MAU dikatakan apalagi ketika janji setia pernikahan sudah diingkari. Perceraian menjadi jalan yang dipilih banyak pasangan. Meskipun pastinya setiap pasangan menginginkan hidup dengan bahagia bersama orang pilihannya.
Terkait masalah perceraian, menurut laman Independent, bulan Januari menjadi langganan orang bercerai. Terlebih di kalangan pengacara, 8 Januari disebut sebagai 'Hari Perceraian'. Pada hari tersebut angka pasangan yang ingin bercerai amat melonjak.
Relate, salah satu badan amal hubungan terbesar di Inggris, telah mengungkapkan bahwa mereka menerima sebuah panggilan puncak pada bulan Januari karena masalah dalam perkawinan atau hubungan jangka panjang berlanjut menjelang Natal kemarin.
Terlebih lagi, banyak pasangan yang juga memakai cara praktis untuk bercerai. Menurut data yang dianalisis oleh layanan dukungan perceraian Amicable, lebih dari 40.500 orang akan mencari "perceraian" secara online pada bulan Januari.
"Kenyataannya adalah bahwa banyak panggilan yang kami terima pada bulan Januari berasal dari pasangan yang sudah berada dalam titik kritis setelah ketegangan hubungan yang ada terjadi menjelang Natal," kata Chris Sherwood, CEO Relate.
Asumsi Hari Perceraian ini semakin dikuatkan dengan data yang ada pada tahun lalu. Januari 2017, Relate menerima kenaikan 24 persen dalam panggilan layanan pelanggan mereka. Diperkirakan tahun ini angka tersebut juga akan stabil.
Di samping itu, seorang pengacara keluarga,Charlotte Leyshon, pendiri perusahaan Lux yang berbasis di Cardiff, mengungkapkan bahwa dia dan rekan-rekannya biasanya melihat lonjakan pertanyaan perceraian saat kembali bekerja pada bulan Januari.
Leyshon pun bercerita pengalamannya saat dipanggil oleh seorang klien wanita. Tepatnya pada hari Natal sang wanita itu ingin menggugat cerai suaminya lantaran sang suami ketahuan berselingkuh.
Sekedar informasi, 42 persen dari perkawinan sekarang berakhir dengan perceraian, dengan rata-rata perkawinan yang berlangsung selama 12 tahun.(Ikh)
Baca juga artikel lainnya WOW! Perceraian Termahal Di Dunia Menelan Dana Rp 51 Triliun.