Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Tuding Bantuan Pemerintah ke Rohingya Pencitraan, Prabowo Dinilai Alami Krisis Ideologi

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Senin, 18 September 2017
Tuding Bantuan Pemerintah ke Rohingya Pencitraan, Prabowo Dinilai Alami Krisis Ideologi

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dikecam banyak pihak karena pernyataannya bahwa pengiriman bantuan dari Pemerintah Indonesia kepada etnis Muslim Rohingya sebagai "pencitraan".

Terlebih, pernyataan itu dilontarkan dari mulut seorang Ketua Umum Partai, mantan prajurit TNI, mantan Calon Wakil Presiden RI dan mantan Calon Presiden RI.

"Dengan demikian pandangan Prabowo Subianto bahwa bantuan yang diberikan oleh Pemerintahan Jokowi sebagai pencitraan, patut dipertanyakan, apakah pemahaman Jenderal Purn. TNI. Prabowo Subiyanto terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945, sudah luntur?," kata Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Petrus Selestinus dalam keterangannya, Senin (18/9).

Petrus menyatakan, konstitusi mengamanatkan kepada warga negaranya untuk memikul tanggung jawab internasionalnya, yakni ikut menjaga ketertiban dunia.

Hal itu, sambung Petrus, sebagai wujud nyata komitmen negara atas prinsip kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan dalam bentuk apapun di muka bumi ini harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan prikeadilan.

"Ini adalah amanat Pembukaan UUD 1945, di mana semua warga negara wajib tahu dan secara konsisten harus menjalankannya," tegas dia.

Petrus menilai, ‎prinsip konstiusional itu yang secara konsisten dijalankan Presiden Joko Widodo guna mewujudkan komitmen insternasional dalam konteks ikut meringankan beban hidup masyarakat pengungsi Rohingya.

‎"Ini potret dari tokoh yang sudah luntur pemahamannya terhadap nilai-nilai hakiki yang terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945 dan termasuk pula kategori tokoh yang mengalami krisis ideologi," ujar Petrus.

Menurutnya, pemberian bantuan merupakan misi kemanusiaan, keadilan, kemerdekaan dan perdamaian sebagai bagian dari komitmen negara Indonesia untuk ikut menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Sebagaimana ‎diketahui, penyataan nyinyir Prabowo itu diucapkannya saat mengikuti Aksi Bela Rohingya 169 Sabtu (16/9) lalu.

"Kalau kita kirim bantuan, menurut saya itu pencitraan. Bantuannya pun kadang nggak sampai," ujar Prabowo dalam orasinya. (Pon)

Baca juga berita terkait bantuan Indonesia untuk etnis Muslim Rohingya: Jokowi Pastikan Bantuan Selanjutnya Untuk Etnis Rohingya

#Prabowo #Prabowo Subianto #Indonesia #Krisis Rohingya #Imigran Rohingya #Pengungsi Rohingya
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Nasib Tragis Pengungsi Rohingya, 500 Orang Diduga Tewas Tenggelam di Perairan Myanmar
Dua kapal pengungsi Rohingya tenggelam di Myanmar. UNHCR dan IOM menduga lebih dari 500 orang tewas. Mayoritas berasal dari Cox’s Bazar, Bangladesh.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 Juli 2026
Nasib Tragis Pengungsi Rohingya, 500 Orang Diduga Tewas Tenggelam di Perairan Myanmar
Olahraga
Luke Vickery Sumpah WNI di Sydney, Prabowo dari Jakarta Titip Pesan Bawa Timnas Lolos Piala Dunia 2030
Luke Anthony Vickery resmi menjadi WNI usai sumpah di KJRI Sydney. Presiden Prabowo Subianto berharap Vickery bersama Timnas Indonesia mampu menembus Piala Dunia 2030.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 Juli 2026
Luke Vickery Sumpah WNI di Sydney, Prabowo dari Jakarta Titip Pesan Bawa Timnas Lolos Piala Dunia 2030
Indonesia
Blak-blakan Prabowo Soal Proyek LNG Abadi Masela, Butuh Duit Rp334 Triliun Demi Rakyat Hidup Layak
Pemerintah membutuhkan kepastian pasokan energi guna mempercepat transformasi ekonomi lewat hilirisasi
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Juli 2026
Blak-blakan Prabowo Soal Proyek LNG Abadi Masela, Butuh Duit Rp334 Triliun Demi Rakyat Hidup Layak
Indonesia
Prabowo Buka Peluang Kantin Sekolah Jadi Alternatif MBG, Minta Dikaji Dulu
Presiden RI, Prabowo Subianto, membuka opsi kantin sekolah jadi alternatif MBG. Ia pun meminta hal itu dikaji.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Prabowo Buka Peluang Kantin Sekolah Jadi Alternatif MBG, Minta Dikaji Dulu
Indonesia
Prabowo Minta Penjelasan Jaksa Agung soal Kasus Febrie Adriansyah, Jampidsus Baru Segera Ditetapkan
Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta penjelasan soal kasus Febrie Adriansyah ke Jaksa Agung, ST Burhanuddin.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Prabowo Minta Penjelasan Jaksa Agung soal Kasus Febrie Adriansyah, Jampidsus Baru Segera Ditetapkan
Indonesia
Datangi Kedutaan Besar, Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Ayah Emir Qatar
Kunjungan tersebut juga menjadi wujud eratnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Qatar yang telah terjalin selama ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Datangi Kedutaan Besar, Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Ayah Emir Qatar
Indonesia
Prabowo Panggil Jaksa Agung hingga Kapolri, Mensesneg Beberkan Alasannya
Presiden RI, Prabowo Subianto, memanggil Jaksa Agung dan Kapolri di tengah kasus eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Prabowo Panggil Jaksa Agung hingga Kapolri, Mensesneg Beberkan Alasannya
Indonesia
Profil Kuntadi, Calon Kuat Jampidsus Pilihan Jaksa Agung yang Diusulkan ke Prabowo
Profil Kuntadi kini mencuat usai menjadi calon Jampidsus baru yang diusulkan Jaksa Agung ke Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Profil Kuntadi, Calon Kuat Jampidsus Pilihan Jaksa Agung yang Diusulkan ke Prabowo
Indonesia
Jaksa Agung Usulkan Calon Jampidsus Baru ke Prabowo, Nama Kuntadi Masuk Kandidat
Prabowo sudah terima usulan calon Jampidsus baru. Nama Kuntadi pun kini masuk sebagai kandidat.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Jaksa Agung Usulkan Calon Jampidsus Baru ke Prabowo, Nama Kuntadi Masuk Kandidat
Indonesia
Bicara di DPR, Ibu Santri Tewas Dibakar Hidup-Hidup di Ponpes Ketuk Pintu Hati Prabowo
Ibu santri korban pembakaran di Ponpes NTB menyampaikan surat haru ke Presiden Prabowo Subianto dalam RDPU DPR.
Wisnu Cipto - Senin, 13 Juli 2026
Bicara di DPR, Ibu Santri Tewas Dibakar Hidup-Hidup di Ponpes Ketuk Pintu Hati Prabowo
Bagikan