TNI Kepung Kelompok Pembantai Pekerja Trans Papua dari Darat dan Udara

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 05 Desember 2018
TNI Kepung Kelompok Pembantai Pekerja Trans Papua dari Darat dan Udara

Ilustrasi pasukan TNI-AD (tni.ad.mil.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pasukan TNI terus melakukan pengejaran terhadap kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) pelaku penembakan puluhan pekerja jembatan proyek Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Auruk, Kabupaten Nduga.

"(Pengepungan) Dilakukan melalui darat juga melalui udara," kata Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Joshua Sembiring, saat dikonfirmasi, Rabu (5/12).

Menurut Joshua, pagi tadi Kodam XVII Cenderawasih mengirim kembali satu kompi dari Yonif 751 VJS Sentani, untuk memperkuat personel gabungan yang sudah dikerahkan ke Nduga.

Pangdam Cendrawasih Mayjen Joshua Sembiring
Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Joshua Sembiring serang memberikan arahan (Foto: Dokumen Penrem 172/PWY)

Sebelumnya tercatat 169 personel gabungan TNI-Polri sudah dikerahkan ke Nduga untuk melakukan proses evakuasi terhadap para korban sekaligus memburu anggota KKSB.

"Prajurit TNI kini sudah berada di Wamena setelah diterbangkan dari Sentani dengan menggunakan pesawat hercules," tegas jenderal bintang dua itu, dilansir Antara. Pangdam sendiri bersama Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin saat ini sudah berada di Wamena.

Kemarin, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi menjelaskan telah menyiapkan personel Yonif 756/WMS dan Kodim 1702/Jayawijaya untuk membantu personel TNI-Polri yang melakukan pengejaran terhadap para pelaku pembantaian.

jokowi trans papua
Presiden Jokowi saat menjajal Trans Papua dengan motor trail, 10 Mei 2017 silam. (Biro Pers Setpres)

Seperti diketahui, kejadian sadis penembakan puluhan pekerja proyek Trans Papua itu terjadi pada minggu (2/12) di Distrik Yall, Kabupaten Nduga. Namun, masyarakat baru melaporkan pada Senin (3/12) sekitar pukul 15.30 WIT.

Pendeta Wilhelmus Kogoya, tokoh gereja di Distrik Yigi, telah melaporkan kasus pembunuhan di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yall Kabupaten Nduga yang awalnya diduga menewaskan 24 pekerja.

Diduga kejadian itu buntut dari pemotretan yang dilakukan pekerja setelah melihat sekelompok KKB melaksanakan upacara peringatan ulang tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang diperingati setiap 1 Desember di lokasi tak jauh dari pengerjaan proyek. (*)

#OPM #Papua #Trans Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Karhutla di Papua Selatan Mulai Berkurang Berkat Modifikasi Cuaca
Upaya OMC memicu hujan di wilayah utara dan tengah Merauke, bagian selatan Boven Digoel, serta bagian selatan Mappi.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Karhutla di Papua Selatan Mulai Berkurang Berkat Modifikasi Cuaca
Indonesia
Marinir Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Sita Senjata Diduga Milik KKB Yahukimo
Prajurit menemukan beberapa senapan angin tanpa laras, selongsong amunisi kaliber 5,56 milimeter dan 9 milimeter, gelang bermotif Bintang Kejora, kamera, dan telepon genggam rusak
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
Marinir Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Sita Senjata Diduga Milik KKB Yahukimo
Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Bagikan