MerahPutih.com - Pasukan TNI terus melakukan pengejaran terhadap kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) pelaku penembakan puluhan pekerja jembatan proyek Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Auruk, Kabupaten Nduga.
"(Pengepungan) Dilakukan melalui darat juga melalui udara," kata Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Joshua Sembiring, saat dikonfirmasi, Rabu (5/12).
Menurut Joshua, pagi tadi Kodam XVII Cenderawasih mengirim kembali satu kompi dari Yonif 751 VJS Sentani, untuk memperkuat personel gabungan yang sudah dikerahkan ke Nduga.
Sebelumnya tercatat 169 personel gabungan TNI-Polri sudah dikerahkan ke Nduga untuk melakukan proses evakuasi terhadap para korban sekaligus memburu anggota KKSB.
"Prajurit TNI kini sudah berada di Wamena setelah diterbangkan dari Sentani dengan menggunakan pesawat hercules," tegas jenderal bintang dua itu, dilansir Antara. Pangdam sendiri bersama Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin saat ini sudah berada di Wamena.
Kemarin, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi menjelaskan telah menyiapkan personel Yonif 756/WMS dan Kodim 1702/Jayawijaya untuk membantu personel TNI-Polri yang melakukan pengejaran terhadap para pelaku pembantaian.
Seperti diketahui, kejadian sadis penembakan puluhan pekerja proyek Trans Papua itu terjadi pada minggu (2/12) di Distrik Yall, Kabupaten Nduga. Namun, masyarakat baru melaporkan pada Senin (3/12) sekitar pukul 15.30 WIT.
Pendeta Wilhelmus Kogoya, tokoh gereja di Distrik Yigi, telah melaporkan kasus pembunuhan di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yall Kabupaten Nduga yang awalnya diduga menewaskan 24 pekerja.
Diduga kejadian itu buntut dari pemotretan yang dilakukan pekerja setelah melihat sekelompok KKB melaksanakan upacara peringatan ulang tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang diperingati setiap 1 Desember di lokasi tak jauh dari pengerjaan proyek. (*)