Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengakui tidak ingin menjabat hingga dirinya pensiun pada tahun 2022.
"Kalau saya boleh pilih, saya tidak ingin selesai sampai 2022. Kenapa? Terlalu lama, tidak baik bagi organisasi, tidak baik bagi saya sendiri," kata Kapolri di silang Monas, Jakarta, Senin (10/7).
Tito menyatakan, jika dirinya menjabat hingga 2022, organisasi Polri tak akan mendapat penyegaran. Selain itu, anggotanya dinilai akan bosan dengan gaya kepemimpinan mantan Kapolda Metro Jaya itu.
Belum lagi, kata Tito, masalah yang bakal dihadapi selama menjabat Kapolri.
"Jadi, Kapolri itu penuh dengan kehidupan stressfull. Banyak persoalan-persoalan. Nah, wajar juga saya ingin kehidupan lessfull," kata Tito.
Namun, Tito juga enggan membeberkan kapan dirinya akan memutuskan untuk pensiun dini.
"Pada waktunya saya tidak ingin sampai selesai 2022, kemungkinan pada saat waktu yang saya anggap tepat, mungkin saya akan pensiun dini," tandasnya.
Tito karnavian dipilih langsung oleh Presiden Jokowi untuk menggantikan Jenderal Badrodin Haiti yang memasuki masa pensiun. Tito yang merupakan lulusan Akpol 1987 melewati 4 angkatan saat menjabat sebagai Kapolri.
Sejumlah jenderal-jenderal itu di antaranya adalah Irwasum Komjen Dwi Prayitno (angkatan 1982), Wakapolri saat itu Komjen Budi Gunawan (angkatan 1983), Kepala BNN Komjen Budi Waseso (angkatan 1984) dan Kabaharkam Komjen Putu Eko Bayuseno (angkatan 1984). (Ayp)
Baca berita terkait Tito Karnavian lainnya di: Kapolri Pamer Capaian Ke Jokowi