1 Juta Sarjana Masih Menganggur, UI Dorong Kearifan Lokal Jadi Solusi Ekonomi Baru

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
1 Juta Sarjana Masih Menganggur, UI Dorong Kearifan Lokal Jadi Solusi Ekonomi Baru

Ilustrasu pekerja.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 tercatat mencapai 5,11 persen secara tahunan. Namun di balik capaian tersebut, persoalan penyerapan tenaga kerja lulusan perguruan tinggi masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2025 menunjukkan sekitar 1,01 juta lulusan perguruan tinggi belum terserap dunia kerja. Angka ini merupakan bagian dari total 7,28 juta pengangguran nasional, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,76 persen.

Fenomena ini menunjukkan adanya ketidaksinkronan antara kurikulum akademik dengan kebutuhan industri, yang kerap disebut sebagai mismatch pendidikan dan pasar kerja.

Persoalan tersebut diperkirakan dapat semakin kompleks di tengah dinamika geopolitik global. Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dinilai berpotensi menimbulkan guncangan ekonomi yang berdampak pada perlambatan penciptaan lapangan kerja formal, termasuk di Indonesia.

Situasi ini mendorong berbagai pihak untuk mencari pendekatan alternatif dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Baca juga:

Pengangguran Laki-Laki Masih Lebih Tinggi dari Perempuan, 7,35 Juta Orang Masih Menganggur

Merespons kondisi tersebut, Universitas Indonesia melalui Program Studi Sastra Jawa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia menggagas penguatan nilai-nilai lokal sebagai sumber modal sosial untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ketua Program Studi Sastra Jawa FIB UI Atin Fitriana mengatakan kearifan lokal dapat menjadi fondasi penting dalam membangun model ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Kearifan lokal dapat menjadi pijakan untuk melahirkan pola pemberdayaan ekonomi yang lebih inklusif karena dibangun secara sadar, merata, dan berkelanjutan,” ujar Atin di Depok, Jawa Barat, Selasa (3/3/2026).

Gagasan tersebut disampaikan dalam kegiatan buka puasa bersama yang melibatkan mahasiswa, alumni, dan sivitas akademika di Auditorium Gedung I FIB UI.

Baca juga:

Ini Penyebab Persoalan Pengangguran Usia Muda dan Terdidik Melonjak

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Program Studi Sastra Jawa FIB UI, Ikatan Alumni Program Studi Jawa (Ikasada), serta Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa (KMSJ).

Menurut Atin, program studi mulai mengembangkan pendekatan baru dalam pendidikan, termasuk mengintegrasikan kajian manuskrip Jawa dengan riset kolaboratif lintas disiplin, termasuk bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat relevansi lulusan dengan kebutuhan industri dan pasar kerja.

Selain itu, mahasiswa juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas, termasuk aktivitas Meeting, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) berskala kecil yang menggandeng pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Baca juga:

Menteri Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi Capai 6 Persen di 2026, Ini Yang Bakal Dilakukan

Ketua Ikasada FIB UI Susiana Rachmawati menilai alumni memiliki peran strategis untuk membantu mengatasi kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan dunia kerja.

Menurutnya, alumni dapat menjadi penghubung antara kampus dan industri sekaligus membuka akses bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan yang relevan.

“Peran alumni sangat sentral agar para lulusan baru bisa lebih mudah memperoleh akses ke dunia kerja. Kami ingin membantu mengurangi kesenjangan antara jumlah sarjana dengan peluang kerja yang tersedia,” ujarnya. (*)

