Kesehatan

Enak, 4 Snack Sehat ini Disukai Anak-Anak

annehsannehs - Jumat, 23 Juli 2021
Enak, 4 Snack Sehat ini Disukai Anak-Anak

Popcorn sehat bagi tubuh.(Foto Popcorn Wiki)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MAKANAN ringan atau snack menjadi salah satu hal yang bisa membuat anak-anak anteng. Mereka pun biasanya tertarik dengan makanan ringan yang mengandung pemanis tambahan dan bahan-bahan buatan yang tidak sehat bagi tubuh.

Daripada menyuguhkan anak-anak dengan snack yang enggak sehat, kamu kamu bisa menjadikan snack time sebagai kesempatan untuk menambahkan nutrisi terhadap anak lo!

Dilansir dari Healthline, berikut merupakan daftar makanan ringan yang sehat dan nikmat.

Baca juga:

5 Aspek Penting dalam Memilih Permainan Anak

1. Yogurt

View this post on Instagram

A post shared by 28 nov (@aorr.____)

Yogurt merupakan makanan ringan yang tepat karena mengandung protein dan kalsium yang berlimpah. Menurut penelitian yang dipublikasikan di PubMed Central, yogurt mengandung bakteri baik yang baik untuk kelancaran sistem pencernaan.

Pilih plain yogurt yang tidak mengandung banyak pemanis buatan. Kemudian, tambahkan buah-buahan segar dan madu. Meski begitu, pastikan untuk tidak memberikan madu untuk bayi di bawah usia 12 bulan karena berpotensi terkena infeksi serius bernama botulisme.

2. Popcorn

Popcorn sering dianggap sebagai junk food. Padahal, makanan ringan ini sesungguhnya terbuat dari gandum utuh yang bergizi. Yang membut popcorn menjadi makanan yang "jahat" sebenarnya terletak pada topping-nya mulai dari karamel, cokelat, dan marshmallow cair.

Untuk menyiapkan snack popcorn yang sehat dan nikmat, kamu bisa meletupkan popcorn, menambahkan sedikit butter, dan sedikit keju Parmesan.

Baca juga:

Lagu Jamuran Pengiring Permainan Anak Tradisional Jawa Tengah

3. Keju

Keju Cheddar Wyke (foto: JanaFoods)
Keju Cheddar Wyke (foto: JanaFoods)

Mayoritas anak-anak menyukai keju. Dan, untungnya makanan yang rasanya gurih dan asin ini mengandung protein, lemak, dan kalsium. Laman Healthline juga mengatakan bahwa makan keju dan produk dairy lainnya bisa meningkatkan kualitas diet bagi anak-anak.

Beberapa penelitian yang dipublikasikan di PubMed Central juga mencatat bahwa anak-anak yang makan keju cenderung tidak mengalami gigi berlubang.

4. Sweet potato fries

Sweet potato atau ubi jalar adalah salah satu sumber beta-karoten terbaik. beta-karoten merupakan nutrisi yang bisa diubah menjadi vitamin A oleh tubuh manusia. Seperti yang kita ketahui, vitamin A memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan mata dan kulit. (SHN)

Baca juga:

Parents, Gunakan 4 Kalimat Ini untuk Memotivasi Anak

#Hari Anak 2021 #Kesehatan #Kuliner
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan