KETAKUTAN akan pemeriksaan dokter atau tenaga medis lainnya bukan hal sepele. Meski terdengar sepele dan aneh, ketakutan bertemu dokter atau berhadapan dengan perawat nyata adanya. Kepanikan yang muncul akibat kondisi ini faktanya bisa menjadi pemicu lonjakan tekanan darah.
Dokter spesialis jantung Rumah Sakit Jantung Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPD Harapan Kita) yang juga koordinator tim penelitian dan pengabdian msyarakat RSJPD Harapan Kita Dr Bambang Widyantoro, SpJP(K), PhD mengatakan panik saat melakukan pemeriksaan tensi dapat menyebabkan seseorang mengalami hipertensi. Kondisi itu disebut dengan white coat hypertension. "Setiap ke klinik (cek tekanan darah) dia deg-degan sehingga tekanan darah naik," kata Bambang pada konferensi pers di Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Senin (17/7).
BACA JUGA:
Istilah 'white coat' mengacu pada mantel putih yang dipakai para dokter. Seperti namanya, white coat hypertension, kondisi ini merupakan kenaikan tekanan darah seseorang karena panik bertemu dokter, padahal kondisi mereka sebenarnya sehat-sehat saja.
Bambang mengungkap banyak orang mengalami kondisi ini pada masa pandemi. Mereka yang harus mengecek tekanan darah sebelum menerima vaksin kerap merasa takut dengan dokter. Alhasil, tekanan darah mereka mencapai angka 140mmHg atau lebih.
"Seperti di tempat vaksin, tekanan darah mereka tinggi karena takut baru pertama kali divaksin," tambah Bambang.
Meski begitu, lanjut Bambang, ada alternatif bagi mereka yang mengalami white coat hypertension untuk mengecek tensi darah. Ia mengatakan sebaiknya mereka mengecek tensi darah di rumah. Saat itu, kondisi pasien rileks sehingga hasil pengecekan tensi darah akurat. "Kalau setelah tujuh hari tekanan darah mereka baik, berarti kondisi mereka normal," tuturnya.
BACA JUGA:
Kondisi hipertensi bisa menyebabkan penyakit kardiovaskular yang juga membuat anak mengalami stunting. Oleh karena itu, Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bekerja sama dengan RS Jantung dan Pembulu Darah Harapan kita, RS Universitas Indonesia, dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) Akan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kabupaten Pulau Morotai.
Kegiatan itu juga sebagai salah satu bentuk pengabdian dokter jantung dan pembuluh darah Indonesia pada 20 Juli 2023. Di Kabupaten Pulau Morotai yang berada di salah satu Pulau terluar di Indonesia, masih banyak tantangan yang harus di hadapi tenaga medis, antara lain kurangnya tenaga medis yang mampu melakukan pelatihan layanan kesehatan jantung hingga kendala jarak.(Aqb)
BACA JUGA: