Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Usia Calon Presiden Bakal Pengaruhi Generasi Z dan Milenial

Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 15 Juli 2022

MerahPutih.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum menyebutkan, berdasarkan data Pemilu 2019, terdapat 30 persen pemilih muda dari daftar pemilih tetap (DPT). Untuk Pemilu 2024 diprediksi pemilih muda dapat menembus 60 persen dari total suara pemilih.

Analis politik Pangi Syarwi Chaniago menyatakan, usia calon presiden menjadi salah satu pertimbangan penting anak-anak muda Generasi Z dan milenial dalam menentukan pilihan mereka pada Pilpres 2024.

Baca Juga:

Bawaslu Petakan Indeks Kerawanan Pemilu di Tiga Provinsi Baru Papua dan IKN

"Soal umur menjadi perhatian mereka karena bisa merepresentasikan aspirasi mereka," ujar CEO & Founder Voxpol Center Research and Consulting.

Ia memaparkan, tidak hanya usia, anak-anak muda juga cenderung mempertimbangkan penampilan fisik dan karakter calon pemimpin. Hal ini karena sebagian mereka tergolong pemilih yang mempertimbangkan kedekatan psikologis.

Pangi mengatakan, ada juga sebagian dari mereka yang mendasarkan pilihan dari pengalaman dan kinerja capres. Porsi pemilih rasional ini sekitar 20 persen.

"Sekitar 35 persen pemilih psikologis, 20 persen rasional, dan pemilih berbasis agama sekitar 5 persen," kata Pangi.

Khusus untuk pilpres, katanya, jumlah pilihan calon yang maju turut menjadi pertimbangan anak muda. Berkaca pada Pilpres 2019, terbatasnya pilihan pada dua pasangan calon cenderung mengecewakan anak-anak muda.

Ia meyakini, makin banyak pilihan calon akan meningkatkan keinginan anak-anak muda untuk datang mencoblos.

"Variannya tidak beragam. Itu yang membuat anak milenial, anak muda, merasa enggak ada yang mewakili mereka. Mereka bosan dan jenuh dan akhirnya golput," tutur Pangi. (*)

Baca Juga:

KPU Ingin Punya Super App Kepemiluan

Baca Artikel Asli