MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto meminta kepada sejumlah kementerian/lembaga untuk membangun rumah hunian bagi warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta api, setelah sebelumnya sempat meninjau permukiman sekitar jalur rel di kawasan Senen, Jakarta.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan Kementerian PU akan dilibatkan untuk rencana akan membangun 1.000 unit hunian sementara atau huntara bagi warga yang masih tinggal di sekitar jalur rel di kawasan Senen, Jakarta.
"Kalau itu rencananya akan membuat hunian sementara, untuk sekitar 1.000 hunian. Itu kita sedang godok bersama antara Kementerian PU, Pak Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pak Sekretaris Kabinet (Seskab), dan yang punya lahan dari pihak kereta api (PT KAI)," ujar Dody di Rest Area KM379 A Tol Batang-Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu (29/3).
Dia menambahkan, lahan untuk rencana pembangunan huntara tersebut akan dibahas lebih detail bersama pihak KAI kemungkinan pada hari Senin.
Baca juga:
Kementerian PU Bangun 20 Blok Huntara di Aceh Tamiang, Sisanya Terus Dipercepat
"Kita kira-kira untuk 1.000 unit itu apakah (lahan) yang dikasih itu cukup untuk 1.000 unit huntara, apa kita mesti memodifikasi hunian sementara harus ke atas (secara vertikal), misalnya seperti yang kita kerjakan di Ibu Kota Nusantara atau IKN, sehingga untuk 1.000 unit bisa membutuhkan tanah lebih sedikit. Nah itu nanti setelah tanahnya sudah mulai clear dari pihak kereta api," katanya.
Salah satu lokasi yang kemungkinan akan dipertimbangkan untuk rencana pembangunan huntara bagi warga pinggir rel Senen adalah wilayah Tanah Abang.
"Rencananya Tanah Abang cuma nanti detailnya nanti ya, detail nanti Senin setelah saya ketemu Pak Direktur KAI, baru kita bisa menginformasikan lebih detilnya seperti apa," kata Dody. (*)