Presiden Prabowo Terharu Ijtima Ulama PKB Dukung Arah Baru Ekonomi Indonesia

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Presiden Prabowo Terharu Ijtima Ulama PKB Dukung Arah Baru Ekonomi Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Kamis (23/7/2026). Peringatan Harlah ke-28 PKB yang mengu

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PRESIDEN Prabowo Subianto mengaku terharu atas dukungan yang diberikan Ijtima Ulama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terhadap arah baru kebijakan ekonomi pemerintah. Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Peringatan Hari Lahir ke-28 PKB dengan tema Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi di Jakarta Convention Center, Kamis (23/7) malam.

Prabowo mengatakan ia merasa bahagia sekaligus terharu karena dalam peringatan harlah tersebut, Ijtima Ulama PKB secara tegas menyatakan dukungan terhadap arah pembangunan ekonomi yang tengah dijalankan pemerintah.

"Saya sungguh merasa bahagia dan merasa terharu hadir di acara malam hari ini. Saya terharu karena PKB dalam harlahnya dengan begitu tegas menyampaikan dukungan kepada arah baru ekonomi kita," ujar Prabowo.

Prabowo juga menanggapi atribut bertuliskan 'Prabowonomics' yang dikenakan para peserta. Menurutnya, gagasan ekonomi yang dijalankan pemerintah bukanlah pemikiran baru ataupun milik pribadi, melainkan berlandaskan amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Baca juga:

Buku Konsep Prabowonomics Diluncurkan di ITB, Dasco: Harus Dibaca



"Saya juga merasa terharu, saudara memakai kaus 'Prabowonomics'. Sesungguhnya terus terang saja tidak pantas saudara pakai nama saya di situ," katanya.

Prabowo menegaskan keyakinannya selama ini adalah menjalankan cita-cita para pendiri bangsa dengan menegakkan amanat konstitusi. "Ketegasan perjuangan saya, keyakinan saya, itu merupakan keyakinan saya terhadap cita-cita pendiri bangsa, keyakinan saya terhadap Proklamasi 17 Agustus 1945, keyakinan saya terhadap UUD 1945, terutama pada Pasal 33 UUD 1945 dan Pasal 34. Pasal 33 dan Pasal 34 UUD kita itu keyakinan saya, gagasan saya. Tidak ada yang baru," tegasnya.

Prabowo juga mengaku terharu mendapat 'hadiah' berupa rekomendasi hasil Ijtima Ulama yang dibacakan pada Harlah PKB. Ia menyebut isi rekomendasi tersebut sejalan dengan hati nuraninya, terutama dukungan terhadap penguatan kedaulatan bangsa, kemandirian ekonomi, percepatan industrialisasi, ketahanan pangan dan energi, serta pembangunan nasional yang berpedoman pada Pasal 33 UUD 1945.

"Hari ini saya dapat hadiah lagi, luar biasa itu. Langsung dibacakan tadi, Kesepakatan Ijtima Ulama Indonesia. Luar biasa ini,” kata Prabowo.

Hasil Ijtima Ulama itu, yakni menguatkan negara untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju, dan sejahtera.

Ijtima Ulama mendukung langkah-langkah strategis Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kedaulatan bangsa, membangun kemandirian ekonomi, mempercepat industrialisasi, mewujudkan ketahanan pangan dan energi, meningkatkan kualitas SDM, serta mengembalikan arah pembangunan nasional sesuai amanah Pasal 33 UUD demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Prabowo mengatakan rekomendasi tersebut bukan sekadar bentuk dukungan, tetapi juga menjadi amanat yang siap dijalankannya. "Tapi perintahnya adalah sesuai dengan hati nurani saya, saudara-saudara sekalian," ujar Prabowo.

Prabowo kemudian kembali menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan PKB. Ia menilai perjuangan pemerintah dalam mengembalikan pengelolaan kekayaan bangsa untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat kini semakin dipahami oleh berbagai elemen politik.