#Universitas Indonesia #Sarjana Menganggur #Kearifan Lokal
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
UI Masih Teratas dari 7 Kampus RI di 500 Besar Dunia, Budaya Riset Jadi PR Besar
QS World University Rankings 2027 menempatkan 7 kampus Indonesia di 500 besar dunia. UI tetap teratas, namun budaya riset masih jadi pekerjaan rumah besar.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
UI Masih Teratas dari 7 Kampus RI di 500 Besar Dunia, Budaya Riset Jadi PR Besar
Fashion
Intip Kelebihan Teknologi 'Rekat', Bra Inovasi Terbaru Fesyen Inklusif dari Kampus Kuning UI
Data BPS 2023, terdapat sekitar 22,97 juta jiwa penyandang disabilitas di Indonesia, setara dengan 8,5 persen dari total penduduk.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Juli 2026
Intip Kelebihan Teknologi 'Rekat', Bra Inovasi Terbaru Fesyen Inklusif dari Kampus Kuning UI
Indonesia
UI Pertahankan Posisi Nomor Satu PTN Indonesia di QS World University Rankings 2027
Bahwa keberhasilan mempertahankan posisi di 200 besar dunia merupakan modal yang harus terus dipacu, bukan titik untuk berpuas diri.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
UI Pertahankan Posisi Nomor Satu PTN Indonesia di QS World University Rankings 2027
Indonesia
BEM UI Serukan Kepung Bundaran HI Setelah Salat Jumat, Ini Tuntutan Mereka!
Aksi yang digerakkan BEM Universitas Indonesia (UI) ini rencananya bakal berlangsung setelah salat Jumat, dengan tema besar “Menuju Indonesia Bangkrut”.
Wisnu Cipto - Jumat, 12 Juni 2026
BEM UI Serukan Kepung Bundaran HI Setelah Salat Jumat, Ini Tuntutan Mereka!
Indonesia
Jadwal Lengkap SIMAK UI 2026, Impian Pakai Jaket Kuning Belum Pupus Meski Gagal SNBT
Universitas Indonesia membuka jalur mandiri 2026 lewat SIMAK UI, SJP, PPKB, dan KKI. Catat jadwal pendaftaran, ujian, pengumuman, serta syarat peserta.
Wisnu Cipto - Selasa, 26 Mei 2026
Jadwal Lengkap SIMAK UI 2026, Impian Pakai Jaket Kuning Belum Pupus Meski Gagal SNBT
Indonesia
Kemendiktisaintek Diminta Rombak Total Aturan Kekerasan Seksual Kampus Buntut Dosen Garap Mahasiswa Hingga Pelecehan Verbal di UI
Habib Syarief menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan aksi asusila terus merusak marwah dunia pendidikan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 17 April 2026
Kemendiktisaintek Diminta Rombak Total Aturan Kekerasan Seksual Kampus Buntut Dosen Garap Mahasiswa Hingga Pelecehan Verbal di UI
Indonesia
16 Mahasiswa Fakultas Hukum UI Diskors, Kasus Dugaan Pelecehan Digital Jadi Sorotan Polda Metro
Budi menegaskan kepolisian siap memproses hukum jika pihak korban memutuskan untuk menempuh jalur pidana
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 April 2026
16 Mahasiswa Fakultas Hukum UI Diskors, Kasus Dugaan Pelecehan Digital Jadi Sorotan Polda Metro
Indonesia
Kasus FH UI Jadi Sorotan Publik, Puan: Kekerasan Seksual Harus Ditindak Tegas
Puan Maharani menegaskan tak boleh ada kekerasan seksual di kampus. Ia soroti kasus dugaan pelecehan di FH UI dan minta penanganan adil serta transparan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 April 2026
Kasus FH UI Jadi Sorotan Publik, Puan: Kekerasan Seksual Harus Ditindak Tegas
Indonesia
Status Mahasiswa 16 Pelaku Pelecehan FHUI Nonaktif Hingga 1 Mei, UI Janji Bukan Sanksi Akhir
UI menetapkan penonaktifan akademik sementara terhadap 16 mahasiswa FHUI terduga pelaku kekerasan verbal selama periode 15 April hingga 30 Mei 2026.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 April 2026
Status Mahasiswa 16 Pelaku Pelecehan FHUI Nonaktif Hingga 1 Mei, UI Janji Bukan Sanksi Akhir
Indonesia
Marak Kekerasan Seksual di Kampus, DPR Desak Kemendiktisaintek Bertindak Tegas
Kasus pelecehan di UI jadi sorotan DPR. Habib Syarief mendesak pemerintah ambil langkah tegas dan reformasi sistem penanganan kekerasan seksual di kampus.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 April 2026
Marak Kekerasan Seksual di Kampus, DPR Desak Kemendiktisaintek Bertindak Tegas
Bagikan