MerahPutih.com - Polisi menangkap lagi tersamgka kedelapan dalam kasus perencanaan pembunuhan terhadap empat jenderal dan Direktur Charta Politica Yunarto Wijaya.
Wadirreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary mengatakan pelaku berinisial HM, warga Pondok Indah.
"Tersangka HM ini berperan memberikan uang," kata Ade di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (11/6).
BACA JUGA: Merasa Disudutkan, Mantan Komandan Tim Mawar Laporkan Tempo ke Dewan Pers
Ade berujar, uang puluhan juta diberikan HM kepada Mayjen (Purn) Kivlan Zen.
"Maksud tujuan untuk pembelian senjata api. Juga memberikan uang Rp 60 juta rupiah langsung kepada HK untuk biaya operasional dan juga pembelian senjata api," jelas Ade.
Dari tangan HM, penyidik menyita handphone untuk melakukan komunikasi dan print out bank dari HM.
"Ini alurnya, tersangka Kivlan Zen itu memerintahkan tsk AR dan juga tsk KZ langsung menyerahkan uang Rp 5 juta kepada I di mana I dan Y seorang DPO bertemu mereka untuk diberi target," jelas Ade.
Kemudian kelompok target berikutnya, alurnya HM langsung beri uang Rp 60 juta. Rinciannya, Rp10 juta untuk operasional, dan Rp 50 juta untuk melaksanakan unjuk rasa.
"Langsung diterima HK alias I. HM juga memberikan dana operasional sebesar 15 ribu dollar singapura. kemudian kz mencari eksekutor yaitu HK dan Udin. dan diberi target 4 tokoh nasional," jelas IAde
Ia melanjutkan peran Kivlan Zen dan HM ini sangat krusial.
"KZ berperan memberikan perintah kepada HK alias I dan AZ untuk mencari eksekutor pembunuhan, dan memberikan uang Rp150 juta untuk membeli beberapa pucuk senpi," ujar Ade.
Menurut Ade, uang yang Rp150 juta itu didapat dari HM dalam bentuk bentuk SGD 5.000. HM juga diketahui memberi uang Rp60 juta kepada HK di mana Rp10 juta untuk operasional dan Rp50 juta untuk aksi unjuk rasa pada 21 dan 22 Mei 2019.
BACA JUGA: Surat DPD PAN Klaten Tolak Gabung Koalisi Jokowi Beredar
Kembali ke peran Kivlan Zen, selain memberi uang kepada HK, mantan Pangkostrad ini juga berperan memberikan target operasi (TO) korban yang akan menjadi sasaran pembunuhan.
TO yang diberikan oleh Kivlan itu yakni Menkopolhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Brigjen Budi Gunawan dan pensiun Polri, Gories Mere. (Knu)