Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Urbanisasi Pascalebaran, DPRD DKI Jakarta Ingatkan Pemprov: Tidak Boleh Bersikap Terlalu Longgar Tanpa Kontrol

Frengky Aruan - Jumat, 27 Maret 2026

MerahPutih.com - Potensi urbanisasi dari daerah ke Jakarta usai Lebaran 2026 harus disikapi secara serius oleh pemerintah Provinsi DKI.

Anggota DPRD DKI Jakarta Kevin Wu mengingatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar tidak lengah mengendalikan arus pendatang dari luar daerah pasca mudik Lebaran 2026.

“Kami di DPRD melihat Jakarta tidak bisa menutup diri, tetapi juga tidak boleh bersikap terlalu longgar tanpa kontrol,” kata Kevin kepada wartawan di Jakarta dikutip Jumat (27/3).

Dia menuturkan, banyak pendatang datang tanpa keterampilan dan kepastian pekerjaan sehingga berisiko menambah beban kota.

Kevin juga menilai fenomena urbanisasi setelah Lebaran merupakan siklus tahunan yang kerap diabaikan, padahal dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

Menurut dia, lonjakan pendatang dapat memperparah kepadatan penduduk dan mempersempit peluang kerja yang sudah terbatas. Dia menekankan pentingnya keberpihakan kebijakan kepada warga Jakarta.

“Perlu ditegaskan, prioritas utama pemerintah harus tetap pada perlindungan dan kesejahteraan warga Jakarta yang sudah lebih dulu tinggal dan berkontribusi di kota ini,” ujarnya.

Baca juga:

Viral Mobil DLH Jakarta Buang Sampah di Kali Pesanggrahan, Kepala Dinas Angkat Suara

Ia mengusulkan penguatan pendataan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil hingga tingkat RT dan RW.

“Karena itu, kami mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk mengambil langkah yang lebih tegas, antara lain dengan memperketat pendataan pendatang baru melalui Dukcapil hingga tingkat RT/RW,” tutur Kevin.

Pendataan tersebut, lanjutnya, harus memastikan setiap pendatang memiliki identitas jelas, tujuan kedatangan, serta tempat tinggal yang layak.

Selain pendekatan administratif, Kevin juga mengusulkan kebijakan selektif berbasis kesiapan ekonomi.

Menurutnya, Jakarta perlu mendorong kedatangan penduduk yang siap bekerja dan berkontribusi, bukan yang justru menambah tekanan sosial.

Dia juga mendesak pemerintah daerah memperluas lapangan pekerjaan sebagai langkah antisipatif. Tanpa kebijakan komprehensif, Kevin mengingatkan potensi munculnya masalah sosial yang lebih besar.

“Jakarta harus tetap terbuka, tetapi tidak boleh kehilangan kendali. Yang paling utama, jangan sampai warga Jakarta menjadi penonton di kotanya sendiri,” tandas Kevin yang juga politikus PSI ini.

Sekadar informasi, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa wilayahnya tetap terbuka bagi pendatang baru usai libur Lebaran 2026.

Namun, ia memberikan beberapa syarat dan peringatan penting bagi mereka yang ingin mengadu nasib di Jakarta seperti memiliki keterampilan, taat administrasi hingga mempunyai mental yang siap untuk bekerja. (Knu)

Baca Artikel Asli