"Saya percaya partai-partai sudah mengerti itu. Saya yakin semua partai dalam koalisi kita sudah berada di arah ini. Kita tidak mau lagi membiarkan kekayaan kita diambil terus," kata Prabowo.(Pon)

Baca juga:

Presiden Prabowo Paparkan Konsep 'Prabowonomics' di Davos Swiss Hari ini, Buka Strategi Capai Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 8 Persen














#Prabowo #Prabowonomics #PKB
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Sebut Pakar Pesan Pemimpin Tidak Boleh Joget, Rakyat Kita Suka Joget
“Saya sudah dipesan saya tidak boleh joget. Jadi, pakar-pakar itu, mereka merasa tidak pantas pemimpin Indonesia joget. Gimana? Rakyat kita suka joget kok,” kata Prabowo
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 19 September 2026
Prabowo Sebut Pakar Pesan Pemimpin Tidak Boleh Joget, Rakyat Kita Suka Joget
Indonesia
PAN Tegaskan Bakal Terus Bersama Prabowo Subianto
Zulhas mengatakan kebersamaan tersebut bukan semata-mata didasarkan pada kalkulasi politik atau keinginan untuk berada dalam pemerintahan,
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
PAN Tegaskan Bakal Terus Bersama Prabowo Subianto
Indonesia
PKB Dukung Batas Parlemen 5 Persen, Jaga Proporsionalitas Keterwakilan Politik
Di atas kertas, angka 5 persen diprediksikan akan menghasilkan tujuh sampai delapan partai politik di parlemen, tidak jauh berbeda saat penerapan PT 4 persen seperti Pemilu 2024.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
PKB Dukung Batas Parlemen 5 Persen, Jaga Proporsionalitas Keterwakilan Politik
Indonesia
Dipuji Prabowo Sebagai Gubernur Terbaik Walau Beda Partai, Pramono: Biar Publik Menilai
Pengakuan itu harus menjadi motivasi bagi partai politik lainnya untuk melahirkan kader yang bisa bekerja untuk rakyatnya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Dipuji Prabowo Sebagai Gubernur Terbaik Walau Beda Partai, Pramono: Biar Publik Menilai
Indonesia
Prabowo Janji Beri Sanksi Tambahan ke Perusahaan Penyebab Karhutla
Presiden juga memerintahkan pimpinan-pimpinan daerah segera mencabut peraturan daerah yang membuka ruang adanya pembakaran hutan dan lahan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Janji Beri Sanksi Tambahan ke Perusahaan Penyebab Karhutla
Indonesia
Presiden Prabowo Spill akan Ada Investasi Besar Masuk ke Indonesia
Aktivitas investasi tetap berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Spill akan Ada Investasi Besar Masuk ke Indonesia
Indonesia
Persiden Prabowo Tegaskan Hubungan Personal tak Ganggu Penegakan Hukum, Sebut tak Punya Kawan
Kepentingan negara harus ditempatkan di atas hubungan pribadi maupun kepentingan kelompok.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Persiden Prabowo Tegaskan Hubungan Personal tak Ganggu Penegakan Hukum, Sebut tak Punya Kawan
Indonesia
Presiden Prabowo Ungkap 3 Masalah Bangsa yang Harus Segera Dibereskan: Pangan, BBM, Kemiskinan
Kebutuhan pangan dan energi menjadi prioritas utama pemerintah karena berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Ungkap 3 Masalah Bangsa yang Harus Segera Dibereskan: Pangan, BBM, Kemiskinan
Indonesia
Dana Desa Sudah Mengalir, Tapi Jembatan tak Terbangun, Presiden Prabowo: Ke Mana Uang Itu?
Prabowo mempertanyakan mengapa kebutuhan dasar masyarakat masih belum seluruhnya terpenuhi meski pemerintah telah mengalokasikan anggaran ke daerah dan desa
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Dana Desa Sudah Mengalir, Tapi Jembatan tak Terbangun, Presiden Prabowo: Ke Mana Uang Itu?
Indonesia
Alasan Prabowo Tambah Batalion TNI di Berbagai Wilayah
Prabowo menegaskan penguatan pertahanan diarahkan untuk membangun sistem pertahanan dan keamanan yang lebih baik.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Alasan Prabowo Tambah Batalion TNI di Berbagai Wilayah
Bagikan