasi ini mendorong berbagai pihak untuk mencari pendekatan alternatif dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Baca juga:
Pengangguran Laki-Laki Masih Lebih Tinggi dari Perempuan, 7,35 Juta Orang Masih Menganggur
Merespons kondisi tersebut, Universitas Indonesia melalui Program Studi Sastra Jawa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia menggagas penguatan nilai-nilai lokal sebagai sumber modal sosial untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ketua Program Studi Sastra Jawa FIB UI Atin Fitriana mengatakan kearifan lokal dapat menjadi fondasi penting dalam membangun model ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Kearifan lokal dapat menjadi pijakan untuk melahirkan pola pemberdayaan ekonomi yang lebih inklusif karena dibangun secara sadar, merata, dan berkelanjutan,” ujar Atin di Depok, Jawa Barat, Selasa (3/3/2026).
Gagasan tersebut disampaikan dalam kegiatan buka puasa bersama yang melibatkan mahasiswa, alumni, dan sivitas akademika di Auditorium Gedung I FIB UI.
Baca juga:
Ini Penyebab Persoalan Pengangguran Usia Muda dan Terdidik Melonjak
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Program Studi Sastra Jawa FIB UI, Ikatan Alumni Program Studi Jawa (Ikasada), serta Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa (KMSJ).
Menurut Atin, program studi mulai mengembangkan pendekatan baru dalam pendidikan, termasuk mengintegrasikan kajian manuskrip Jawa dengan riset kolaboratif lintas disiplin, termasuk bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat relevansi lulusan dengan kebutuhan industri dan pasar kerja.
Selain itu, mahasiswa juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas, termasuk aktivitas Meeting, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) berskala kecil yang menggandeng pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Baca juga:
Menteri Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi Capai 6 Persen di 2026, Ini Yang Bakal Dilakukan
Ketua Ikasada FIB UI Susiana Rachmawati menilai alumni memiliki peran strategis untuk membantu mengatasi kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan dunia kerja.
Menurutnya, alumni dapat menjadi penghubung antara kampus dan industri sekaligus membuka akses bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan yang relevan.
“Peran alumni sangat sentral agar para lulusan baru bisa lebih mudah memperoleh akses ke dunia kerja. Kami ingin membantu mengurangi kesenjangan antara jumlah sarjana dengan peluang kerja yang tersedia,” ujarnya. (*)