KASUS positif COVID-19 pada anak-anak sejak Juni 2020 hingga sekarang terus meningkat. Padahal, gangguan kesehatan dapat mengancam proses tumbuh kembang si kecil. Virus dapat memanipulasi tumbuh kembang anak. Bukan hanya mengganggu perkembangan fisik, melainkan juga perkembangan emosi dan kehidupan sosial anak.
“Orangtua tentunya telah melakukan segala cara selama berbulan-bulan untuk melindungi buah hatinya. Meskipun saat ini sudah hidup berdampingan dengan pandemi, dampak bagi anak-anak masih bisa terasa terutama pada interaksi sosialnya, serta belajar dari rumah dengan aktivitas fisik lebih sedikit, dan lebih banyak paparan serta ketergantungan pada konten digital," tutur Business Unit Head Morinaga Chil*Go! Kalbe Nutritionals Gregorius Daru Smaragiri.
Lebih lanjut ia menguraikan kurangnya aktivitas di luar ruangan dapat memengaruhi kesehatan dan status gizi anak-anak. "Orangtua membutuhkan dukungan agar kebutuhan kesehatan anak-anak tetap terpenuhi, meskipun kita tengah dihadang berbagai keterbatasan," lanjutnya.
BACA JUGA:
Kasus COVID-19 Meroket, Orang Tua Diminta Lebih Fokus Jaga Anak-anaknya
Head of Medical Marketing KALBE Nutritionals dr Muliaman Mansyur juga selalu mengingatkan bahwa nutrisi dalam makanan dan susu memainkan peran yang sangat penting dalam membangun sistem kekebalan tubuh yang sehat. “Nutrisi bergizi seimbang semakin penting perannya karena anak-anak telah kembali aktif bersekolah. Meskipun masih berlangsung dari rumah, anak-anak membutuhkan energi yang cukup untuk menggerakkan tubuh dan pikiran. Di sinilah pentingnya nutrisi dengan gizi sehat dan seimbang untuk anak-anak yang juga memengaruhi pencernaan mereka," jelasnya.
Menurut Muliaman, pencernaan sehat tak hanya berpengaruh terhadap kemampuan tubuh menyerap nutrisi, tetapi juga berperan dalam pertumbuhan otak. "Bahkan ada yang menyebut usus ialah organ kedua terpenting manusia setelah otak,” ucap Muliaman.
BACA JUGA:
Muliaman menegaskan otak membutuhkan energi untuk bekerja maksimal. Saluran cerna tidak hanya untuk menyerap zat gizi, tetapi juga berkomunikasi dua arah dengan otak. "Inilah yang disebut gut-brain axis, kerjanya juga tidak sesederhana otak membutuhkan nutrisi yang diserap dari sistem pencernaan, tetapi memiliki kaitan yang kompleks karena melibatkan tiga sistem utama tubuh yaitu sistem saraf, sistem imun, dan sistem hormon," paparnya.
Untuk itu, pastikan untuk memberi buah hati nutrisi harian berupa nutrisi makro (karbohidrat, protein, dan lemak) dan nutrisi mikro (vitamin dan mineral) untuk membangun sistem imunnya. Lengkapi juga dengan nutrisi tambahan yang tepat agar meningkatkan daya tahan tubuh, salah satunya adalah asupan probiotik dan prebiotik.
Probiotik adalah bakteri baik yang hidup di saluran pencernaan, sedangkan prebiotik adalah sejenis serat pangan yang menjadi sumber makanan probiotik, agar bisa tumbuh, berkembang dan bekerja dengan efisien.(Avia)
>BACA JUGA: