MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dikecam banyak pihak karena pernyataannya bahwa pengiriman bantuan dari Pemerintah Indonesia kepada etnis Muslim Rohingya sebagai "pencitraan".
Terlebih, pernyataan itu dilontarkan dari mulut seorang Ketua Umum Partai, mantan prajurit TNI, mantan Calon Wakil Presiden RI dan mantan Calon Presiden RI.
"Dengan demikian pandangan Prabowo Subianto bahwa bantuan yang diberikan oleh Pemerintahan Jokowi sebagai pencitraan, patut dipertanyakan, apakah pemahaman Jenderal Purn. TNI. Prabowo Subiyanto terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945, sudah luntur?," kata Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Petrus Selestinus dalam keterangannya, Senin (18/9).
Petrus menyatakan, konstitusi mengamanatkan kepada warga negaranya untuk memikul tanggung jawab internasionalnya, yakni ikut menjaga ketertiban dunia.
Hal itu, sambung Petrus, sebagai wujud nyata komitmen negara atas prinsip kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan dalam bentuk apapun di muka bumi ini harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan prikeadilan.
"Ini adalah amanat Pembukaan UUD 1945, di mana semua warga negara wajib tahu dan secara konsisten harus menjalankannya," tegas dia.
Petrus menilai, prinsip konstiusional itu yang secara konsisten dijalankan Presiden Joko Widodo guna mewujudkan komitmen insternasional dalam konteks ikut meringankan beban hidup masyarakat pengungsi Rohingya.
"Ini potret dari tokoh yang sudah luntur pemahamannya terhadap nilai-nilai hakiki yang terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945 dan termasuk pula kategori tokoh yang mengalami krisis ideologi," ujar Petrus.
Menurutnya, pemberian bantuan merupakan misi kemanusiaan, keadilan, kemerdekaan dan perdamaian sebagai bagian dari komitmen negara Indonesia untuk ikut menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Sebagaimana diketahui, penyataan nyinyir Prabowo itu diucapkannya saat mengikuti Aksi Bela Rohingya 169 Sabtu (16/9) lalu.
"Kalau kita kirim bantuan, menurut saya itu pencitraan. Bantuannya pun kadang nggak sampai," ujar Prabowo dalam orasinya. (Pon)
Baca juga berita terkait bantuan Indonesia untuk etnis Muslim Rohingya: Jokowi Pastikan Bantuan Selanjutnya Untuk Etnis Rohingya