Parenting

Tumbuh Kembang Optimal Berawal dari Asupan Tepat dan Kekebalan Tubuh si Kecil

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 18 Agustus 2021
Tumbuh Kembang Optimal Berawal dari Asupan Tepat dan Kekebalan Tubuh si Kecil

Makanan sehat pengaruhi pertumbuhan anak (Sumber: Pexels/Alex Green)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KASUS positif COVID-19 pada anak-anak sejak Juni 2020 hingga sekarang terus meningkat. Padahal, gangguan kesehatan dapat mengancam proses tumbuh kembang si kecil. Virus dapat memanipulasi tumbuh kembang anak. Bukan hanya mengganggu perkembangan fisik, melainkan juga perkembangan emosi dan kehidupan sosial anak.

“Orangtua tentunya telah melakukan segala cara selama berbulan-bulan untuk melindungi buah hatinya. Meskipun saat ini sudah hidup berdampingan dengan pandemi, dampak bagi anak-anak masih bisa terasa terutama pada interaksi sosialnya, serta belajar dari rumah dengan aktivitas fisik lebih sedikit, dan lebih banyak paparan serta ketergantungan pada konten digital," tutur Business Unit Head Morinaga Chil*Go! Kalbe Nutritionals Gregorius Daru Smaragiri.

Lebih lanjut ia menguraikan kurangnya aktivitas di luar ruangan dapat memengaruhi kesehatan dan status gizi anak-anak. "Orangtua membutuhkan dukungan agar kebutuhan kesehatan anak-anak tetap terpenuhi, meskipun kita tengah dihadang berbagai keterbatasan," lanjutnya.

BACA JUGA:

Kasus COVID-19 Meroket, Orang Tua Diminta Lebih Fokus Jaga Anak-anaknya


Head of Medical Marketing KALBE Nutritionals dr Muliaman Mansyur juga selalu mengingatkan bahwa nutrisi dalam makanan dan susu memainkan peran yang sangat penting dalam membangun sistem kekebalan tubuh yang sehat. “Nutrisi bergizi seimbang semakin penting perannya karena anak-anak telah kembali aktif bersekolah. Meskipun masih berlangsung dari rumah, anak-anak membutuhkan energi yang cukup untuk menggerakkan tubuh dan pikiran. Di sinilah pentingnya nutrisi dengan gizi sehat dan seimbang untuk anak-anak yang juga memengaruhi pencernaan mereka," jelasnya.

nutirisi anak
Serangan virus dapat memanipulasi pertumbuhan si kecil.(Sumber: Pexels/Alex Green)

Menurut Muliaman, pencernaan sehat tak hanya berpengaruh terhadap kemampuan tubuh menyerap nutrisi, tetapi juga berperan dalam pertumbuhan otak. "Bahkan ada yang menyebut usus ialah organ kedua terpenting manusia setelah otak,” ucap Muliaman.

BACA JUGA:

Cara Tingkatkan Imun Anak selama Pandemi


Muliaman menegaskan otak membutuhkan energi untuk bekerja maksimal. Saluran cerna tidak hanya untuk menyerap zat gizi, tetapi juga berkomunikasi dua arah dengan otak. "Inilah yang disebut gut-brain axis, kerjanya juga tidak sesederhana otak membutuhkan nutrisi yang diserap dari sistem pencernaan, tetapi memiliki kaitan yang kompleks karena melibatkan tiga sistem utama tubuh yaitu sistem saraf, sistem imun, dan sistem hormon," paparnya.

nutrisi si kecil
Nutrisi penting untuk otak (Sumber: Pexels/Alex Green)


Untuk itu, pastikan untuk memberi buah hati nutrisi harian berupa nutrisi makro (karbohidrat, protein, dan lemak) dan nutrisi mikro (vitamin dan mineral) untuk membangun sistem imunnya. Lengkapi juga dengan nutrisi tambahan yang tepat agar meningkatkan daya tahan tubuh, salah satunya adalah asupan probiotik dan prebiotik.

Probiotik adalah bakteri baik yang hidup di saluran pencernaan, sedangkan prebiotik adalah sejenis serat pangan yang menjadi sumber makanan probiotik, agar bisa tumbuh, berkembang dan bekerja dengan efisien.(Avia)

BACA JUGA:

Enak, 4 Snack Sehat ini Disukai Anak-Anak

#Kesehatan #Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Iis R. Soelaeman mendorong dukungan pemerintah bagi anak dengan cerebral palsy melalui akses terapi, kesehatan, pendidikan inklusif, dan fasilitas aksesibel.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Lifestyle
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
World Cerebral Palsy Day 2026 jadi momentum untuk memperkuat dukungan bagi anak dengan CP. Tekankan potensi anak dan pentingnya support system bagi keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Bagikan