Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Varian Mu Ancam Warga, DPR Desak Pemerintah Beri Vaksin Booster untuk Lansia dan Komorbid

Andika Pratama - Selasa, 14 September 2021

MerahPutih.com- Virus COVID-19 varian Mu kini tengah menjadi ancaman bagi warga di tanah air. Saat ini, varian baru tersebut sudah ditemukan di 46 negara termasuk di negara Asia. Seperti Korea Selatan, Jepang dan Hongkong.

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani mengusulkan agar pemerintah membuka opsi vaksin booster. Terutama kepada kelompok masyarakat rentan, terutama lansia yang memiliki penyakit penyerta.

“Ini penting, mengingat ada dugaan varian MU ini mampu menurunkan efikasi vaksin," kata Netty dalam keterangan persnya, Selasa (14/6).

Netty menuturkan, melompok rentan seperti lansia berpotensi terpapar kembali. "Oleh karena itu perlu diberikan vaksin booster seperti yang diterima oleh nakes,” jelas istri mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Herryawan ini.

Ilustrasi COVID-19

Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, opsi vaksin booster lebih cocok dipilih. "Daripada membuka opsi vaksin booster berbayar sebagaimana pernyataan pemerintah beberapa waktu sebelumnya," sebut Netty.

Ia juga mendukung langkah pemerintah memperketat akses masuk bagi WNA dari sejumlah negara untuk mencegah masuknya Varian Of Interest (VOI) seperti MU dan lainnya.

“Jika diperlukan, pemerintah jangan ragu menutup akses masuk sementara. Keselamatan rakyat yang terancam karena masuknya varian baru harus diutamakan dari kepentingan apapun,” kata Netty.

Ia mencontohkan, data Centers for Control Disease and Prevention (CDC), varian virus yang masuk kategori ini menyebabkan peningkatan klaster kasus COVID-19. Varian Mu dan lainnya ini masih dalam pantauan dan diduga akan menimbulkan reaksi yang lebih parah pada pasien yang terinfeksi ketimbang virus corona lainnya.

Saat ini varian Mu memang belum terdeteksi di Indonesia, tapi tidak ada jaminan keadaan akan terus aman. Apalagi varian ini dapat menyebabkan reaksi yang lebih parah. Pemerintah harus lebih ketat dalam skrining, karantina dan monitoring terhadap WNA maupun WNI dari luar negeri.

"Jangan sampai terjadi imported case sebagaimana pada kasus varian delta, yang memicu lonjakan kasus,” katanya.

Selain itu, kata Wakil Ketua Fraksi PKS ini, mendesak pemerintah harus meningkatkan pemeriksaan whole genome sequencing. Yaitu pemeriksaan sampel virus guna mengetahui kode genetik varian dan mutasinya.

Saat ini genome sequencing baru di angka 5 ribu sampai 6 ribu. Sementara negara-negara lain, genome sequencing-nya sudah ada di angka puluhan dan bahkan ratusan ribu pemeriksaan.

"Pemerintah harus segera meningkatkan pemeriksaan ini agar dapat memantau perkembangan varian yang ada,” ungkapnya. (Knu)

Baca Artikel Asli