Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Usut Kasus Dugaan Kebocoran Data, Bareskrim Geledah Kantor BPJS

Angga Yudha Pratama - Jumat, 25 Juni 2021

Merahputih.com - Penyidik Bareskrim Polri menggeledah sejumlah ruangan di Kantor BPJS Kesehatan terkait kasus dugaan kebocoran data 279 juta Warga Negara Indonesia (WNI).

Penggeledahan dilakukan selama tiga hari mulai 8 hingga 10 Juni 2021. Tim Bareskrim mengecek langsung database di BPJS Kesehatan.

"Tim Forensik Siber Bareskrim sudah melihat secara langsung database BPJS Kesehatan," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Jumat (25/6).

Baca Juga

Polisi Panggil 5 Vendor BPJS Kesehatan Terkait Kebocoran 279 Juta Data

Bareskrim sendiri telah membuat permohonan penyitaan server BPJS Kesehatan. Hal ini dilakukan terkait kasus kebocoran data peserta BPJS Kesehatan yang sempat beredar melalui sejumlah akun media sosial Twitter.

"Telah buat permohonan izin khusus penyitaan terhadap server BPJS Kesehatan," kata Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono.

Server BPJS ini berada di daerah Surabaya, Jawa Timur. Sehingga, penyidik membuat permohonan izin khusus penyitaan server ke Pengadilan Negeri Surabaya. Terkait kasus ini, penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap 15 saksi mulai dari BPJS, Vendor hingga BSSN.

Pegawai BPJS Kesehatan. Foto: Istimewa

Lalu juga telah memeriksa secara online cryptocurrency yang diduga itu milik pelaku. Untuk sementara penyidik telah menemukan profil milik pelaku yang ada di dalam raidforum itu. Profilnya penyidik sudah membaca itu, tinggal di dalami oleh penyidik.

"Kedepan ada perkembangannya. Tentunya sudah mengarah profil ke pelaku," sambungnya.

Ia belum bisa memastikan apakah pelaku berada di luar negeri.

Sekedar informasi, sebanyak 279 juta data penduduk Indonesia diduga telah bocor dan dijual di forum online, termasuk data orang yang telah meninggal dunia.

Baca Juga

Terus Usut Dugaan Kebocoran Data BPJS, Polisi: Tergantung Kepentingannya

Informasi ini berdasarkan sebuah cuitan dari akun Twitter @ndagels dan @nuicemedia yang pertama kali mengungkap kebocoran data tersebut. Data bocor itu meliputi informasi yang cukup lengkap dari para penduduk Indonesia.

Adapun informasi pribadi yang bocor meliputi NIK (Nomor Induk Kependudukan), nama, alamat, nomor telepon, dan bahkan jumlah gaji juga termasuk di dalamnya. Untuk membuktikan kebenaran data dari 279 juta, si pengunggah data bahkan memberikan sampel berisi 1 juta data penduduk Indonesia. Sampel tersebut diunggah ke laman berbagi file bayfiles, anonfiles, dan mega. (Knu)

Baca Artikel Asli